%D 2025 %I Universitas Pendidikan Indonesia %L repoupi143474 %T PENGARUH MEDIA KOMIK DIGITAL TERHADAP KARAKTER ANTIKORUPSI SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS: Eksperimen Kuasi di Kelas VII SMP Negeri 8 Cimahi %X Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media komik digital terhadap karakter antikorupsi siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 8 Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi jenis non-equivalent control group design. Total populasi siswa kelas VII berjumlah 375 siswa dengan sampel penelitian terdiri dari total 74 siswa kelas VII, yang terbagi menjadi dua kelompok: kelas eksperimen (VII-B) sebanyak 37 siswa yang menerapkan penggunaan media komik digital dan kelas kontrol )VII-D) sebanyak 37 siswa yang menggunakan infografis. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terkait karakter antikorupsi siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dalam pembelajaran IPS. Artinya, bahwa media komik digital di kelas eksperimen maupun media infografis yang diterapkan di kelas kontrol sama-sama berpengaruh terhadap karakter antikorupsi siswa. Temuan ini mendukung teori konstruktivisme yang menitikberatkan pada keaktifan proses belajar siswa dalam membangun pemahaman serta memberi makna pada informasi yang diterimanya. Konstruktivisme cenderung fokus pada pembentukan pengetahuan alih-alih penyampaian dan penyimpanan pengetahuan. Pentingnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dapat membantu dalam mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, dalam hal ini adalah peningkatan karakter antikorupsi siswa. Dengan demikian, komik digital dapat dijadikan sebagai media untuk meningkatkan karakter antikorupsi siswa dalam pembelajaran IPS. This study aims to investigate the effect of digital comic media on the development of students' anti-corruption character in Social Studies (IPS) learning at SMPN 8 Cimahi. Employing a quantitative approach with a quasi-experimental design, the study involved a population of 375 seventh-grade students. A total of 74 students were selected as the research sample and divided into two groups: an experimental class (37 students) that utilized digital comic media and a control class (37 students) that employed infographic media. The findings indicate that there is no statistically significant difference in the development of anti-corruption character between students in the experimental and control groups. This suggests that digital comic media and infographic media have a relatively similar impact on fostering students’ anti-corruption character in Social Studies learning. These results are consistent with constructivist learning theory, which emphasizes the active role of learners in constructing understanding and meaning from the information they receive. Constructivism prioritizes knowledge formation over the mere transmission and retention of information. %A - Ilham Muhamad Syaban %A - Hari Mulyadi %A - Sapriya %O https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=IYsm670AAAAJ ID SINTA Dosen Pembimbing: Hari Mulyadi: 5984810 Sapriya: 5987047 %K Karakter Antikorupsi, Komik Digital, Pembelajaran IPS Anti-Corruption Character, Digital Comics, Social Studies Learning