PENERAPAN MODEL TERATAI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI : Penelitian Eksperimen Kuasi terhadap Siswa Kelas III SD Negeri Cibeunying Lembang Tahun Ajaran 2012/2013

Sulistiawati, Lies (2013) PENERAPAN MODEL TERATAI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI : Penelitian Eksperimen Kuasi terhadap Siswa Kelas III SD Negeri Cibeunying Lembang Tahun Ajaran 2012/2013. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902878_Title.pdf

Download (283kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902878_Abstract.pdf

Download (179kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902878_Table_Of_Content.pdf

Download (320kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902878_Chapter1.pdf

Download (382kB) | Preview
[img] Text
S_PGSD_0902878_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (518kB)
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902878_Chapter3.pdf

Download (481kB) | Preview
[img] Text
S_PGSD_0902878_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (434kB)
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902878_Chapter5.pdf

Download (176kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902878_Bibliography.pdf

Download (333kB) | Preview
[img] Text
S_PGSD_0902878_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (527kB)

Abstract

Penilitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran menulis puisi di Sekolah Dasar, namun pada situasi di lapangan tidak jarang proses pembelajaran menulis puisi menjadi hal yang menakutkan bagi siswa sehingga siswa kurang serius dalam mengerjakan tugas bahkan merasa malas untuk mengikuti pembelajaran. Banyak hal yang melatarbelakangi keadaan tersebut yang diantaranya diakibatkan oleh kurang kreatifnya guru dalam menerapkan model pembelajaran, contohnya seperti guru tidak menerapkan metode yang variatif. Oleh karena itu penulis mencoba menerapkan model Teratai sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Model Teratai (Terjun, Amati, dan Rangkai) merupakan salah satu model pembelajaran yang bersifat kontekstual dan memanfaatkan alam sekitar sebagai media belajar. Model Teratai memiliki beberapa tahapan yaitu Terjun; Amati; dan Rangkai. Melalui tahapan terjun, siswa diajak secara langsung ke lapangan atau alam terbuka sehingga pembelajaran dilakukan secara outdoor. Tahapan selanjutnya yaitu amati, pada kegiatan ini siswa mengamati objek yang dijadikan isi puisi secara langsung dan menuliskan beberapa kata sesuai hasil pengamatan. Tahap akhir yang dilakukan yaitu merangkai kata-kata yang diperoleh menjadi baris-baris untuk menghasilkan suatu puisi yang padu. Samplenya adalah siswa kelas III SD Negeri Cibeunying Lembang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini berupa tes, yang terdiri dari pretes dan postes. Data hasil pretes dan postes kemampuan menulis puisi siswa kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Setelah melakukan analisis data secara menyeluruh diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model Teratai dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa model Teratai dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa, sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif yang digunakan pada proses pembelajaran bahasa maupun mata pelajaran lainnya. Abstract: This research is motivated by the importance of learning to write poetry in elementary school, but the situation on the ground is not uncommon process of learning to write poetry became scary thing for the students so that students are less serious in doing even feel lazy to keep learning. Many factors were behind the circumstances of which were caused by the lack of creative teachers in implementing instructional models, such as the teacher does not implement the methods varied. Therefore, the authors try to apply the model of Lotus as part of efforts to improve students' ability to write poetry. Lotus models (Waterfall, Observe, and Compose) is one of the contextual model of learning and utilizing the environment as a learning medium. Lotus models have several stages of the Falls; Amati, and Compose. Plunge through the stages, students were invited directly into the field or the open so that the learning is done outdoors. The next stage is observed, in this activity students observe objects that serve content directly poetry and write some words fit the observations. Conducted the final stage stringing words into lines obtained to produce a coherent poem. The sample is a third grade elementary school students Cibeunying Lembang. In this study, researchers used a quasi-experimental methods to design one-group pretest-posttest. Techniques of data collection in this research is a test, which consisted of a pretest and posttest. Data results of the pretest and posttest students' ability to write poetry and then analyzed using t-test. After conducting a thorough analysis of the data it is concluded that the application of Lotus models can improve students' ability to write poetry. Based on the results of this research is that Lotus models can improve students' ability to write poetry, so it can be used as an alternative is used in the process of language learning and other subjects. Keywords: Lotus Model and Poetry Writing Ability.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 25 Sep 2013 04:31
Last Modified: 25 Sep 2013 04:31
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/1739

Actions (login required)

View Item View Item