%0 Thesis %9 S1 %A Windy Julyantini Zulfa, - %A Dewi Dolifah, - %A Delli Yuliana Rahmat, - %B KODEPRODI14203#Keperawatan Kampus Sumedang_S1 %D 2025 %F repoupi:146112 %I Universitas Pendidikan Indonesia %K Hipertensi pada lansia, Kelelahan, Lama menderita Duration of illness, Fatigue, Hypertension in the elderly %T HUBUNGAN LAMA MENDERITA HIPERTENSI DENGAN TINGKAT FATIGUE PADA LANSIA DI DESA LICIN %U http://repository.upi.edu/146112/ %X Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada lansia, menyebabkan komplikasi seperti kelelahan (fatigue) yang menurunkan kualitas hidup. Bukti empiris mengenai hubungan antara lama menderita hipertensi dengan tingkat kelelahan pada lansia di wilayah pedesaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan tersebut pada lansia di Desa Licin, Sumedang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 62 lansia penderita hipertensi yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Tingkat kelelahan diukur dengan kuesioner Fatigue Severity Scale (FSS), sementara lama menderita hipertensi dikategorikan (<5 tahun, 5–10 tahun, dan >10 tahun) diukur menggunakan kuesioner tertutup mengenai lama menderita hipertensi. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank (tingkat signifikansi p < 0,05). Hasil: Mayoritas responden (37,1%) telah menderita hipertensi selama kurang dari lima tahun. Tingkat kelelahan didominasi kategori ringan (38,7%), dan juga berada di ambang batas menuju kategori sedang. Uji analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara lama menderita hipertensi dengan tingkat kelelahan (ρ= 0,868;p < 0,001). Hubungan ini bersifat positif, mengindikasikan semakin lama durasi hipertensi, semakin tinggi tingkat kelelahan yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara lama menderita hipertensi dan tingkat kelelahan pada lansia di Desa Licin. Hasil ini menekankan pentingnya intervensi untuk mengelola fatigue pada lansia penderita hipertensi kronis. Background: Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence among older adults, leading to complications such as fatigue that can reduce quality of life. Empirical evidence regarding the relationship between the duration of hypertension and the level of fatigue among older adults in rural areas remains limited. This study aimed to examine this relationship among older adults in Licin Village, Sumedang. Methods: This research employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample consisted of 62 older adults with hypertension selected using a stratified random sampling technique. Fatigue levels were measured using the Fatigue Severity Scale (FSS), while the duration of hypertension was categorized (<5 years, 5–10 years, and >10 years) and assessed through a structured questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank test with a significance level of p < 0,05. Results: Most respondents (37.1%) had lived with hypertension for less than five years. Fatigue levels were predominantly in the mild category (38.7%), although scores were approaching the threshold for the moderate category. The analysis showed a significant and very strong relationship between the duration of hypertension and fatigue levels (ρ = 0.868; p < 0.001). This relationship was positive, indicating that the longer the duration of hypertension, the higher the level of fatigue experienced. Conclusion: There is a very strong and significant positive relationship between the duration of hypertension and fatigue levels among older adults in Licin Village. These findings highlight the importance of interventions to manage fatigue in older adults with chronic hypertension. %Z https://scholar.google.com/citations?hl=id&user=RrgrVroAAAAJ ID SINTA Dosen Pembimbing: Dewi Dolifah: 6128765 Delli Yuliana Rahmat: 6681514