PARTISIPASI PEREMPUAN DESA DALAM PERUMUSAN DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KESEHATAN REPRODUKSI: Studi Kasus Aksi Kolektif Perempuan di Desa Sampiran Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon

Raji Supriyadi, - (2023) PARTISIPASI PEREMPUAN DESA DALAM PERUMUSAN DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KESEHATAN REPRODUKSI: Studi Kasus Aksi Kolektif Perempuan di Desa Sampiran Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
T_PLS_2105420_Title.pdf

Download (839kB)
[img] Text
T_PLS_2105420_Chapter1.pdf

Download (641kB)
[img] Text
T_PLS_2105420_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (874kB)
[img] Text
T_PLS_2105420_Chapter3.pdf

Download (689kB)
[img] Text
T_PLS_2105420_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
T_PLS_2105420_Chapter5.pdf

Download (551kB)
[img] Text
T_PLS_2105420_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Partisipasi perempuan desa sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus untuk pemberdayaannya, karena partisipasi dan pemberdayaan sangat erat kaitannya. Fokus dalam penelitian ini berkenaan dengan faktor pendorong perempuan desa dalam perumusan dan implementasi kebijakan kesehatan reproduksi, proses partisipasi perumusan kebijakan kesehatan dan bentuk-bentuk perubahan yang dialami perempuan di Desa Sampiran dalam implementasi kebijakan kesehatan reproduksi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode kasus, dan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Informan penelitian ini sebanyak 7 orang. Hasil penelitian menunjukan, pertama faktor pendorong partisipasi perempuan desa dalam perumusan dan implementasi kebijakan kesehatan reproduksi adalah adanya dukungan dari keluarga (suami), relasi kekerabatan, kehadiran fasilitator (pihak luar), dukungan pemerintah desa, adanya kemampuan serta kemauan perempuan untuk berpartisisi. Partisipasi merupakan kecenderungan yang lebih menekankan pada proses memberikan suatu stimulasi, mendorong atau memotivasi individu yang (bersifat ekstrinsik) sehingga memiliki kemampuan atau keberdayaan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan (bersifat instrinsik) dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Kedua, partisipasi perempuan dalam tahapan proses perumusan kebijakan kesehatan reproduksi di desa, adalah dimulai dari menumbuhkan kesadaran mengenai kesehatan reproduksi perempuan melalui serangkaian identifikasi dan edukasi, menyusun rancangan kebijakan, mengkonsultasikannya, dan bekerjasama dengan berbagai stakeholder. Dan, ketiga, bentuk-bentuk perubahan yang terjadi pada perempuan dalam aksi kolektif perumusan kebijakan kesehatan adalah terjadinya perubahan pada dimensi personal, komunitas dan institusional. Village women's participation is very important and needs special attention for their empowerment, because participation and empowerment are very closely related. The focus in this research is regarding the motivating factors of village women in the formulation and implementation of reproductive health policies, the process of participation in the formulation of health policies and the forms of change experienced by women in Sampiran Village in the implementation of reproductive health policies. The research approach used is qualitative with the case method, and data analysis uses the interactive model of Miles and Huberman. Informants of this study as many as 7 people. The results showed that the first factor driving the participation of rural women in the formulation and implementation of reproductive health policies was the support from the family (husband), kinship relations, the presence of facilitators (outsiders), support from the village government, the ability and willingness of women to participate. Participation is a tendency that places more emphasis on the process of providing stimulation, encouraging or motivating individuals (extrinsic in nature) so that they have the ability or empowerment to determine what is an option (intrinsic in nature) in an effort to improve public health. Second, women's participation in the process of formulating reproductive health policies in the village starts with raising awareness about women's reproductive health through a series of identification and education, drafting policies, consulting them, and collaborating with various stakeholders. And, third, the forms of change that occur for women in the collective action of formulating health policies are changes in the personal, community and institutional dimensions.

Item Type: Thesis (S2)
Additional Information: ID SINTA Dosen Pembimbing: Elih Sudiapermana: 6687259 Joni Rahmat Pramudia: 5994915
Uncontrolled Keywords: Partisipasi, perempuan, pemberdayaan, kesehatan reproduksi
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education
L Education > LC Special aspects of education
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Masyarakat-S2
Depositing User: Raji Supriyadi
Date Deposited: 14 Sep 2023 20:23
Last Modified: 14 Sep 2023 20:23
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/102663

Actions (login required)

View Item View Item