TRADISI LISAN BESESOMBAU MELAYU TAPUNG:(STRUKTUR, FUNGSI, REVITALISASI, PEMANFAATAN BAGI MASYARAKAT, DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA)

Fatmahwati A, - (2016) TRADISI LISAN BESESOMBAU MELAYU TAPUNG:(STRUKTUR, FUNGSI, REVITALISASI, PEMANFAATAN BAGI MASYARAKAT, DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA). eprint_fieldopt_thesis_type_phd thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
D_B.IND_1201342_Title.pdf

Download (376kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_B.IND_1201342_Abstract.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_B.IND_1201342_Table_of_content.pdf

Download (283kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_B.IND_1201342_Chapter1.pdf

Download (268kB) | Preview
[img] Text
D_B.IND_1201342_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (611kB)
[img]
Preview
Text
D_B.IND_1201342_Chapter3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
D_B.IND_1201342_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
D_B.IND_1201342_Chapter5.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
D_B.IND_1201342_Chapter6.pdf

Download (250kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_B.IND_1201342_Bibliography.pdf

Download (466kB) | Preview
[img] Text
D_B.IND_1201342_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (390kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Tradisi lisan besesombau merupakan seni bertutur yang dilakukan dalam acara adat masyarakat Melayu Tapung (MMT) Sekijang. Tradisi ini bertolak dari karakter masyarakat, memproyeksikan kehidupan MMT Sekijang, menjadi acuan perilaku, mengandung kearifan lokal, dan memiliki fungsi yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Besesombau diwariskan secara turun temurun dan digunakan secara berkesinambungan dalam kehidupan MMT Sekijang dari masa ke masa. Tetapi, disebabkan oleh berbagai faktor, tradisi ini semakin terpinggirkan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat, bahkan mendekati kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur performansi tradisi lisan besesombau, fungsi tradisi lisan besesombau dan perubahannya, program revitalisasi tradisi lisan besesombau, pemanfaatannya bagi MMT Sekijang, dan implikasinya pada pembelajaran bahasa, khususnya bahasa lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang bersifat etnografik. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, pengamatan, perekaman, dan studi dokumen. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa (1) struktur performansi tradisi lisan besesombau yang terdiri atas komponen identitas dan peran partisipan (penampil dan penonton), alat ekspresif yang digunakan, interaksi sosial, rangkaian tindakan, teks, konteks, dan koteks; bersifat saling mengikat dan mempengaruhi; (2) dalam kehidupan masyarakat Sekijang sejak awal berdirinya kampung ini, tradisi lisan besesombau memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi estetis, fungsi pragmatis, fungsi etis, dan fungsi historis. Berdasarkan komparasi fungsi tradisi lisan besesombau di masa lalu dan eksistensinya di masa sekarang dapat disimpulkan bahwa terjadi pelemahan fungsi-fungsi tersebut. Kecenderungan yang terjadi adalah perubahan gaya komunikasi masyarakat dari bahasa yang berseni ke bahasa yang lebih singkat dan efisien; pengabaian peran tradisi lisan besesombau sebagai wadah kreativitas berbahasa dan ruang penuangan gagasan; dan rendahnya upaya transmisi tradisi lisan besesombau kepada generasi muda; (3) revitalisasi tradisi lisan besesombau di Desa Sekijang dilaksanakan dalan 3 tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan pengembangan. Sejauh ini program revitalisasi tradisi lisan besesombau di Desa Sekijang sudah sampai pada tahap pengembangan walaupun belum mencapai hasil yang ditargetkan. Selain itu, upaya penguatan melalui sistem regulasi dan menjadi muatan lokal pada pendidikan formal belum berhasil diwujudkan; (4) bagi MMT Sekijang tradisi lisan besesombau dapat dimanfaatkan sebagai pengendali perilaku sosial, media penyelesaian konflik, dan wadah pemertahanan bahasa lokal; dan (5) tradisi lisan besesombau dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran bahasa, khususnya keterampilan berbicara. Kata kunci: besesombau, struktur, fungsi, revitalisasi, pemanfaatan, pembelajaran bahasa Besesombau oral tradition is a tradition performed in traditional events of Sekijang Tapung Malay community (MMT). This tradition is based on the character of the community reflecting social life of the community. It becomes a kind of social behavior reference, contains local wisdom, and has great function in social life. It is passed down from one generation to another generation and continuously practiced in the community. However, due to various factors, the tradition is increasingly marginalized, and even close to extinction. This study aims to assess the structure, function and changes, revitalization program, and use of besesombou for MMT, as well as its implications for local language learning. This is a qualitative research using the descriptive ethnographic method. Data were collected by interview, observation, document analysis, and recording. The research findings reveal that (1) the structure of besesombou consists of components of identity and role of participants (performers and audience), expressive tools used, social interaction, a series of actions, texts, and contexts that are mutually binding and affecting; (2) besesombau has had several functions, namely aesthetic, pragmatic, ethical and historical function since MMT established. The comparison of function of besesombau of the past and present shows an impairment of these functions. Communication style changes from artsy language to more concise and efficient language neglecting the role of oral tradition as a means of language creativity and expressing ideas. In addition, transmission of the tradition form elder generation to younger generation does not work well; (3) revitalization of the oral tradition in Desa Sekijang is carried out in three stages, namely preparation, implementation, and development. So far, revitalization progam has already reached the development stage although it has not reached the targeted results yet; (4) besesombau in MMT is used to control social behavior, to ease conflict, and to save a local language; and (5) besesombau can be used as language learning materials, especially for speaking skills. Keywords: besesombau, structure, functions, revitalization, uses, and language learning

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (eprint_fieldopt_thesis_type_phd)
Additional Information: No. Panggil: D_B.IND_FAT t-2016; I. Promotor: H. Syihabuddin, II. Kopromotor: H. Iskandar Wassid, III. Anggota: Pudentia
Uncontrolled Keywords: Pesesombau, struktur, fungsi, revitalisasi, pemanfaatan, pembelajaran bahasa
Subjects: L Education > L Education (General)
P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Indonesia S-3
Depositing User: Mr. Cahya Mulyana
Date Deposited: 15 Mar 2017 02:57
Last Modified: 15 Mar 2017 02:57
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/23210

Actions (login required)

View Item View Item