VARIASI KERAPATAN ATMOSFER PADA FASE NAIK SIKLUS MATAHARI KE-24 DARI ANALISIS ELEMEN ORBIT SATELIT LEO (LOW EARTH ORBIT)

Nuripah, Syifa (2017) VARIASI KERAPATAN ATMOSFER PADA FASE NAIK SIKLUS MATAHARI KE-24 DARI ANALISIS ELEMEN ORBIT SATELIT LEO (LOW EARTH ORBIT). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_FIS_1200076_Title.pdf

Download (11kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_1200076_Abstract.pdf

Download (127kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_1200076_Table_of_content.pdf

Download (357kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_1200076_Chapter1.pdf

Download (131kB) | Preview
[img] Text
S_FIS_1200076_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (398kB)
[img]
Preview
Text
S_FIS_1200076_Chapter3.pdf

Download (413kB) | Preview
[img] Text
S_FIS_1200076_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (959kB)
[img]
Preview
Text
S_FIS_1200076_Chapter5.pdf

Download (56kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_1200076_Bibliography.pdf

Download (133kB) | Preview
[img] Text
S_FIS_1200076_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (489kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Variasi kerapatan atmosfer sangat dipengaruhi oleh aktivitas Matahari. Peningkatan kerapatan atmosfer akibat aktivitas Matahari akan berdampak pada satelit-satelit yang berada di orbit rendah (Low Earth Orbit, LEO). Dampak yang dialami oleh satelit di antaranya yaitu peningkatan gaya hambat yang dialami oleh satelit sehingga mempengaruhi operasional satelit tersebut, seperti kala hidup satelit. Pada fase naik siklus Matahari ke-24 ini variasi kerapatan atmosfer diperoleh dari analisis elemen orbit satelit, dari ketinggian 400 km hingga 800 km. Untuk mengekstraksi kerapatan atmosfer dari data elemen orbit digunakan metode yang diajukan oleh Picone dkk (2005) yaitu General Perturbation (GP). Dari hasil analisis diperoleh bahwa pada fase naik siklus Matahari ke-24 terdapat kecenderungan kenaikan kerapatan atmosfer dengan gradien sebesar 1,002x10-3. Dari skala ketinggian kerapatan atmosfer juga menunjukkan kecenderungan kenaikan dan menunjukkan bahwa semakin bertambah ketinggian pengaruh aktivitas Matahari terhadap kerapatan atmosfer akan semakin kecil. Diperoleh juga korelasi antara aktivitas Matahari dan aktivitas geomagnet terhadap kerapatan atmosfer. F10,7 digunakan sebagai proksi dari aktivitas Matahari dan diperoleh maksimal 70% untuk korelasinya terhadap kerapatan atmosfer. Sementara itu untuk aktivitas geomagnet digunakan indeks Ap sebagai proksi, dan diperoleh maksimal 24% untuk korelasinya terhadap kerapatan atmosfer.;---Atmospheric density variation is heavily influenced by solar activity. Increase of the atmospheric density due to solar activity gives impact on the satellites in Low Earth Orbit (LEO). The impact on the satellite includes an increase in drag forced experienced which will affect satellite operations, such as satellite lifetime. In ascending phase of 24th solar cycle, the atmospheric density variation is attained using satellite orbital elements from an altitude of 400 km to 800 km. In order to extract the atmospheric density from the orbital element data, a method proposed by Picone et al (2005), namely General Peturbation (GP) was used. The results of analysis showed that in the ascending phase of 24th solar cycle, there is an increasing tendency of atmospheric density with gradient of 1,002x10-3. Moreover from height scale, atmospheric density also shows ascending trend and shows that the increasing of altitude decrease the influence of solar activity on atmospheric density. Furthermore there is also correlation between solar activity and geomagnetic activity on atmospheric density. F10,7 is used as a proxy of solar activity and obtained a maximum of 70% for its correlation to atmospheric density. As for geomagnetic activity,Ap index is used as a proxy and obtained maximum of 24% for its correlation to the atmospheric density.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S FIS NUR v-2017; Pembimbing : I. Tias Dani, II. Aria Utama; NIM : 1200076.
Uncontrolled Keywords: kerapatan atmosfer, aktivitas Matahari siklus ke-24, aktivitas geomagnet, elemen orbit satelit LEO, atmospheric density, 24th solar cycle activity, geomagnetic aktivity, LEO satellites orbital elements.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QB Astronomy
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika > Program Studi Fisika (non kependidikan)
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 30 Apr 2018 03:23
Last Modified: 30 Apr 2018 03:23
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/29600

Actions (login required)

View Item View Item