PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE BERCERITA BERPASANGAN BERBASIS KECERDASAN KINESTETIK DALAM PEMBELAJARAN BERCERITA (Kuasieksperimen pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Cikoneng)

Amelia, Mela (2016) PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE BERCERITA BERPASANGAN BERBASIS KECERDASAN KINESTETIK DALAM PEMBELAJARAN BERCERITA (Kuasieksperimen pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Cikoneng). S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_B.IND_1402468_Title.pdf

Download (216kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_B.IND_1402468_Abstract.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_B.IND_1402468_Table_of_content.pdf

Download (149kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_B.IND_1402468_Chapter1.pdf

Download (282kB) | Preview
[img] Text
T_B.IND_1402468_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (450kB)
[img]
Preview
Text
T_B.IND_1402468_Chapter3.pdf

Download (446kB) | Preview
[img] Text
T_B.IND_1402468_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (959kB)
[img]
Preview
Text
T_B.IND_1402468_Chapter5.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_B.IND_1402468_Bibliography.pdf

Download (224kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_B.IND_1402468_Appendix.pdf

Download (541kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan suatu model pembelajaran sebagai salah satu alternatif untuk membantu masalah pembelajaran bercerita. Model pembelajaran yang dimaksud adalah model kooperatif tipe bercerita berpasangan berbasis kecerdasan kinestetik. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Cikoneng tahun pelajaran 2015/2016 yang terdiri dari sembilan kelas. Sampel penelitian ini terdiri dari kelas kontrol yang diwakili oleh kelas VII A dan kelas eksperimen yang diwakili oleh kelas VII C, masing-masing kelas berjumlah 28 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah teknik sampling purposive. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan desain The Matching-Only Posttest-Only Control Group Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain teknik pemberian tes, observasi, angket, dan wawancara. Setelah dilakukan penelitian dan datanya dianalisis, maka didapat nilai rata-rata prates kelas kontrol adalah 46,5 dan nilai rata-rata pascates kelas kontrol adalah 63,1. Nilai rata-rata prates kelas eksperimen adalah 46,5 dan nilai rata-rata pascates adalah 70,9. Kemudian data yang diperoleh, diolah atau dianalisis menggunakan SPSS versi 16. Berdasarkan perhitungan statistik diperoleh nilai Asymp. sig. (2-tailed) sebesar 0,000<α = 0,05. Artinya, H0 ditolak. Atau dengan kata lain H1 diterima. Dengan demikian, kemampuan siswa kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dari kelas kontrol. Apabila kemampuan siswa kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dari kelas kontrol, maka ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan bercerita di kelas eksperimen dan di kelas kontrol. Artinya, model kooperatif tipe bercerita berpasangan berbasis kecerdasan kinestetik lebih efektif dari model terlangsung. --- This study aimed to test the effectiveness of learning model as one of the alternative to help the problem of storytelling learning. A purpose of learning model was kinesthetically intelligence-based cooperative model of paired story telling type. The population of this research was all the state of students’ junior high school of 1 Cikoneng at years of 2015-2016. It consists of nine classes. A sample of research consisted of the class control represented by seven A class and an experiment class represented by seven C class, each of the class are 28 students. The sample technique was a purposive sampling. The method used was the experiment by using a quantitative approach. The study design was using the design of The Matching-Only Posttest-Only Control Group Design. The technique data collections are techniques provision tests, observations, inquiries, and an interview. After done the research and analyzed of data, then to find pretest’s mean score at the control class about 46,5 and posttest’s mean score at the class control is 63,1. The mean score at experiments class is 46,5 and the posttest’s mean score is 70,9. Then data obtained, processed or analyzed using by SPSS 16th version. Based on the statistics obtained value Asymp. Sig. (2-tailed ) of 0,000 < α = 0,05. That is, H0 rejected. Or in other words H1 accepted. Thus, the students’ ability experiments class was higher significantly from class control. If the student’s ability experiments class higher significantly from class control, then no significant distinction between the ability to storytelling in the experiment and in the class control. In the other hand, kinesthetic intelligence-based cooperative model of paired storytelling type in storytelling learning is more effective than a regular model.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil : T B.IND AME p-2016; Pembimbing : I. Vismania S. Damaianti II. Isah Cahyani III. Iskandarwassid IV. Yoce Aliah Darma
Uncontrolled Keywords: model kooperatif, bercerita berpasangan, kecerdasan kinestetik, pembelajaran bercerita, cooperative model, storytelling pairs, kinesthetic intelligence, learning storytelling .
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Indonesia S-2
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 30 Aug 2017 09:29
Last Modified: 30 Aug 2017 09:29
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/25447

Actions (login required)

View Item View Item