KONTRIBUSI APRESIASI PEMBELAJARAN SEJARAH, PENGHAYATAN IDEOLOGI PANCASILA DAN NILAI-NILAI AGAMA TERHADAP SIKAP NASIONALISME : Penelitian Pada Siswa Madrasah Aliyah Se-Kabupaten Jember)

Na’im, Mohamad (2014) KONTRIBUSI APRESIASI PEMBELAJARAN SEJARAH, PENGHAYATAN IDEOLOGI PANCASILA DAN NILAI-NILAI AGAMA TERHADAP SIKAP NASIONALISME : Penelitian Pada Siswa Madrasah Aliyah Se-Kabupaten Jember). eprint_fieldopt_thesis_type_phd thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_IPS_0908406_Title.pdf

Download (292kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_0908406_Table_of_content.pdf

Download (229kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_0908406_Abstract.pdf

Download (249kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_0908406_Chapter1.pdf

Download (212kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_0908406_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (988kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
S_IPS_0908406_Chapter3.pdf

Download (424kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_0908406_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (586kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
S_IPS_0908406_Chapter5.pdf

Download (271kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_0908406_Bibliography.pdf

Download (632kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_0908406_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Sikap nasionalisme siswa SMA/MA saat ini rendah dan menghawatirkan. Hal ini diindikasikan oleh sering terjadinya tawuran antar kelompok remaja, pertikaian antar etnis, antar kelompok agama dll, dimana mayoritas pelakunya adalah anak remaja. Perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji lebih jauh bagaimana peran pembelajaran Sejarah, PKn dan juga Pendidikan Agama dalam membangun karakter dan menumbuhkembangkan sikap nasionalisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ada tidaknya kontribusi yang signifikan dari apresiasi pembelajaran sejarah, penghayatan ideologi Pancasila dan penghayatan nilai-nilai agama terhadap sikap nasionalisme. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan Concurrent embedded strategy, yakni campuran yang tidak seimbang atau dikenal juga dengan “ the dominant-less dominant design”. Penggunaan kombinasi kuantitatif dan kualitatif akan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik. Bagian pertama dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitiannya adalah penelitian korelasional, yakni mencari hubungan antar variabel. Variabel yang diteliti meliputi apresiasi pembelajaran sejarah sebagai variabel bebas pertama (X1), penghayatan ideologi Pancasila sebagai variabel bebas kedua (X2), penghayatan nilai-nilai agama sebagai variabel bebas ketiga (X3) dan sikap nasionalisme sebagai variabel terikat (Y). Metode pengumpulan data dengan kuesioner dan dilengkapi dengan wawancara dan observasi. Data kuantitatif diperoleh dari sampel yang dipilih secara random dengan teknik undian. Pengumpulan data kualitatif dikumpulkan berdasarkan sampel purposive dan snowball. Data kuantitatif yang telah terkumpul dianalisis dengan statistik dan data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini diperoleh temuan: ada kontribusi yang signifikan dari apresiasi pembelajaran sejarah, penghayatan ideologi Pancasila dan penghayatan nilai-nilai agama terhadap sikap nasionalisme. Kontribusi yang paling besar diperoleh dari penghayatan nilai-nilai agama yaitu sebesar 36,4 % sementara yang besar kedua adalah kontribusi apresiasi pembelajaran sejarah sebesar 19,6% selanjutnya yang ketiga adalah kontribusi penghayatan ideologi Pancasila sebesar 10,1%, Total ketiga variabel ini sebesar 66,1 %. Sisanya sebesar 33,9 % disebabkan variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Kontribusi sebesar 66,1 % merupakan kontribusi yang sangat besar, maka dalam rangka untuk menumbuhkembangkan sikap nasionalisme, dapat dilakukan secara sinergi melalui apresiasi pembelajaran sejarah, penghayatan ideologi Pancasila dan penghayatan nilai-nilai agama. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kualitas pembelajaran sejarah, PKn dan Pendidikan Agama Islam. The nationalism attitude of SMA/MA (Senior High School) students in recent years is low and at a worrying level. This is indicated by the frequent occurrence of brawl among youth groups, inter-ethnic conflicts, inter religious groups, etc., in which the majority of the perpetrators are teenagers. Research is needed to examine further the role of instruction in History, Civics and Religious teaching in building character and cultivation of nationalism attitude. The purpose of this study was to examine whether there is a significant contribution of appreciation of history instruction, manifestation of Pancasila ideology and manifestation of religious values to nationalism attitude. This study used two approaches, quantitative and qualitative approaches with Concurrent embedded strategy / unbalanced mixture or also known as "the dominant-less dominant design". The combination of quantitative and qualitative approach would be able to gain a better understanding. The first part of this study used a quantitative approach. The design of the research was correlational research, the search for relationships between variables. Variables which were examined included the appreciation of History instruction as the first independent variable (X1), manifestation of Pancasila ideology as the second independent variable (X2), manifestation of religious values as the third independent variable (X3) and nationalism attitude as the dependent variable (Y). Questionnaire was used for data collection method complemented with interviews and observation. Quantitative data was obtained from a randomly selected sample with lottery technique. Qualitative data was collected using on purposive and snowball sampling. Quantitative data that had been collected was analyzed statistically while the qualitative data was analyzed descriptive qualitatively. Findings obtained from this study showed that: there was a significant contribution of appreciation of history instruction, manifestation of Pancasila ideology and manifestation of religious values to nationalism attitude. The greatest contribution is obtained from the manifestation of religious values by 36.4 % while the second great contribution was the contribution of appreciation of History instruction by 19.6 % and the third contribution was the manifestation of Pancasila ideology by 10.1%. The total amount of these three variables was 66,1%. The rest 33.9% was due to other variables not included in this research. The contribution of 66.1% was said tobe a very large contribution. So in order to foster nationalism attitude, the appreciation of the History instruction, the manifestation of Pancasila ideology and manifestation of religious values should be done in a synergy manner. Therefore, it is necessary to improve the quality of History, Civics and Islamic religion instruction.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (eprint_fieldopt_thesis_type_phd)
Additional Information: No.Panggil: D IPS NAI k-2014
Uncontrolled Keywords: Ideologi Pancasila Dan Nilai-Nilai Agama Terhadap Sikap Nasionalisme
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan IPS S-3
Depositing User: Staff DAM
Date Deposited: 12 Mar 2015 04:11
Last Modified: 12 Mar 2015 04:11
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/13987

Actions (login required)

View Item View Item