GAMBARAN KEKUATAN OTOT DENGAN AKTIVITAS RANGE OF MOTION (ROM) PADA LANSIA PASCA STROKE DI BALAI PERLINDUNGAN SOSIAL TRESNA WREDHA CIPARAY BANDUNG

Dumaria, _ (2017) GAMBARAN KEKUATAN OTOT DENGAN AKTIVITAS RANGE OF MOTION (ROM) PADA LANSIA PASCA STROKE DI BALAI PERLINDUNGAN SOSIAL TRESNA WREDHA CIPARAY BANDUNG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405723_Title.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405723_Abstract.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405723_Table_of_content.pdf

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405723_Chapter1.pdf

Download (226kB) | Preview
[img] Text
TA_JKR_1405723_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (317kB)
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405723_Chapter3.pdf

Download (154kB) | Preview
[img] Text
TA_JKR_1405723_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (246kB)
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405723_Chapter5.pdf

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405723_Bibliography.pdf

Download (199kB) | Preview
[img] Text
TA_JKR_1405723_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (251kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Salah satu dampak yang sering terjadi pada pasien stroke adalah mengalami kelemahan pada tubuh, kelemahan ini bisa menimbulkan ketidakseimbangan dan kesulitan saat berjalan karena gangguan pada kekuatan otot. Rehabilitasi dini dibutuhkan untuk mengurangi kelemahan yang terjadi dengan cara melakukan aktivitas latihan Range Of Motion (ROM) paska serangan stroke akut. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kekuatan otot setelah aktivitas Range Of Motion (ROM) pada lansia pasca stroke di Balai Perlindungan Sosial Tresna Wredha Ciparay Bandung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 10 responden. Data diperoleh setelah 7 hari responden melakukan ROM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bagian tubuh kanan ekstremitas atas sebagian besar responden memiliki kekuatan otot dapat bergerak dan melawan tahanan dengan kekuatan penuh yaitu berjumlah 6 orang (60%), pada bagian tubuh kiri ekstremitas atas sebagian besar responden memiliki kekuatan otot dapat bergerak dan melawan tahanan dengan kekuatan penuh yaitu berjumlah 7 orang (70%), pada bagian tubuh kanan ekstremitas bawah sebagian besar responden memiliki kekuatan otot dapat bergerak dan melawan tahanan dengan kekuatan penuh yaitu berjumlah 7 orang (70%), lalu pada bagian tubuh kiri ekstremitas bawah hampir seluruh responden memiliki kekuatan otot dapat bergerak dan melawan tahanan dengan kekuatan penuh yaitu berjumlah 9 orang (90%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki kekuatan otot dapat bergerak dan melawan tahanan dengan kekuatan penuh, dan hampir setengahnya responden memiliki kekuatan otot dapat bergerak melawan tahanan tetapi masih lemah. Diharapkan agar aktivitas latihan ROM dapat diterapkan secara konsisten pada lansia pasca stroke untuk meningkatkan nilai kekuatan otot.;---One of the most common effects of post-stroke patients is the weakness of the body itself. This weakness can lead to imbalance and difficulty when walking due to disruption of muscular strength. Early rehabilitation is needed to reduce the muscle disfunction by doing Range of Motion (ROM) exercise after acute stroke happened. The aim of this research is to identify the muscular strength after practicing Range Of Motion (ROM) activity on elderly post-stroke patients atTresna Wredha Social Protection Center Ciparay Bandung. The design used in this research is Descriptive Quantitative. The sampling technique used is purposive sampling with 10 respondents. The evaluation of study was conducted after respondents practiced ROM activity for 7 days. The result of this research shows that the right upper extremity of 6 respondents (60%) had a good muscular movement and was able to fully withstand with the strain, also the left upper extremity of 7 respondents (70%) responded the same way. On the right lower extremity, researcher found that there were 7 respondents (70%) whose muscle could fully withstand with the strain and had a good muscular movement and 9 respondents responded the same way. So it can be concluded that almost all elderly post-stroke patients gained the muscular strength after doing ROM exercise. It was proven by how their muscle could move well and withstand with the strain using the full force, only fewer of them responded with less strength. The researchers hope that Range of Motion (ROM) can be applied consistenly on elderly post-stroke patients to boost the muscular strength.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : TA JKR DUM g-2017; Pembimbing : I. Suci Tuty, II. Upik Rahmi ; NIM : 1405723
Uncontrolled Keywords: Lansia, Aktivitas Range Of Motion (ROM), Kekuatan Otot, Elderly, Range Of Motion (ROM) Activity, Muscle Strength.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 05 Feb 2018 03:20
Last Modified: 05 Feb 2018 03:20
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/29024

Actions (login required)

View Item View Item