MODEL PEMBELAJARAN MENYIMAK AKTIF INTEGRATIF MELALUI MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI DETERMINAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK KRITIS MAHASISWA : Penelitian dan Pengembangan Model Pembelajaran Menyimak Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Bengkulu

Arono, (2013) MODEL PEMBELAJARAN MENYIMAK AKTIF INTEGRATIF MELALUI MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI DETERMINAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK KRITIS MAHASISWA : Penelitian dan Pengembangan Model Pembelajaran Menyimak Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Bengkulu. eprint_fieldopt_thesis_type_phd thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
D_BIND_1007108_TITLE.pdf

Download (325kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_BIND_1007108_ABSTACT.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_BIND_1007108_TABLE OF CONTENT.pdf

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_BIND_1007108_CHAPTER1.pdf

Download (366kB) | Preview
[img] Text
D_BIND_1007108_CHAPTER2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (585kB)
[img]
Preview
Text
D_BIND_1007108_CHAPTER3.pdf

Download (455kB) | Preview
[img] Text
D_BIND_1007108_CHAPTER4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
D_BIND_1007108_CHAPTER5.pdf

Download (643kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_BIND_1007108_CHAPTER6.pdf

Download (131kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_BIND_1007108_BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (403kB) | Preview
[img] Text
D_BIND_1007108_APPENDIX.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (410kB)

Abstract

Penelitian ini diawali oleh kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa dengan memanfaatkan media pembelajaran multimedia interaktif. Kenyataan menunjukkan bahwa pembelajaran menyimak kurang mendapatkan perhatian yang serius oleh dosen. Dosen masih terfokus pada pembelajaran menyimak yang bersifat teoretis, berpusat pada dosen, kurang mengaitkan antara pengetahuan menyimak dengan kegiatan menyimak mekanik, dan kurang memanfaatkan media dalam pembelajaran menyimak. Padahal, pembelajaran menyimak melalui multimedia interaktif akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan menyimak kritis mahasiswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran menyimak melalui multimedia interaktif yang dapat meningkatkan keterampilan menyimak kritis mahasiswa, baik dari segi desain multimedia maupun dari keefektifan model yang dikembangkan. Penelitian ini menerapkan metode penelitian dan pengembangan (R & D) dengan tiga tahapan proses penelitian dan pengembangan, yakni studi pendahuluan, pengembangan model, dan validiasi model. Validasi model digunakan dengan uji keefektifan secara terbatas dan luas dalam bentuk The Matching-Only Pratest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian ini ditentukan secara sampel bertujuan yang berjumlah 79 mahasiswa dan lima orang dosen untuk kelas eksperimen pada mahasiswa Semester I Universitas Bengkulu. Untuk kelas kontrol, sampelnya berjumlah 126 mahasiswa pada mahasiswa Semester I Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Untuk menjaring data yang diperlukan, peneliti menggunakan tes, angket, wawancara, dan pengamatan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: (1) Desain multimedia interaktif pembelajaran menyimak, yaitu desain yang didasarkan pada desain instruksional dengan menggabungkan model pembelajaran menyimak aktif integratif dan desain perangkat lunak. (2) Model PMAIMI merupakan model yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menyimak kritis mahasiswa. Hal ini didasarkan pada nilai gain (d) uji terbatas pada kelompok ekperimen (Model PMAIMI) sebesar 24,36 lebih besar dari gain (d) yang diperoleh pada kelompok kontrol sebesar 3,99. Begitu juga pada uji luas bahwa nilai gain (d) pada kelompok eksperimen (Model PMAIMI) sebesar 19,69 lebih besar dari gain (d) yang diperoleh pada kelompok kontrol sebesar 1,49. (3) Efektivitas Model PMAIMI dalam peningkatan kemampuan menyimak kritis uji terbatas kelas eksperimen sebesar 42,98%, sedangkan kelas kontrol hanya mengalami kenaikan sebesar 7,36%. Untuk uji luas, peningkatan kemampuan menyimak kritis kelas eksperimen 33,88%, sedangkan kelas kontrol hanya mengalami kenaikan sebesar 2,62%. (4) Kinerja strategi menyimak kritis dalam Model PMAI mampu meningkatkan kemampuan menyimak kritis mahasiswa sehingga model ini baik digunakan sebagai acuan implementasi model pembelajaran menyimak. (5) Media pembelajaran dengan multimedia interaktif lebih mampu meningkatkan keterampilan menyimak kritis mahasiswa dibandingkan dengan media pembelajaran audio karena menyimak tidak sebatas aspek aural, tetapi juga aspek visual yang terintegrasi dalam multimedia. This research was done to fulfill a need in improving students’ listening skill by using learning media of interactive multimedia. It was showed in the field that listening was lack attention seriously from the lecturers. They focused on learning listening theoritically, lecturers center, less of connection between listening knowledge and listening activities, and lack of using media in learning listening. However, learning listening through interactive multimedia would improve learning quality and students’ critical listening skill. Based on those problems, the goal of this research was to produce listening learning model through interactive multimedia that can impove students’ critical listening skill both in mutimedia design and model of effectiveness developed. This research applied research and development method (R & D) by using three steps of research and development process: preliminary study, model development, and model validity. Model validity was used with the effectiveness of limited and extensive tests in form of The Matching-Only Pratest-Posttest Control Group Design. Sample of this research used purposive sampling that consisted of 79 students and 5 lecturers for experiment class at first semester in Bengkulu University. Meanwhile, sample for control class was 126 students at first semester of Muhammadiyah University Bengkulu. To get the data, the researcher used test, questioner, interview, and observation. The data was analyzed by using quantitative and qualitative. Based on the data analysis, it could be concluded that: (1) listening learning interactive multimedia design was designed based on instructional design by combining integrative active listening learning model and software design. (2) PMAIMI model was effective model to improve students’ critical listening skill. This was based on gain value (d) limited test in experiment group (PMAIMI Model) at 24,36 which was bigger than gain (d) gotten from control group at 3,99. Moreover, in extensive test, gain value (d) at experiment group (PMAIMI Model) was at 19,69 bigger than gain (d) obtained from control group at 1,49. (3) PMAIMI Model effectiveness in improving critical listening ability in limited test at experiment class was 42,98%, whereas at control class the rise was only 7,36%. In extensive test, improving critical listening ability at experiment class was 33,88%, while at control class was only 2,62%. (4) Critical listening strategy performance in PMAI Model could improve students’ critical listening ability so that this model is better to be applied as an implimentation of reference in listening learning model. (5) Learning media with interactive multimedia could improve students’ critical listening skill than audio learning media because listening was not only aural aspect but also visual aspect integrated with multimedia.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (eprint_fieldopt_thesis_type_phd)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Indonesia S-3
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Indonesia S-3
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 26 Sep 2013 07:39
Last Modified: 26 Sep 2013 07:39
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/1835

Actions (login required)

View Item View Item