KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA

Suryansyah S, Ade (2015) KEMENARIKAN KAWASAN PERCANDIAN MUARAJAMBI SEBAGAI DESTINASI WISATA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_GEO_1005435_Title.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_GEO_1005435_Abstract.pdf

Download (134kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_GEO_1005435_Table_of_content.pdf

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_GEO_1005435_Chapter1.pdf

Download (345kB) | Preview
[img] Text
S_GEO_1005435_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (349kB)
[img]
Preview
Text
S_GEO_1005435_Chapter3.pdf

Download (966kB) | Preview
[img] Text
S_GEO_1005435_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (5MB)
[img]
Preview
Text
S_GEO_1005435_Chapter5.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_GEO_1005435_Bibliography.pdf

Download (193kB) | Preview
[img] Text
S_GEO_1005435_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Kawasan Percandian Muarajambi merupakan cagar budaya nasional dengan luas 3.981 hektar yang mencakup 7 desa di 2 kecamatan. Keberagaman daya tarik wisata yang berada didalamnya berupa bangunan candi, perkebunan duku dan durian, pemukiman kuno, danau, sungai, kanal kuno, perkebunan dan bersentuhan langsung dengan pemukiman masyarakat.Tingginya pertumbuhan kunjungan wisatawan setiap tahun dan beragamnya daya tarikmenjadikan kawasan ini memiliki potensi kemenarikan menjadi destinasi wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor tingginya kunjungan, tingkat kemenarikan, peran masyarakat, dan peran pengelolaterhadap destinasi wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan melakukan wawancara, angket, dan skoring untuk memperoleh data primer, studi literatur dan dokumentasi untuk memperoleh data skunder. Teknik yang digunakan yaitu pengharkatan, perhitungan kemenariakan dan persentase. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari sampel wilayah meliputi semua daya tarik yang telah dikunjungi wisatawan dan sampel manusia yang terdiri dari wisatawan, penduduk sekitar dan pemerintah terkait. Sampel wisatawan dipilih sebanyak 100 responden dan sampel penduduk sebanyak 70 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental samplingpada wisatawan dan Random Sampling penduduk.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aksesibilitas dan daya tarik wisata merupakan faktor yang menyebabkan tingginya kunjungan wisata. Keberagaman daya tarik, kemenarikan dan keragaman aktifitas wisata memperoleh penilaian kemenarikan tertinggi oleh wisatawan. Upaya yang dilakukan pemerintah yaitu perencanaan mengembangkan pariwisata dengan tetap menjaga kelestarian bangunan candi, menyelenggarakan event wisata rutin, promosi dan pemugaran candi. Sapta pesona telah diterapkan penduduk sekitar karena secara umum merupakan kebiasaan sehari-hari dan telah terdapat kelompok penggerak pariwisata yaitu Padmasana Foudation. ---------- Muarajambi Temple Compounds is a national cultural heritage with total surface area of 3,981 hectares which includes 7 (seven) villages and 2 (two) districts. The diversity of tourist attractions in there is temples, duku and durian plantation, ancient settlement, lake, ancient canal, plantation and direct contact with people settlement. High growth of tourist arrivals every year and the diversity of tourist attractions making this area to have attraction potential become a tourism destination. The aim of this research is to determine the factors of high visits, attraction level, role of society, and role of manager for tourism destination. Methods that used in this research is descriptive methods by interview, questionnaire, and scoring to obtain primary data, literature study and documentation to obtain secondary data. Techniques that used is valuation, attraction calculation and percentation. Sample in this research consists of sample area including all of tourist attractions that has been visited by tourists and sample population that consists of tourists, people around area and related government. Tourists selected sample of 100 respondents and sample population of 70 respondents.The sampling technique used was accidental sampling for tourists and random sampling for the society.Result of this research shows that accessibility and tourist attractions is factor that leads to high tourism visits. Diversity of tourist attractions, attraction and various tourism activities gain highest attraction valuation by tourists. The efforts that have been done by government is tourism development planning by keeping the preservation of temples, organize tourism event routinely, promote and restore temples. Sapta pesona has applied by the society around the temples because generally it was a daily habits and there is a tourism activator group which is Padmasana Foundation.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: Additional information: No. Panggil: S GEO SUR p-2015; Pembimbing: I. Enok Maryani, II. Bagja Waluya
Uncontrolled Keywords: Kemenarikan, wisata, Candi, Attraction, Tourism , Temple
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Geografi
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 15 Jul 2016 08:53
Last Modified: 15 Jul 2016 08:53
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/20455

Actions (login required)

View Item View Item