Bubun Hidayat, - (2009) PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP NILAI KEKERASAN PADA BAJA PERKAKAS AISI H13 DAN AISI D2. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.
Text
s_fis_033397_chapter1.pdf Download (248kB) |
|
Text
s_fis_033397_chapter2.pdf Restricted to Staf Perpustakaan Download (651kB) |
|
Text
s_fis_033397_chapter3.pdf Download (285kB) |
|
Text
s_fis_033397_chapter4.pdf Restricted to Staf Perpustakaan Download (443kB) |
|
Text
s_fis_033397_chapter5.pdf Download (244kB) |
|
Text
s_fis_033397_bibliography.pdf Download (244kB) |
Abstract
Pada penelitian ini, sampel yang digunakan adalah baja perkakas AISI H13 dan baja perkakas AISI D2. Perlakuan panas yang diberikan pada kedua baja tersebut adalah sama. Proses perlakuan panas pada kedua jenis baja perkakas tersebut dimaksudkan untuk membandingkan nilai kekerasannya akibat perlakuan panas. Pengerasan (hardening) merupakan suatu proses perlakuan panas pada bahan dengan perlakuan panas sampai temperatur tertentu, sehingga terjadi perubahan fasa yang homogen dan dibiarkan beberapa waktu pada temperatur tersebut, setelah itu kedua jenis perkakas tersebut didinginkan dengan cepat (quenching) sehingga menimbulkan suatu susunan martensit yang sifatnya sangat keras. Temperatur yang digunakan pada penelitian ini adalah 900 oC, 1000 oC dan 1100 oC dengan waktu penahanan (holding time) satu jam. Setelah itu didinginkan pada medium pendingin oli. Pengujian yang dilakukan adalah uji kekerasan Vickers dan pengujian struktur mikro. Hasil pengujian kekerasan yaitu : Pada sampel pertama, tanpa perlakuan panas : baja perkakas AISI H13 = 318,59 Kg/mm2 - baja perkakas AISI D2 = 269,99 Kg/mm2. Pada sampel kedua, dengan perlakuan panas 900 oC : baja perkakas AISI H13 = 461,50 Kg/mm2 - baja perkakas AISI D2 = 269,99 Kg/mm2. Pada sampel ketiga, dengan perlakuan panas 1000 oC : baja perkakas AISI H13 = 551,28 Kg/mm2 - baja perkakas AISI D2 = 648,45 Kg/mm2. Pada sampel keempat, dengan perlakuan panas 1100 oC : baja perkakas AISI H13 = 629,68 Kg/mm2 - baja perkakas AISI D2 = 827,47 Kg/mm2. Hasil pengamatan foto struktur mikro, struktur mikronya: Pada sampel pertama, tanpa perlakuan panas : baja perkakas AISI H13 adalah Ferit, Perlit dan Karbida - baja perkakas AISI D2 adalah berupa Karbida, Sementit dan Perlit. Pada sampel baja perkakas AISI H13 dan AISI D2 lainnya dengan perlakuan panas 900 oC, 1000 oC dan 1100 oC, struktur mikronya berupa Perlit, Karbida dan Martensit. Semakin tinggi temperatur perlakuan panas, semakin bertambah banyak Karbida dan Martensit yang terbentuk. Akan tetapi semakin berkurang perlit yang terbentuk. Hal itulah yang menyebabkan semakin besar nilai kekerasannya.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Additional Information: | ID SINTA DOSEN PEMBIMBING: Hera Novia:6126827 |
Uncontrolled Keywords: | PENGARUH PERLAKUAN PANAS, KEKERASAN PADA BAJA PERKAKAS AISI H13 DAN AISI D2 |
Subjects: | L Education > L Education (General) Q Science > QC Physics |
Divisions: | Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika |
Depositing User: | risa luna lestari |
Date Deposited: | 16 Nov 2023 09:06 |
Last Modified: | 16 Nov 2023 09:06 |
URI: | http://repository.upi.edu/id/eprint/112325 |
Actions (login required)
View Item |