ANALISIS TINGKAT LITERASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI GURU SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN CIREBON

Saputra, Agi Iman (2017) ANALISIS TINGKAT LITERASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI GURU SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN CIREBON. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_TE_1205386_Title.pdf

Download (224kB)
[img] Text
S_TE_1205386_Abstract.pdf

Download (137kB)
[img] Text
S_TE_1205386_Table_of_content.pdf

Download (133kB)
[img] Text
S_TE_1205386_Chapter1.pdf

Download (203kB)
[img] Text
S_TE_1205386_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (329kB)
[img] Text
S_TE_1205386_Chapter3.pdf

Download (393kB)
[img] Text
S_TE_1205386_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (623kB)
[img] Text
S_TE_1205386_Chapter5.pdf

Download (135kB)
[img] Text
S_TE_1205386_Biliography.pdf

Download (271kB)
[img] Text
S_TE_1205386_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (434kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingkat literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guru sekolah dasar Kabupaten Cirebon. Adapun aspek-aspek yang diukur yaitu akses guru terhadap TIK baik yang ada di rumah maupun yang ada di sekolah, kemampuan guru dalam menggunakan TIK, mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran, mengavaluasi TIK, dan kemampuan guru dalam membuat dan mendesain media pembelajaran menggunakan TIK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagiamana tingkat literasi TIK guru sekolah dasar di Kabupaten Cirebon dan ingin mengetahui tingkat literasi guru sekolah dasar berdasarkan demografi; jenis kelamin, usia, latar belakang pendidikan, masa kerja dan status kepegawaiannya. Adapaun responden dalam penelitian ini yakni sebanyak 371 responden yang tersebar di 40 Kecamatan. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner. Hasil penelitian ini didapat bahwa tingkat literasi TIK guru sekolah dasar di Kabupaten Cirebon ada pada level dua dari enam tingkat yang tersedia, dimana guru sudah berkali-kali menggunakan teknologi untuk membantu aktivitas sehari-harinya dan telah memiliki pola keberulangan dalam penggunaanya, walaupun belum sepenuhnya tersedia akses TIK baik yang ada di rumah maupun di sekolah. Sedangkan ditinjau berdasarkan jenis kelamin dan status kepegawaian tidak ada perbedaan tingkat literasinya, hanya saja nilai persentasenya berbeda, dimana guru yang berjenis kelamin laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan dan guru yang berstatus PNS lebih tinggi dari pada guru yang berstatus Non PNS. Sedangkan ditinjau berdasarkan usia, latar belakang pendidikan dan masa kerja terdapat perbedaan nilai persentase dan tingkat literasinya. Guru yang berusia muda memiliki literasi TIK yang lebih tinggi daripada guru yang berusia tua, guru yang berstatus pendidikan tinggi lebih baik literasi TIK-nya dari pada guru yang berstatus pendidikan lebih rendah, guru yang memiliki masa kerja lebih lama memiliki literasi TIK yang lebih rendah dari pada guru yang memiliki masa kerja lebih sedikit. ;---This study analyzed the levels of literacy Information and Communication Technology (ICT) primary school teacher in Cirebon. Aspect that is measured is the teacher access to ICT devices at home or at school, the ability of teachers to use ICT, to integrate ICT in teaching and learning, evaluation of ICT and the ability of teachers to create and design a media learning using ICT. The study aims to determine ICT literacy rate of primary school teachers in Cirebon, also to get ICT literacy rate from demography aspects, such as: gender, employment status, age, work experience, and educational background. There are 371 respondents who have been involved in this study. They are from 40 different districts in Cirebon. This study is descriptive in nature. However, this study applies quatitative approach. The data collection is in the form of questionnaire. The results of this study found that the level of ICT literacy of elementary school teachers in Cirebon there are at level two of the six levels available. That is to say, the teacher has repeatedly used technology to help them teach. As the result, due to the repetitve employment of technology, the teacher has created a repetitive pattern in employing technology even though he /she probably has a better access ICT either in his/her own home or in school. Based on gender and employment status, there is no difference in the level of literacy, only the percentage is different, where male teacher is higher than female and civil servant teacher is higher than the non-civil servant teacher. Currently reviewed by age, educational background and years of service. Younger teachers have higher ICT literacy than older teachers, teachers with higher education are better in ICT literacy than teachers with lower education status, teachers with longer tenure have lower ICT literacy than On Teachers who have fewer working lives.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S TE SAP a-2017; Pembimbing : I. Ade Gafar, II. Dadang Lukman; NIM : 1205386.
Uncontrolled Keywords: Literasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Guru Sekolah Dasar, Kabupaten Cirebon, Literacy, Infromation and Communication Technology, Elementary Teacher, Cirebon.
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
T Technology > T Technology (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Teknik Elektro
Depositing User: Isma Anggini Saktiani
Date Deposited: 30 Nov 2018 02:36
Last Modified: 30 Nov 2018 02:36
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/32132

Actions (login required)

View Item View Item