EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE ANALISIS KONTRASTIF TERHADAP PENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM ILMU NAHWU: Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI MA Pesantren Persatuan Islam 60 Katapang Bandung Tahun Ajaran 2012/2013

Agniansyah, Mohamad Firman (2013) EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE ANALISIS KONTRASTIF TERHADAP PENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM ILMU NAHWU: Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI MA Pesantren Persatuan Islam 60 Katapang Bandung Tahun Ajaran 2012/2013. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_ARB_0906580_title.pdf

Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ARB_0906580_abstract.pdf

Download (242kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ARB_0906580_tableofcontent.pdf

Download (385kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ARB_0906580_chapter1.pdf

Download (553kB) | Preview
[img] Text
S_ARB_0906580_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (781kB)
[img]
Preview
Text
S_ARB_0906580_chapter3.pdf

Download (948kB) | Preview
[img] Text
S_ARB_0906580_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (765kB)
[img]
Preview
Text
S_ARB_0906580_chapter5.pdf

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ARB_0906580_abstract.pdf

Download (242kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman dan temuan peneliti yang menunjukkan rendahnya penguasaan materi nahwu siswa, baik dari segi substansi kajian, model pembelajaran, maupun minat pelajarnya. Mengingat pentingnya ilmu nahwu dalam keilmuan bahasa Arab, maka problematika tersebut harus segera disikapi dan dicarikan solusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang interaktif, partisifatif dan memicu kemampuan pemahaman siswa. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan metode analisis kontrastif, dimana model pembelajaran ini menyajikan materi pelajaran dengan membandingkan struktur bahasa ibu dengan bahasa kedua, yang diharapkan melalui perbandingan ini dapat diidentifikasi perbedaan dan persamaan antara struktur bahasa ibu dengan bahasa kedua sehingga diharapkan dapat mempermudah siswa dalam pembelajaran ilmu nahwu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan quasi experimental nonequivalent control group design yakni menggunakan dua kelas sebagai sampel kelas eksperimen dan kelas kontrol. Langkah awal pemberian pretest untuk mengetahui keadaan awal di kedua kelas tersebut, kemudian pemberian treatment pada kelas eksperimen, lalu pelaksanaan posttest untuk mengetahui keadaan akhir kedua kelas tersebut setelah memperoleh materi sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditentukan. Hasil penelitian menyebutkan nilai rata-rata tes awal kelas kontrol dan kelas eksperimen berturut-turut sebesar 47,89 dan 49,44 dengan selisih rata-rata nilai sebesar 1,55. Sementara nilai rata-rata tes akhir kelas eksperimen adalah 79,72 lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol yang sebesar 60.00 dengan selisih rata-rata nilai sebesar 19,72. Adapun Rata-rata peningkatan (gain) yang diperoleh tiap kelas, yaitu kelas kontrol sebesar 10 dan rata-rata pengingkatan kelas eksperimen sebesar 40 dengan selisih sebesar 30.. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode analisis kontrastif dalam pembelajaran ilmu nahwu lebih efektif dibandingkan dengan penerapan metode konvensional tanpa penggunaan model tersebut This research is motivated by the experiences and research findings that showed lower nahwu student mastery of the material, both in terms of the substance of the study, learning model, as well as interest in their students. Given the importance of science in science nahwu Arabic, then these problems must be addressed and a solution found. The purpose of this research is to create a learning environment that is interactive, participative and spark students' comprehension skills. Therefore, researchers are trying to use the method of contrastive analysis, which presents the learning model by comparing the structure of the subject matter with the mother tongue second language, which is expected to be identified through the comparison of the differences and similarities between the structure of the native language to the second language which is expected to facilitate students in nahwu science learning. The method used in this study is a quasi experimental nonequivalent control group design that uses two classes as samples of experimental class and the control class. The initial step to determine the state of pretest administration early in the second class, then the provision of treatment in the experimental class, then the implementation of the posttest to determine the final state of the second class after obtaining the material in accordance with the steps that have been determined. The study says the average value of the initial test grade control and experimental classes respectively at 47.89 and 49.44 with a mean difference score of 1.55. While the average value of the final test experimental class was 79.72 greater than the control class difference that amounted to 60.00 with an average value of 19.72. The average increase (gain) obtained per class, ie control class is 10 and the average pengingkatan experimental class of 40 with a difference of 30 .. Thus, it can be concluded that the use of the method of contrastive analysis in teaching science nahwu more effective than the application of conventional methods without the use of the model.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 23 Sep 2013 03:21
Last Modified: 23 Sep 2013 03:21
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/1448

Actions (login required)

View Item View Item