Relevansi Mata Kuliah Teknologi Pengemasan dengan Unit Kompetensi Pengemasan pada SKKNI Industri Pangan

Ghaffar, Mufti (2015) Relevansi Mata Kuliah Teknologi Pengemasan dengan Unit Kompetensi Pengemasan pada SKKNI Industri Pangan. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PTA_1002311_Title.pdf

Download (376kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PTA_1002311_Abstract.pdf

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PTA_1002311_Table_of_content.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PTA_1002311_Chapter1.pdf

Download (158kB) | Preview
[img] Text
S_PTA_1002311_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (175kB)
[img]
Preview
Text
S_PTA_1002311_Chapter3.pdf

Download (155kB) | Preview
[img] Text
S_PTA_1002311_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (198kB)
[img]
Preview
Text
S_PTA_1002311_Chapter5.pdf

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PTA_1002311_Bibliography.pdf

Download (140kB) | Preview
[img] Text
S_PTA_1002311_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (7MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tingkat relevansi antara SAP mata kuliah teknologi pengemasan dengan dokumen SKKNI Industri Pangan unit kompetensi pengemasan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Studi dokumentasi dilakukan untuk mengkaji dokumen SAP Mata Kuliah teknologi pengemasan dan dokumen SKKNI Industri Pangan. Selain dokumentasi penelitian ini juga menggunakan metode wawancara yang dilakukan ke industri pangan yaitu PT Kraft Ultra Jaya Indonesia dan PT Garudafood Putra Putri Jaya. Wawancara di industri ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi apa saja yang dibutuhkan industri untuk lulusan S1 dan untuk mengetahui kesesuaian antara tujuan pembelajaran khusus pada mata kuliah teknologi pengemasan yang dibutuhkan oleh industri. Wawancara juga dilakukan kepada pihak kaprodi dan dosen pengampu mata kuliah teknologi pengemasan untuk mengetahui gambaran pengembangan kurikulum dan SAP mata kuliah teknologi pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat relevansi antara SAP mata kuliah teknologi pengemasan dengan dokumen SKKNI Industri Pangan unit kompetensi pengemasan, yaitu: 33,5% sangat relevan, 23% relevan, 10% kurang relevan, dan 33,5% tidak relevan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan masih ada yang kurang relevan dan juga relevan diantaranya karena: SKKNI belum dijadikan salah satu acuan dalam pengembangan SAP mata kuliah, terdapat kompetensi pada SKKNI Industri Pangan unit kompetensi pengemasan yang tidak terdapat relevansinya di mata kuliah teknologi pengemasan tetapi terdapat di mata kuliah lain, juga sarana dan prasarana yang terdapat di prodi masih belum memadai dengan belum adanya laboratorium teknologi pengemasan. Berdasarkan penelitian juga ditemukan tujuan pembelajaran khusus pada mata kuliah teknologi pengemasan yang berjumlah 13 poin sesuai dengan yang dibutuhkan di industri pangan. The purpose of this study was to obtain the level of relevance between lesson plan of packaging technology courses with document packaging unit competence of Food Industry SKKNI. The method used is descriptive research method. Studies conducted to examine the lesson plan document of packaging technology courses and Food Industry SKKNI document. In addition to the documentation this study also using interviews were conducted to PT Kraft Ultra Jaya Indonesia and PT Garudafood Putra Putri Jaya. Interviews conducted in this industry to know what competencies are needed to graduate S1 and industry to determine the compatibility between specific learning objectives in the course of packaging technologies required by industry. Interviews were also conducted to the head of the study program and lecturer to describe the packaging technology curriculum development and lesson plan packaging technology courses. The results showed the level of relevance between SAP courses packaging technology with packaging unit competence of Food Industry SKKNI document, i.e.: 33.5% very relevant, 23% relevant, 10% less relevant, and 33.5% are not relevant. There are several factors that cause there are less relevant and are also relevant such as: SKKNI not be used as a reference in the development of food technology course lesson plan, there is the competence of the Food Industry SKKNI packaging competency units that are not relevant in packaging technology subjects but there is in the another courses, and facilities and infrastructure are still inadequate in the study program with the lack of packaging technology laboratory. Based on the research also found specific learning objectives in packaging technology courses totaling 13 points as required in the food industry

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S PTA GHA r-2015; Pembimbing : I. Kamin Sumardi, II. Siti Mujdalipah
Uncontrolled Keywords: Relevansi, Kurikulum, Pengemasan, Pangan
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga > Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 29 Oct 2015 04:46
Last Modified: 29 Oct 2015 04:46
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/18471

Actions (login required)

View Item View Item