PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TARI BAMBU PADA PEMBELAJARAN BERBICARA: Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas VII SMP Yas Bandung Tahun Ajaran 2012-2013

Pujiastuti, Leni (2013) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TARI BAMBU PADA PEMBELAJARAN BERBICARA: Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas VII SMP Yas Bandung Tahun Ajaran 2012-2013. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_IND_0900630_Title.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_0900630_Abstract.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_0900630_Table of Content.pdf

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_0900630_Chapter1.pdf

Download (282kB) | Preview
[img] Text
S_IND_0900630_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (351kB)
[img]
Preview
Text
S_IND_0900630_Chapter3.pdf

Download (426kB) | Preview
[img] Text
S_IND_0900630_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (968kB)
[img]
Preview
Text
S_IND_0900630_Chapter5.pdf

Download (188kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_0900630_Bibliography.pdf

Download (259kB) | Preview
[img] Text
S_IND_0900630_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (246kB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Tari Bambu pada Pembelajaran Berbicara” (Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas VII SMP YAS Bandung Tahun Ajaran 2012-2013). Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan: 1) bagaimana kemampuan berbicara siswa kelas VII semester dua SMP YAS Bandung dalam menceritakan tokoh idola sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik tari bambu; 2) bagaimana kemampuan berbicara siswa kelas VII semester dua SMP YAS Bandung dalam menceritakan tokoh idola sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik tari bambu; 3) adakah perbedaan yang signifikan antara kemampuan berbicara siswa kelas VII semester dua SMP YAS Bandung dalam menceritakan tokoh idola di kelas eksperimen sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik tari bambu dengan kelas pembanding yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik tari bambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini berupa tes lisan, observasi, dan penilaian unjuk kerja (kinerja). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII E sebagai kelas eksperimen dan VII F sebagai kelas pembanding. Kemampuan berbicara siswa dalam menceritakan tokoh idola sebelum mendapat pelakuan secara keseluruhan masih kurang maksimal. Hal itu tergambar pada perolehan nilai prates di kelas eksperimen mendapat nilai rata-rata 63,65, sedangkan kelas pembanding 69. Pada pascates kelas eksperimen mendapat nilai rata-rata 82,66, sedangkan kelas pembanding 79,19 sehingga kemampuan berbicara siswa dalam menceritakan tokoh idola di kelas eksperimen dan kelas pembanding mengalami peningkatan. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berbicara siswa dalam menceritakan tokoh idola kelas eksperimen dengan kelas pembanding. Hasil penelitian ini diperkuat dengan adanya perhitungan statistik. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan antara data hasil prates dan pascates dengan melakukan uji hipotesis. Hasil yang didapat thitung sebesar 6,193 dan ttabel dengan derajat kebebasan 92 dan taraf signifikansi 1% atau taraf kepercayaan 99% adalah 2,36. Hal ini berarti thitung (6,193) > ttabel (2,36), dengan begitu perbedaan antara nilai prates dan pascates terbukti signifikan dan hipotesis kerja dapat diterima. Simpulan penelitian ini adalah kemampuan berbicara siswa dalam menceritakan tokoh idola di kelas eksperimen mengalami peningkatan dan perbedaan yang signifikan dengan kelas pembanding sesudah diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif teknik tari bambu. Guru bahasa dan sastra Indonesia dapat memanfaatkan model pembelajaran kooperatif teknik tari bambu ini sebagai salah satu alternatif model yang digunakan pada pembelajaran berbicara untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam menceritakan tokoh idola dan perlu diadakan penelitian lanjutan mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif teknik tari bambu ini dalam pembelajaran lainnya untuk membuktikan keefektifan model pembelajaran kooperatif teknik tari bambu yang diterapkan pada pembelajaran lain. This skripsi entitled "Application of Model Cooperative Learning Techniques in Teaching Speaking Bamboo Dance" (Quasi-Experimental Research on Seventh Grade Students of SMP YAS London School Year 2012-2013). This study aims to answer these questions: 1) how the students 'speaking ability VII semester of eighth grade YAS Bandung in telling the idol before using cooperative learning model bamboo dance techniques, 2) how students' speaking ability VII semester of eighth grade YAS Bandung in telling idol after using cooperative learning model bamboo dance techniques; 3) is there a significant difference between students' speaking ability VII semester of eighth grade YAS Bandung in telling the idol in the classroom before and after the experiment using a model of cooperative learning with the bamboo dance technique classes are not comparable use cooperative learning model bamboo dance technique. The method used in this study is a quasi-experiment. Instruments used in this research is the data collection oral tests, observation, and assessment of performance (performance). Samples taken in this study were students of class VII as an experimental class E and class VII F as a comparison. Their speaking ability in telling the idol before it gets its commission as a whole is still less than the maximum. This was reflected in the acquisition of pre-test in the experimental class scored an average of 63.65, while the comparison class 69. At post-test experimental class scored an average of 82.66, while 79.19 comparator class so that students' speaking ability in telling the idol in the experimental class and comparison class has increased. Thus, there are significant differences between students' speaking ability in telling the class idol comparison experiments with the class. The result is reinforced by statistical calculations. Based on the calculations have been made between the pre-test and post-test results data to test the hypothesis. The results obtained at 6.193 and ttable t with 92 degrees of freedom and a significance level of 1% or the 99% confidence level is 2.36. This means that t (6.193)> t table (2.36), so the difference between the pre-test and post-test proved significant and acceptable working hypothesis. Conclusion of this study is the ability to speak in telling students in the experimental class idol has increased and a significant difference with the comparison class after cooperative learning model treated bamboo dance technique. Indonesian language and literature teachers can use cooperative learning model bamboo dance technique as an alternative model used in the study talked to improve their speaking ability in telling the idol and there should be further research on the application of cooperative learning model bamboo dance technique in other learning to prove the effectiveness of cooperative learning model bamboo dance techniques as applied to other learning.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia > Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia > Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 24 Sep 2013 02:49
Last Modified: 24 Sep 2013 02:49
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/1568

Actions (login required)

View Item View Item