MUGYOUSHA: FENOMENA GENERASI PENGANGGURAN TERBUKA DI JEPANG TAHUN 1990 - 2003

Puspitasariningsih, Heryati (2015) MUGYOUSHA: FENOMENA GENERASI PENGANGGURAN TERBUKA DI JEPANG TAHUN 1990 - 2003. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_0906458_Title.pdf

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0906458_Abstract.pdf

Download (261kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0906458_Table_of_content.pdf

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0906458_Chapter1.pdf

Download (358kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0906458_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (358kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0906458_Chapter3.pdf

Download (273kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0906458_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (799kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0906458_Chapter5.pdf

Download (192kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0906458_Bibliography.pdf

Download (280kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0906458_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (460kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul “Mugyousha: Fenomena Generasi Pengangguran Terbuka di Jepang Tahun 1990-2003”. Masalah utama yang dibahas dalam skripsi ini adalah mengenai Bagaimana Eksistensi Mugyousha sebagai Pengangguran Terbuka bisa Berkembang di Jepang. Masalah utama tersebut kemudian dibagi menjadi 4 pertanyaan penelitian, yaitu 1) Bagaimana latar belakang kemunculan fenomena Mugyousha di Jepang, 2) Bagaimana perkembangan fenomena Mugyousha di Jepang pada tahun 1990-2002, 3) Bagaimana dampak yang ditimbulkan fenomena Mugyousha terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Jepang yang terjadi tahun 2002-2003, dan 4) Bagaimana kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang untuk mengatasi perkembangan Mugyousha pada tahun 2003. Skripsi ini menggunakan metode historis dengan menggunakan empat langkah penelitian, yaitu heuristik sebagai upaya pencarian sumber, kritik terhadap sumber, interpretasi atau analisis terhadap sumber, dan historiografi atau penulisan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena kemunculan Mugyousha disebabkan oleh faktor internal, yakni pecahnya gelembung ekonomi akibat kredit macet yang terjadi di Bank Jepang pada tahun 1990. Besarnya dampak yang ditimbulkan dari pecahnya gelembung ekonomi menyebabkan beberapa perusahaan terpaksa tidak beroperasi dan berdampak pada semakin sedikitnya bursa kerja yang ditawarkan kepada angkatan kerja muda. Menariknya, ketika kondisi ekonomi Jepang sudah kembali membaik memasuki tahun 1997-an, jumlah angka pengangguran tidak mengalami penurunan. Dari hasil penelitian ternyata ditemukan ada beberapa alasan angkatan kerja muda menolak untuk memasuki dunia kerja, diantaranya karena sebagian dari mereka mengalami trauma akibat lamaran kerjanya yang terus-menerus ditolak, sedangkan yang lainnya sudah merasa nyaman dengan kondisinya sebagai pengangguran. Situasi angkatan kerja muda yang berusia 15-35 tahun dan menolak untuk bekerja ini kemudian dikenal masyarakat Jepang dengan sebutan Mugyousha. Para pelaku Mugyousha ini telah menimbulkan berbagai dampak sosial dan ekonomi bagi Jepang, dimulai dengan dilanggarnya nilai tradisional on dan giri untuk melaksanakan ninjo, berkembangnya perilaku hikikomori, parasite single, dan otaku, munculnya trend untuk jadi pekerja paruh waktu (freeter), dan semakin sedikitnya pajak pensiun yang tersedia di kas pemerintahan Jepang. Fenomena Mugyousha kemudian dianggap sebagai permasalahan nasional di Jepang pada tahun 2003 terutama setelah angka-angka natalitas juga mengalami penurunan. Munculnya fenomena ini menjadi hal menarik terutama jika melihat bahwa kondisi Mugyousha yang ‘menganggur’ berada di tengah-tengah masyarakat Jepang yang dikenal sebaggai bangsa yang ‘pekerja keras’. Kata Kunci: Mugyousa, Pengangguran Terbuka, Jepang, Gelembung Ekonomi, Kredit Macet, Bursa Kerja, Angkatan Kerja Muda, Nilai Tradisional The research titled “Mugyousha: Fenomena Generasi Pengangguran Terbuka di Jepang Tahun 1990-2003”. The main question of the research is How Mugyousha as open unemployment could get existence and develop in Japan. Afterwards its divided into 4 other research questions, that are 1) What kind of situation that become a background of Mugyousha’s appear in Japan, 2) What kind of development that Mugyousha has during 1990-2002, 3) What kind of influence that Mugyousha gives to Japanese in social economic situation during 2002-2003, and 4) What kind of government’s policies that Japanese do to solve Mugyousha in 2003. The research used historic method that has four steps, stand of heuristic which fill of sources search, critic to criticize the sources, interpretation to construe and make an analysis from the sources, and historiography to write of all the result. The result of the research show that internal factor become the right reason of Mugyousha’s existence in Japan, it is happen especially after the bubble economy get smashed caused of the credit stuck in Bank of Japan at 1990. The impact of it feels so huge and makes some business collapsed until wrought out the job stock exchange slightly for the freshman graduates as a side effect. The situations become more interesting in 1997s while the economic Japan success to tidy up but the number of unemployment does not decrease. The result of government’s research says that there is a couple of reason that make the young generation refuse to get a work, such as a traumatic because of his/her application kept on pushed away or even, obviously that he/she has been feeling comfortable with his/her situation. The young generation age aroung 15-35 that refused to work then known as Mugyousha in Japan. The existence of Mugyousha has made many influences in social and economic sector in Japan. In social sector, not only Mugyousha has broken the traditional norms like on and giri to choose ninjo, but also it has made negative behavior among the young generation like hikikomori, parasite single, and otaku. In economic sector, Mugyousha rather influence to increase the number of part timer (freeter) and decrease the amount of pension fund. In 2003, the government of Japan decided that Mugyousha become the highest priority problem that should to solve immediately, especially after they discover the decreases of number of birth rate. The existence of Mugyousha who jobless become more and more interesting because it has been appear among the Japanese who known as the workaholic. Key Words: Mugyousa, open unemployment, Japan, Bubble Economy, Credit Stuck, Job Stock Exchange, Young Generation, Traditional Norms.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil:S_SEJ_PUS m-2015; Pembimbing : I. Agus Mulyana, II. Lely Yulifar
Uncontrolled Keywords: Mugyousa, Pengangguran Terbuka, Jepang, Gelembung Ekonomi, Kredit Macet, Bursa Kerja, Angkatan Kerja Muda, Nilai Tradisional
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > DS Asia
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr. Cahya Mulyana
Date Deposited: 23 Feb 2017 01:23
Last Modified: 23 Feb 2017 01:23
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/23041

Actions (login required)

View Item View Item