TY - THES N2 - Kecemasan dalam menghadapi ujian klinik merupakan stresor akademik yang banyak dialami mahasiswa profesi Ners dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis, termasuk memicu gangguan saluran cerna seperti dispepsia. Meskipun hubungan kecemasan dan dispepsia telah banyak diteliti, sebagian besar studi berfokus pada mahasiswa kedokteran dan konteks ujian OSCE, sehingga bukti empiris yang secara spesifik mengkaji ujian klinik pada mahasiswa keperawatan masih terbatas, khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan menghadapi ujian klinik dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 53 mahasiswa yang dipilih menggunakan total sampling. Instrumen penelitian mencakup Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) untuk mengukur kecemasan dan kuesioner PADYQ untuk mengukur dispepsia. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kecemasan kategori sedang (62.3%). Seluruh responden mengalami dispepsia dengan variasi tingkat keparahan. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kejadian dispepsia (p = 0.001; r = 0.740). Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan menghadapi ujian klinik berhubungan dengan gejala dispepsia pada mahasiswa. Anxiety in facing clinical examinations is a common academic stressor among professional nursing students and may affect physiological conditions, including the emergence of gastrointestinal disturbances such as dyspepsia. Although the relationship between anxiety and dyspepsia has been widely investigated, most previous studies have focused on medical students and the context of OSCE examinations; therefore, empirical evidence specifically examining clinical examinations among nursing students remains limited, particularly in Indonesia. This study aimed to analyze the relationship between anxiety levels in facing clinical examinations and the occurrence of dyspepsia among professional nursing students at Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang Campus. This study employed a descriptive quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 53 students selected using total sampling. Research instruments included the Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) to assess anxiety and the Porto Alegre Dyspeptic Questionnaire (PADYQ) to measure dyspepsia. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that most respondents experienced moderate anxiety (62.3%). All respondents reported dyspepsia with varying levels of severity. Correlation analysis revealed a significant relationship between anxiety levels and the occurrence of dyspepsia (p = 0.001; r = 0.740). These findings confirm that anxiety in facing clinical examinations is significantly associated with dyspeptic symptoms among professional nursing students.. PB - Universitas Pendidikan Indonesia ID - repoupi146258 A1 - Muhammad Galang Maulana, - A1 - Dedah Ningrum, - A1 - Rafika Rosyda, - M1 - other UR - https://repository.upi.edu/ Y1 - 2025/12/19/ KW - dispepsia KW - kecemasan KW - mahasiswa keperawatan KW - ujian klinik dyspepsia KW - anxiety KW - nursing students KW - clinical examination TI - HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI UJIAN KLINIK DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA MAHASISWA PROFESI NERS UPI KAMPUS SUMEDANG AV - restricted N1 - https://scholar.google.com/citations?view_op=list_works&hl=en&user=8OjNS8IAAAAJ ID SINTA Dosen Pembimbing: Dedah Ningrum: 6130820 Rafika Rosyda: 6727416 ER -