PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN LONGSER DI KABUPATEN BANDUNG TAHUN 1975-2002: suatu tinjauan tentang peranan ateng japar sebagai seniman longser

Hariyono, Apriliani Hardiyanti (2015) PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN LONGSER DI KABUPATEN BANDUNG TAHUN 1975-2002: suatu tinjauan tentang peranan ateng japar sebagai seniman longser. Other thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105139_Title.pdf

Download (493kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105139_Abstract.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105139_Table_of_content.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105139_Chapter1.pdf

Download (291kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1105139_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (332kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105139_Chapter3.pdf

Download (384kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1105139_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (785kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105139_Chapter5.pdf

Download (214kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105139_Bibliography.pdf

Download (229kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1105139_Appendix1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (148kB)
[img] Text
S_SEJ_1105139_Appendix2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (59kB)
[img] Text
S_SEJ_1105139_Appendix3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (76kB)
[img] Text
S_SEJ_1105139_Appendix4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (117kB)
[img] Text
S_SEJ_1105139_Appendix5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (54kB)
[img] Text
S_SEJ_1105139_Appendix6.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (55kB)
Official URL: http://repository.upi.edu/

Abstract

Skripsi ini berjudul “Perkembangan Seni Pertunjukan Longser di Kabupaten Bandung Tahun 1975-2002: Suatu Tinjauan Tentang Peranan Ateng Japar Sebagai Seniman Longser”. Penelitian ini bertolak dari kekhawatiran peneliti terhadap seni pertunjukan Longser yang hampir punah. Untuk itu diperlukan upaya mempertahankan seni tradisi tersebut agar tetap bertahan di tengah kehidupan masyarakat modern saat ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini diantaranya: Pertama, Bagaimana latar belakang seni pertunjukan Longser sejak dipimpin oleh Ateng Japar? Kedua, Bagaimana peranan Ateng Japar dalam mengembangkan seni pertunjukan Longser Pancawarna (1975-2002)? Ketiga, Faktor-faktor apa saja yang dapat menghambat perkembangan seni pertunjukan Longser? Keempat, Bagaimana upaya pemerintah Kabupaten Bandung dan masyarakat dalam melestarikan seni pertunjukan Longser pasca meninggalnya Ateng Japar? Dalam penyusunan skripsi ini, peneliti menggunakan metode historis, yang terdiri dari empat langkah yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dijelaskan bahwa Longser merupakan seni teater rakyat yang hidup di daerah Priangan, khususnya Kabupaten Bandung. Longser seringkali disebut sebagai seni sandiwara rakyat yang banyak menampilkan tarian-tarian berpasangan dan memberikan kesempatan kepada para penonton untuk menari bersama dengan penarinya. Salah satu tokoh seniman dalam seni Longser yang terkenal ialah Ateng Japar. Pada tahun 1939 Ateng Japar mendirikan kelompok Longser yang diberi nama Pancawarna. Awalnya kelompok ini melakukan pertunjukannya dengan cara mengamen, namun memasuki tahun 1970an terjadi peralihan tempat pertunjukan menjadi ke dalam gedung kesenian. Selain itu di tahun yang sama (1970an) kelompok Longser Ateng Japar menjadi satu-satunya kelompok yang masih aktif melakukan pertunjukan di wilayah Bandung. Hal ini dikarenakan pada saat itu hanya kelompok Longser Ateng Japar yang digemari oleh masyarakat Bandung. Pada tahun 2002 sang seniman (Ateng Japar) diberitakan wafat dan hal ini berdampak pada perkembangan Longser yang semakin meredup. Eksistensi Longser semakin diperparah ketika sebagian masyarakatnya terutama dari kalangan generasi muda masih banyak yang belum mengetahui tentang Longser. Adapun salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bandung untuk melestarikan seni pertunjukan Longser adalah dengan cara melakukan kegiatan sosialisasi Longser kepada siswa-siswa dengan cara berkunjung ke sekolah-sekolah. Hal ini ditujukan untuk memperkenalkan kembali Longser, agar generasi muda dapat mempertahankan eksistensi Longser sebagai kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ---------- This scientific work entitled "The Development of Performing Arts in Bandung Regency Longser Year 1975-2002: An Overview of the Role Ateng Japar For Artists Longser". This study is based on the fears of the researcher of the performing arts Longser endangered, it is necessary for maintaining the tradition of art in order to stay afloat amid the life of today's modern society. Formulation of the problem are taken in this research are: First, What is the background of performing arts led by Ateng Longser since Japar? Secondly, How Japar Ateng role in developing the performing arts Longser Pancawarna (1975-2002)? Third, any factors which may inhibit the development of performing arts Longser? Fourth, how the government's efforts Bandung District and the community in preserving the performing arts after the death Longser Ateng Japar? In preparing this paper, the researcher uses historical method, which consists of four steps that heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Based on the results, it can be explained that Longser is the art of theater folk who live in the area Priangan, especially Bandung regency. Longser often referred to as a theatrical art displays many folk dances in pairs and provide an opportunity for the audience to dance along with the dancers. One of the figures in the artist's famous art Longser is Ateng Japar. In 1939 Ateng Japar establish Longser group named Pancawarna. Initially this group did show by way of singing, but entered the 1970s there was a shift in the venue into an art gallery. Also in the same year (1970) Japar Ateng Longser group be the only group that still actively performing in Bandung. This is because at that time only Ateng Japar Longser group that favored by the people of Bandung. In 2002 the artist (Ateng Japar) reported the death and this affects the development Longser increasingly dim. Existence Longser aggravated when most people especially among the younger generation there are many who do not know about Longser. As one of the efforts undertaken by the government to preserve the Bandung District Longser performing arts is to conduct socialization activities Longser to students by means visiting schools. It is intended to reintroduce Longser, so that younger generations can maintain the existence Longser as a traditional art that grows and develops in Bandung regency, West Java.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: No. Panggil : S SEJ HAR p-2015; Pembimbing : I. Suwirta II. Ayu Budi Santosa
Uncontrolled Keywords: teater rakyat jawa barat, longser, ateng japar, seniman longser, theater people of west java, longser, ateng japar, artists longser.
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > DS Asia
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 02 Sep 2016 07:06
Last Modified: 02 Sep 2016 07:06
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/22111

Actions (login required)

View Item View Item