PERCEPTIONS OF EFL TEACHERS AND STUDENTS ON THE WASHBACK EFFECTS OF THE NATIONAL EXAMINATIONS IN THAILAND AND INDONESIA

Panusak Meekaeo, - (2017) PERCEPTIONS OF EFL TEACHERS AND STUDENTS ON THE WASHBACK EFFECTS OF THE NATIONAL EXAMINATIONS IN THAILAND AND INDONESIA. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
T_B.ING_1507628_Title.pdf

Download (179kB)
[img] Text
T_B.ING_1507628_Abstract.pdf

Download (220kB)
[img] Text
T_B.ING_1507628_Table_of_content.pdf

Download (246kB)
[img] Text
T_B.ING_1507628_Chapter1.pdf

Download (290kB)
[img] Text
T_B.ING_1507628_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (668kB)
[img] Text
T_B.ING_1507628_Chapter3.pdf

Download (312kB)
[img] Text
T_B.ING_1507628_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (524kB)
[img] Text
T_B.ING_1507628_Chapter5.pdf

Download (235kB)
[img] Text
T_B.ING_1507628_Bibliography.pdf

Download (335kB)
[img] Text
T_B.ING_1507628_Appendix1.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (285kB)
[img] Text
T_B.ING_1507628_Appendix2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (320kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

The purposes of the present study aimed to explore and compare the washback effects of the Ordinary National Educational Test (O-NET) and Ujian Nasional (UN) on English language teaching and learning at the ninth-grade level as perceived by Thai and Indonesian teachers and students. It was a multi-case study using the triangulation as the research method. The study was quantitatively and qualitatively carried out in two countries i.e. Thailand Case and Indonesia Case in the academic year 2016. The results of each case were integrated using the cross-case analysis. The participants of each case were two English teachers and 100 EFL students at the ninth-grade level. The results were found that regarding washback of the O-NET and UN on English language teaching, Thai and Indonesian teachers taught tested contents, used the O-NET or UN related materials and adapted some test items from previous O-NET or UN tests to classroom assessment. Moreover, they allocated time for the O-NET or UN preparations, assigned homework based on textbooks or relevant to the O-NET or UN. Besides, they had high anxiety concerning the O-NET or UN. Regarding the washback of the O-NET and UN on English language learning, the results revealed that in the regular class, while Indonesian students practiced a great deal of English, the L1 had dominated the Thai classrooms. At the test preparation periods, the content of learning and materials of both cases were related to the O-NET or UN. Moreover, they learned English harder to get satisfied scores in the O-NET or UN and to improve their English proficiency. However, they had high anxiety while preparing the O-NET or UN, and also they highly feared for the poor O-NET or UN results. As a recommendation, ninth-grade Thai and Indonesian teachers should take the negative washback of the O-NET or UN into account while planing to teach English. Also, teachers should anticipate and minimize the negative washback of the tests and maximize authentic English language teaching and learning to the classrooms. For future studies, washback of the O-NET in Thailand should be taken seriously because there is less related research which may catch the society’s attention regarding its negative washback on Thai education. Futhermore, the focus can be the washback effects of the O-NET or UN on a particular group of stakeholders such as administrators, or parents, or teachers from various contexts and levels.---- Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dan membandingkan efek washback dari Ordinary National Educational Test (O-Net) dan Ujian Nasional (UN) pada proses belajar dan pembelajaran bahasa Inggris di kelas Sembilan menurut pandangan siswa dan guru Thailand dan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian multi kasus yang menggunakan triangulasi sebagai metode penelitian. Baik metode kualitatif dan kutantitatif digunakan dalam penelitian yang dilakukan di Thailand dan Indonesia pada tahun akademik 2016 ini. Hasil dari kedua kasus diintegrasikan menggunakan analisis antar-kasus (cross-case). Partisipan dari tiap kasus merupakan dua guru bahasa Inggris dan 100 siswa kelas Sembilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, berkenaan dengan washback O-NET dan UN pada pembelajaran bahasa Inggris, baik guru Indonesia dan Thailand mengajarkan konten yang diujikan, menggunakan materi yang berhubungan dengan O-NET dan UN, serta mengadaptasi beberapa butir pertanyaan dari O-NET dan UN yang sebelumnya sebagai asesmen kelas. Selain itu, mereka mengalokasikan waktu untuk persiapan O-NET atau UN, dan memberikan tugas berdasarkan buku yang relevan dengan O-NET atau UN. Efek lainnya adalah tingginya kegelisahan berkenaan dengan O-NET dan UN. Berkenaan dengan washback O-NET dan UN pada pembelajaran bahasa Inggris, hasil penelitian menunjukkan bahwa di kelas reguler, jika siswa Indonesia banyak menggunakan bahasa Inggris di kelas, siswa di Thailand lebih banyak menggunakan bahasa pertama (L1). Selama waktu persiapan tes, konten pembelajaran dan matari di dua kasus sangat berhubungan dengan O-NET atau UN. Terlebih, mereka belajar bahasa Inggris lebih keras untuk mendapatkan skor yang memuaskan dalam O-NET atau UN dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Namun, kegelisahan mereka dalam persiapan O-NET atau UN sangatlah tinggi, dan juga mereka sangatlah takut mendapatkan nilai yang kecil dalam O-NET dan UN. Rekomendasi yang bisa diberikan berdasarkan penelitian ini adalah bahwa guru kelas sembilan di Indonesia dan Thailand harus mempertimbangkan washback negatif dari O-NET atau UN saat merencanakan pembelajaran bahasa Inggris. Guru juga harus mengantisipasi dan meminimalisasi washback negatif dari tes dan memaksimalkan pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris yang otentik di kelas. Untuk penelitian selanjutnya, washback dari O-NET di Thailand haruslah ditangani secara serius karena masih sedikitnya penelitian terkait yang dapat menarik perhatian masyarakat mengenai washback negatif O-NET pada pendidikan di Thailand. Lebih jauh lagi, fokus penelitian bisa lebih ditekankan pada efek-efek washback dari O-NET atau UN pada pemangku kepentingan lainnya seperti pegawai administrasi, orang tua, atau guru di konteks dan tingkat pendidikan yang beragam.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil: T B.ING PAN p-2017 ; Pembimbing: I. Wachyu Sundayana, II. Pupung Purnawarman ; NIM: 1507628
Uncontrolled Keywords: washback, high-stakes testing, Ordinary National Educational Test (O-NET), Ujian Nasional (UN), English language assessment, asesmen pembelajaran bahasa Inggris.
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LG Individual institutions (Asia. Africa)
P Language and Literature > PR English literature
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Inggris S-2
Depositing User: Mr. Arif Rezkyana Nugraha
Date Deposited: 15 Mar 2019 10:27
Last Modified: 15 Mar 2019 10:27
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/34059

Actions (login required)

View Item View Item