KUMPULAN CERITA PENDEK PANGGUNG WAYANG: Pendekatan Strukturalisme dan Psikologi Sastra

Saputra, Roni Suryana (2014) KUMPULAN CERITA PENDEK PANGGUNG WAYANG: Pendekatan Strukturalisme dan Psikologi Sastra. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_PBBS_1201340_Title.pdf

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PBBS_1201340_Abstract.pdf

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PBBS_1201340_Table_of_content.pdf

Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PBBS_1201340_Chapter1.pdf

Download (287kB) | Preview
[img] Text
T_PBBS_1201340_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (555kB)
[img]
Preview
Text
T_PBBS_1201340_Chapter3.pdf

Download (431kB) | Preview
[img] Text
T_PBBS_1201340_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (876kB)
[img]
Preview
Text
T_PBBS_1201340_Chapter5.pdf

Download (145kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PBBS_1201340_Bibliography.pdf

Download (142kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita, aspek psikologi tokoh, hubungan antarunsur dalam keutuhan cerita, serta hubungan antara aspek psikologis dengan struktur cerita. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan strukturalisme dan psikologi sastra, yang beranggapan bahwa karya sastra dibangun oleh struktur-struktur yang saling mendukung dan melengkapi, serta karya sastra selalu menggambarkan gejala-gejala kejiwaan yang dialami oleh tokoh-tokohnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sedangkan tehnik yang digunakan adalah telaah pustaka dan analisis wacana. Berdasarkan hasil penelitian, (1) tema yang diangkat dalam kumpulan cerita pendek ini sebagian besar menceritakan masalah sehari-hari seperti masalah budaya, percintaan, kondisi sosial, tanggung jawab, mistik, misteri, dan rumah tangga, (2) alur yang tergambar menggunakan alur maju dan “book tengah”, (3) tokoh dalam kumpulan cerita pendek ini menggambarkan tokoh wanita yang mempunyai karakter pencemburu, perasa, mandiri, bertanggung jawab, dan penuh kasih. Sedangkan tokoh laki-laki digambarkan dengan karakter, egois, diktator, pencemburu, emosional, tidak bertanggung jawab, dan mengumbar nafsu. Penokohan yang tergambar dalam kumpulan cerpen ini menggunakan tehnik ekspositori dan tehnik dramatik, (4) latar tempat yang tergambar dalam kumpulan cerita pendek ini menggambarkan kondisi di perkotaan, perkampungan, perumahan, dan alam. Adapun kondisi sosial yang tergambar sebagian besar menggambarkan individu dengan status sosial yang tinggi, miskin, berpendidikan, dan mempunyai pekerjaan yang tetap, (5 ) judul yang terdapat dalam kumpulan cerpen ini sebagian besar bermakna konotasi, bukan dalam arti sebenarnya dan perlu diberi makna serta diinterpretasikan lagi, (6) pusat pengisahan dalam kumpulan cerita pendek ini menggunakan pusat pengisahan orang ketiga dan orang pertama (7) gaya bahasa/majas yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek ini sebagian besar menggunakan gaya bahasa simile, personifikasi, hiperbola, metonomia, ironi, peripraseu, dan eufimisme, (8) sedangkan aspek psikologis menggambarkan stimulus respon yang membentuk karakter dan perilaku tokoh-tokohnya yang sudah terkondisikan oleh lingkungan yang berada di sekitarnya. The thesis was intended to describe the structure of the short story, the characters’ psychological aspects, the relationship among aspects in the complete stories, and the relationship among psychological aspects with structures of the stories. It used structuralism and psychological literature approach which assumed that literary works were constructed by structures that supported and completed each other, and literary works frequently showed psychological phenomena experienced by the characters. The method employed was descriptive method. It used literature reviews and document analysis technique. It was then found out that (1) the theme raised in the collection of short stories were mostly about daily life such as cultural issues, love, social condition, responsibility, mystic, mystery, and household, (2) the plot illustrated was progressive and “bobok tengah”, (3) the character of the stories indicated a woman who was envious, sensitive, autonomous, responsible, and full of love, while the man character was described as a selfish person, dictator, full of jealous, emotional, irresponsible, and exploded his desire. The characters illustrated in the short stories used expository and dramatic technique, (4) the setting shown condition in towns, villages, housing complex, and nature. The social condition illustrated were mostly about individuals with high-social status, poor, educated, and had firm jobs, (5) most titles in the collection were connotative, not in the true meaning, and needed to be meant and interpreted more, (6) the point of view used the third person point of view and the first person point of view, (7) the figure of speech mostly used terms, methapore, hyperbolic, personification, metonim, periphrase, and euphemism (8) psychological aspects indicated stimulus response which constructed characters and their characteristics conditioned by the environment.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil: T PBBS SAP k-2014; Pembimbing: I. Dedi Koswara, II. Ruhaliah
Uncontrolled Keywords: Cerita Pendek Panggung Wayang, Pendekatan Strukturalisme dan Psikologi Sastra
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 07 Aug 2015 08:23
Last Modified: 07 Aug 2015 08:23
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/15975

Actions (login required)

View Item View Item