KAJIAN SEMIOTIKA DAN NILAI-NILAI MEMMANG DALAM RITUAL MAGGIRIK BISSU KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN SERTA PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMA

Masri, Andi Sulfana (2015) KAJIAN SEMIOTIKA DAN NILAI-NILAI MEMMANG DALAM RITUAL MAGGIRIK BISSU KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN SERTA PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMA. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_BIND_1302789_Title.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BIND_1302789_Abstract.pdf

Download (257kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BIND_1302789_Table_of_content.pdf

Download (236kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BIND_1302789_Chapter1.pdf

Download (426kB) | Preview
[img] Text
T_BIND_1302789_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (540kB)
[img]
Preview
Text
T_BIND_1302789_Chapter3.pdf

Download (169kB) | Preview
[img] Text
T_BIND_1302789_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
T_BIND_1302789_Chapter5.pdf

Download (957kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BIND_1302789_Chapter6.pdf

Download (290kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BIND_1302789_Bibliography.pdf

Download (232kB) | Preview
[img] Text
T_BIND_1302789_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu/

Abstract

Tesis ini berjudul “Kajian Semiotika dan Nilai-nilai Memmang dalam Ritual Maggirik Bissu Di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan Serta Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Sastra Indonesia”. Penelitian ini dilatarbelakangi pandangan bahwa memmang maggirik bissu sebagai folklor dan sebagai sastra lisan dapat berfungsi sebagai alat pendidikan dan pengajaran karena mengandung nilai-nilai luhur. Selain itu, memmang maggirik dibacakan oleh bissu, yaitu pendeta Bugis Kuno yang banyak diceritakan di dalam karya sastra terpanjang di dunia I La Galigo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai: struktur teks memmang dalam ritual maggirik bissu; konteks tuturan memmang dalam ritual maggirik bissu; makna memmang dalam ritual maggirik bissu; fungsi memmang dalam ritual maggirik bissu; nilai-nilai yang terkandung dalam teks memmang pada ritual maggirik bissu; dan perangkat pembelajaran Sastra di SMA dengan memanfaatkan hasil analisis teks memmang dalam ritual maggirik bissu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik observasi, teknik wawancara mendalam, studi dokumen, dan studi kepustakaan. Partisipan dalam penelitian ini adalah Puang Matowa (ketua), Puang Lolo (wakil ketua), dan empat anggota bissu. Penelitian dilakukan di desa Segeri, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Data dalam penelitian ini adalah teks memmang pada ritual tari maggirik pada beberapa acara, yaitu memmang maggirik dalam upacara mappalili, memmang maggirik dalam ritual songkabalang, dan memmang maggirik pada pementasan biasa. Hasil analisis data menunjukkan: berdasarkan pembacaan semiotika pada tataran heuristik, teks memmang tidak menyampaikan makna secara langsung, tetapi bentuk sintaksis dan bunyi yang hadir pada teks adalah untuk mendukung hasil pembacaan hermeneutik teks; baik konteks budaya, konteks situasi, konteks sosial, maupun konteks ideologi, kesemuanya menyokong sifat kesakralan memmang dan menimbulkan daya sugestif, sehingga membuat memmang dipercaya dapat mendatangkan berkah kepada pemohon; fungsi memmang ritual maggirik tersebut adalah sebagai bagian dari ritual, sebagai alat pendidikan, sebagai alat permohonan berkah, dan sebagai alat pengesahan budaya Bugis; nilai-nilai budaya yang terkandung dalam memmang adalah nilai siri na pace’, tudang sipulung, dan falsafah sulapa’ eppa’, senjata tradisional badik, dan nilai pengobatan tradisional. Nilai-nilai religius memmang ritual maggirik berkaitan dengan ajaran mengenai hubungan manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan dirinya sendri, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam. The thesis is entitle “Teaching Semiotics and The values of Memmang within Maggirik Bissu Ritual in Kabupaten Pangkep South of Sulawesi with its utilization in Indonesia Literature Learning”. The aim of this study is to describe the structure of the text, context, speech, function and the values of text memmang within maggirik bissu ritual and as the learning equipment of literature in Senior High School (SMA) by using analysis of memmang text within maggirik bissu ritual. The background of this research influenced by awareness that folklore, involves the types of magic, having a usefulness gathering collective in life, in particularly in education tools. Comprehension toward of means and values are the essential thing then the function of culture as an education tools can be carried out. This research use descriptive-qualitative method. Observation, deep interview, paper study, and study literature techniques are used as the technique for collecting data. The participants of this research are Puang Matowa, (head of bissu), Puang Lolo (vice head of group), and four members of bissu. The research was taken in desa Segeri, Kabupaten Pangkep, South of Sulawesi. The main data of this research is memmang text within maggirik bissu ritual in a few ceremony, that is memmang maggirik in mappalili ceremony, memmang maggirik in songkabalang ritual, and memmang maggirik in usual ceremony. Result data analysis shows that, based reading of semiotics at the level of heuristics, memmang text does not convey meaning directly, but syntactic forms and sounds that are present in the text are to support the hermeneutic reading of the text; well is culture, situation or environment, social, even in ideology context, all of these encourages the sacred memmang characteristic and making suggestive energy, then memmang can be trusted as a blessing to the human. Means of memmang within maggirik ritual, basically related to the command to the human that have to life in better way. Function of memmang as the parts of ritual, education tools, appealing of blessing, and as an endorsement of Bugis culture. The values that implied in memmang are, siri na pace’, tudang sipulung, and philosophy of sulapa’ eppa’, badik as traditional weapon, and traditional medical treatment. Religion values of memmang maggirik ritual related to the relationship of the human with God, to itself, to the others, and to the nature.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil : T BIND Mas k Pembimbing : I. tedi Permadi
Uncontrolled Keywords: semiotics, values, memmang maggirik bissu, instructional literature
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Indonesia S-2
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 01 Oct 2015 01:41
Last Modified: 01 Oct 2015 01:41
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/17081

Actions (login required)

View Item View Item