KETERJEMAHAN SECONDARY MEANING TUTURAN IMPERATIF DALAM ALQURAN : Analisis Keterjemahan Tuturan Imperatif dan Quran Terjemah DEPAG dan Quran Terjemah Al Furqan

Andayani, _ (2014) KETERJEMAHAN SECONDARY MEANING TUTURAN IMPERATIF DALAM ALQURAN : Analisis Keterjemahan Tuturan Imperatif dan Quran Terjemah DEPAG dan Quran Terjemah Al Furqan. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_ARB_1006521_Title.pdf

Download (358kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ARB_1006521_Table_of _conten.pdf

Download (324kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ARB_1006521_Abstract.pdf

Download (387kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ARB_1006521_Chapter1.pdf

Download (396kB) | Preview
[img] Text
S_ARB_1006521_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (824kB)
[img]
Preview
Text
S_ARB_1006521_Chapter3.pdf

Download (641kB) | Preview
[img] Text
S_ARB_1006521_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (771kB)
[img]
Preview
Text
S_ARB_1006521_Chapter5.pdf

Download (290kB) | Preview
[img] Text
S_ARB_1006521_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (633kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Sudah banyak usaha yang dilakukan untuk mengalihkan bahasa. Kegiatan tersebut sudah dilakukan dari sejak zaman dulu. Begitupun dengan menerjemahakan ayat-ayat Alquran, tetapi masih saja ada perbedaan dalam menterjemahkan makna dari ayat-ayat Alquran tersebut. Karena adanya perbedaan budaya, kebiasaan, situasi dan kondisi di setiap tempat. Selain itu juga karena dalam Alquran terdapat banyak jenis perkataan atau tuturan, salah satunya adalah tuturan imperatif (‘amr) yang memiliki banyak bentuk yang bermacam-macam sehingga tuturan ini tidak hanya menunjukkan makna aslinya, tapi juga menunjukkan maknanya yang lain. Hal tersebut seringkali menimbulkan perbedaan pendapat dalam memaknainya. Makna lain yang terdapat dalam tuturan imperatif tersebut diantaranya du’a, iltimas, irsyad, tamanny, ibaahah, takhyiir, tahdid, ta’jiz, taswiyah dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk tuturan imperatif dalam Alquran, analisis makna-makna sekunder tuturan imperatif dan keterjemahannya dalam bahasa Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah ayat-ayat Alquran yang mengandung makna sekunder imperatif saja, karena makna sekunder yang diteliti dalam penelitian ini tidak hanya satu makna saja, dan tidak memungkinkan jika seluruh ayat Alquran satu persatu dianalisis, maka sampel dalam penlitian ini menggunakan satu ayat untuk contoh di setiap makna sekunder. Kemudian Alquran terjemahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quran terjemah DEPAG dan Quran terjemah Alfurqan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, studi pustaka, dan teknik catat. Kemudian data yang sudah terkumpul dianalisis dengan mengidentifikasikan karakter khusus suatu pesan secara objektif, sistematis, dan kemudian digeneralisasikan. Setelah data tersebut dianalisis, maka dapat diambil hasil temuan dari penelitian ini. Sehingga peneliti menemukan beberapa bentuk imperatif dalam Alquran, yaitu fi’il ‘amr, dan fi’il mudhari yang disertai lam ‘amr. Dan makna sekunder dari tuturan imperatif adalah makna do’a, makna iltimas(perintah kepada sebaya), makna tamanny (berangan-angan), makna tahdid (ancaman), makna ta’jiz (melemahkan), makna taswiyah (menyamakan), makna takhyir (memilih), makna ibahah (membolehkan), makna irsyad (bimbingan), makna ihanah (merendahkan), makna i’tibar (memikirkan), makna takwiin (penetapan), dan makna ta’ajjub. Kemuadian dari dua Quran terjemahan yang dijadikan penelitian dalam penelitian ini, ditemukan bahwa Quran terjemahan DEPAG lah yang dapat menyampaikan secondary meaning tuturan imperatif dengan baik jika dibandingkan dengan Quran terjemahan Alfurqan. There have been many efforts are being done in translating language, it has been being undertaking since ancient times. Likewise with translating the verses of the Qur'an, on other words there are still differences in interpreting the meaning of the verses of Qur'an. Because of the differences in cultures, customs, and conditions of the situation in each place. In addition, there are some types of utterances in the Qur’an, one of them is imperative utterances ('amr) which have many diverse forms that not only show the original meaning, but also show that another meaning. It frequently creates a distinction idea in its interpretation, the other meanings in imperative utterances including du'a, iltimas, irshad, tamanny, ibaahah, takhyiir, tahdid, ta'jiz, taswiyah and else. The purpose of this Research is to discover the forms of imperative utterances in the Qur’an, analyse the secondary meanings of imperative utterances in Bahasa. The sample that used in this research is the Qur’an verses contained the common secondary meanings of imperative utterances. Then, In this research was used DEPAG’s Qur’an Translation and Al Furqan’s Qur’an Translation. The Data collection techniques that used in this research are documentation, literature study, technical notes. Afterwards, the data that had been collected by identifying the particular instruction objectively, systematically, and generalizing it. So, the researcher found some imperative forms in the Qur’an namely fi’il ‘amr, fi’il mudhari accompanied lam ‘amr, isim fi’il ‘amr, and mashdar substituted fi’il. And, the secondary meaning from imperative utterances are meaning of prayer, meaning iltimas (order to peer), meaning of tamanny (delusion), tahdid (threat), ta'jiz (weaken),taswiyah (equalizing),takhyir (selecting), ibahah (allowing), irshad (guidance),ihanah (degrading), I'tibar (thinking), takwiin (determination), and the meaning of ta'ajjub. Afterwards, two translations of the Qur'an that are used in this reasearch, it was found that the DEPAG’s Quran translation can deliver secondary meaning of imperative utterances well, If it is compared with the translation of the Al Furan’s Quran translation.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S ARB AND P-2014 Pembimbing: I. Dudung, II. Zaka Alfarizi
Uncontrolled Keywords: Keterjemahan Secondary Meaning Tuturan Imperatif dalam Alquran Translating of Secondary Meaning Imperative utterances in the Qur’an
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Staf Koordinator 2
Date Deposited: 11 Jun 2015 03:32
Last Modified: 11 Jun 2015 03:32
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/14716

Actions (login required)

View Item View Item