KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PENGRAJIN WAYANG GOLEK DI KELURAHAN JELEKONG KABUPATEN BANDUNG

Vera Febriyanti, - (2009) KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PENGRAJIN WAYANG GOLEK DI KELURAHAN JELEKONG KABUPATEN BANDUNG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
s_geo_06198_table_of_content.pdf

Download (244kB)
[img] Text
s_geo_06198_chapter1.pdf

Download (260kB)
[img] Text
s_geo_06198_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
s_geo_06198_chapter3.pdf

Download (260kB)
[img] Text
s_geo_06198_chapter5.pdf

Download (243kB)
[img] Text
s_geo_06198_bibliography.pdf

Download (241kB)
Official URL: http://perpustakaan.upi.edu

Abstract

Wayang golek merupakan salah satu kesenian tradisi asli Indonesia asal Jawa Barat yang harus dipertahankan akan tetapi semakin hari peminat wayang golek semakin menurun dikarenakan masyarakat khususnya anak muda menganggap bahwa wayang golek “kuno” dan lebih senang terhadap kesenian yang lebih modern dan apabila hal tersebut dibiarkan maka akan sangat berpengaruh terhadap industri wayang golek dan pengrajin wayang golek. Salah satu industri pembuatan wayang golek berada di Kelurahan Jelekong, dengan jumlah pengrajin 52 orang. Jumlah pengrajin tersebut cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun, sehingga apabila dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan pengrajin wayang golek akan hilang dari masyarakat Jelekong. Penelitian ini difokuskan kepada faktor-faktor yang mempengaruhi industri wayang golek di Kelurahan Jelekong, kondisi sosial ekonomi masyarakat pengrajin wayang golek di Kelurahan Jelekong, dan cara mempertahankan masyarakat pengrajin wayang golek di Kelurahan Jelekong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jumlah sampel yang diambil adalah sampel total keseluruhan pengrajin wayang golek di Kelurahan Jelekong yang berjumlah 52 pengrajin karena jumlah populasi kurang dari 100. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur, observasi, wawancara dan angket. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi industri wayang golek di Kelurahan Jelekong adalah modal, bahan baku, tenaga kerja, transportasi, dan pemasaran. Pemilik usaha kesulitan dalam memperoleh tenaga kerja karena hanya sedikit orang yang mempunyai keahlian membuat wayang golek. Profil masyarakat pengrajin wayang golek di Kelurahan Jelekong, dilihat dari segi pendidikan masih sangat rendah, sebagian besar pendidikan para pengrajin adalah tamatan SMP dan juga SD. Pendapatan yang mereka peroleh juga masih relatif kecil dan fasilitas hidup masih cenderung sederhana, pengrajin yang memiliki rumah sendiri pun masih sedikit, walaupun kondisi rumah yang mereka tempati sudah banyak yang permanen. Adapun berbagai cara yang dilakukan para pengrajin untuk tetap eksis mempertahankan usahanya di Kelurahan Jelekong diantaranya yaitu : 1) pembuatan desain wayang yang lebih menarik, 2) inovasi dengan pembaruan metode pertunjukkan, 3) promosi budaya, 4) mengadakan workshop wayang golek, 5) pengenalan wayang golek di lembaga pendidikan, 6) peningkatan kualitas wayang, 7) peningkatan kesejahteraan pengrajin wayang golek, dan 8) pembuatan cinderamata wayang golek.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: ID SINTA DOSEN PEMBIMBING: Wahyu Eridiana: 5992779
Uncontrolled Keywords: SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT, WAYANG GOLEK
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Geografi-S1
Depositing User: Erni Alipiyani
Date Deposited: 17 Sep 2023 12:33
Last Modified: 17 Sep 2023 12:33
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/104528

Actions (login required)

View Item View Item