Penelitian ini berjudul IMPLEMENTASI LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR 9 MUTIARA BANDUNG (studi kasus untuk menemukan factor-faktor esensial dalam implementasi layanan pendidikan inklusif di sekolah dasar 9 Mutiara Bandung). Menggambarkan masalah yang menjadi fokus kajian peneliti yaitu mengenai implementasi layanan pendidikan inklusif di SD 9 Mutiara Bandung yang meliputi beberapa aspek antara lain, pemahaman tentang konsep pendidikan inklusif, proses pembelajaran, evaluasi, dan kebijakan sekolah.
Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksploratif. Pendekatan ini digunakan karena peneliti menekankan pada upaya investigative untuk mangkaji secara alamiah fenomena yang tenah terjadi dalam keseluruhan kompleksitasnya, dalam hal ini menggarap kasus implementasi layanan pendidikan inklusif di SD 9 Mutiara Bandung.
Pendidikan inklusif berarti bahwa sekolah dan pendidik harus mengakomodasi dan bersikap tanggap terhadap peserta didik secara individual. Inklusifitas ini menguntungkan sekolah, guru-guru, dan seluruh pelajar. Prinsip ini mengakui bahwa sekolah adalah komunitas pembelajar, pendidikan sebagai tujuan seumur hidup, dan sasaran akhir tercapainya warga negara yang sehat dan produktif yang secara penuh ikut memberikan sumbangsih pada kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya bangsa, masyarakat, dan keluarga. Proses pelaksanaan pendidikan inklusif memerlukan penyesuaian dan fleksibelitas di berbagai bidang. Diantaranya yaitu dari aspek pemahaman konsep, proses belajar, sistem evaluasi, dan kebijakan sekolah.
Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa implementasi layanan pendidikan inklusif di SD 9 Mutiara ini dapat dikatakan baik karena dari berbagai aspek yang ada telah dijalankan dan disiapkan dengan baik. SDM yang memahami konsep pendidikan inklusif secara matang, kerjasama yang dilakukan dalam proses pembelajaran dan evaluasi serta kebijakan sekolah yang mendukung lancarnya proses belajar di sekolah, mekipun koordinasi belum berjalan dengan baik dan terorganisir, namun sejauh ini sekolah telah berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan anak-anak didiknya.
Untuk menjalankan layanan pendidikan inklusif dengan baik, persiapan yang paling pertama adalah persiapan SDM. Dengan SDM yang paham akan konsep pendidikan inklusif akan mempermudah jalannya proses pembelajaran dan penciptaan atmosfer sekolah yang inklusif. Penyediaan layanan kebutuhan untuk anak pun perlu dipertimbangkan agar dalam pelaksanaannya anak-anak memang mendapatkan layanan yang sesuai dengan kondisi dan karakteristiknya. Proses pembelajaran juga hendaknya melibatkan anak secara aktif dan tidak membatasi penuangan ide dan kreatifitas anak, baik anak berkebutuhan khusus maupun anak reguler lainnya.