@phdthesis{repoupi142591, title = {S\_PPB\_2108268\_RANCANGAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK PENGEMBANGAN SELF-DISCLOSURE PADA PESERTA DIDIK: Studi Deskriptif di Salah Satu SMA Swasta di Kota Bandung}, school = {Universitas Pendidikan Indonesia}, note = {ID SINTA PEMBIMBING 5995090 5978206}, year = {2025}, month = {August}, author = {Salma Pranita Az Zachra, - and Ipah Saripah, - and Eka Sakti Yudha, -}, keywords = {Kata Kunci: bimbingan kelompok, remaja, self-disclosure. Keywords: group guidance, adolescence, self-disclosure.}, url = {https://repository.upi.edu/}, abstract = {Self-disclosure merupakan aspek penting dalam perkembangan hubungan interpersonal peserta didik, khususnya pada masa remaja. Keterampilan ini memungkinkan peserta didik untuk memiliki kemampuan lebih untuk menyesuaikan diri, percaya diri, kompeten, dapat diandalkan, mampu berfikir positif, percaya terhadap orang lain, objektif, dan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kecenderungan self disclosure peserta didik SMA dan menyusun rancangan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok untuk pengembangan self-disclosure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik survei cross-sectional menggunakan instrumen dari teori Wheeless yang mencakup lima aspek: intended disclosure, amount, positive-negative, intimacy, dan honesty-accuracy. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan teknik accidental sampling dengan jumlah 282 peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA). Hasil penelitian menunjukkan gambaran self disclosure remaja secara umum berada pada kategori terbuka. Peserta didik memiliki niat dan kejujuran tinggi dalam melakukan self-disclosure, ditunjukkan oleh skor tinggi pada aspek intended disclosure dan honesty-accuracy. Namun, self-disclosure peserta didik masih memberikan ruang untuk dikembangkan yang ditandai dengan rendahnya frekuensi, durasi, valensi, dan kedalaman informasi. Temuan ini menjadi dasar dalam membuat rancangan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok untuk pengembangan self-disclosure peserta didik. Kata Kunci: bimbingan kelompok, remaja, self-disclosure. Self-disclosure is a crucial aspect of interpersonal relationship development among students, particularly during adolescence. This skill enables students to better adapt, build self-confidence, demonstrate competence, be reliable, think positively, trust others, be objective, and maintain openness. This study aims to describe the tendency of self-disclosure among high school students and to design a group counseling service program to enhance their self-disclosure abilities. This research employed a descriptive quantitative approach with a cross-sectional survey design, using an instrument based on Wheeless's theory which includes five aspects: intended disclosure, amount, positive negative, intimacy, and honesty-accuracy. The sample was selected through non probability sampling using accidental sampling technique, involving 282 high school students. The findings revealed that, in general, students' self-disclosure falls into the open category. Students demonstrated high intentions and honesty in disclosing themselves, as reflected in the high scores on intended disclosure and honesty-accuracy aspects. However, self-disclosure among students still requires development, as indicated by lower scores in frequency, duration, valence, and depth of disclosed information. These findings serve as the basis for designing a group counseling service implementation plan aimed at developing students' self-disclosure skills. Keywords: group guidance, adolescence, self-disclosure.} }