PEMETAAN PERUBAHAN LUASAN MANGROVE DI DESA LONTAR DENGAN METODE SUPERVISED CLASSIFICATION

Shelly Janu Setyaning Tyas, - (2023) PEMETAAN PERUBAHAN LUASAN MANGROVE DI DESA LONTAR DENGAN METODE SUPERVISED CLASSIFICATION. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SIK_1905098_COVER.pdf

Download (511kB)
[img] Text
S_SIK_1905098_BAB I.pdf

Download (289kB)
[img] Text
S_SIK_1905098_BAB II.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (311kB) | Request a copy
[img] Text
S_SIK_1905098_BAB III.pdf

Download (471kB)
[img] Text
S_SIK_1905098_BAB IV.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (790kB) | Request a copy
[img] Text
S_SIK_1905098_BAB V.pdf

Download (280kB)
[img] Text
S_SIK_1905098_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (860kB) | Request a copy
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

ABSTRAK Mangrove adalah suatu tumbuhan yang dapat hidup di perairan pesisir pantai ataupun di bibir pantai. Desa Lontar merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Tirtayasa di bagian barat Kabupaten Serang yang memiliki jarak 30 km dari Ibu kota Kabupaten. Luas Desa Lontar adalah 5,45 km² dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan dan tambak ikan. Sebaran mangrove di Desa Lontar cukup luas. Namun dengan tingginya tingkat abrasi di daerah tersebut berakibat pada besarnya degradasi lingkungan. Sehingga, masyarakat sekitar melakukan penanaman kembali beberapa pohon mangrove untuk tetap menjaga kelestarian dan mencegah abrasi semakin besar. Kegiatan monitoring terhadap luasan mangrove sangatlah penting dilakukan untuk mencegah abrasi semakin luas di Pantai Lontar. Kegiatan monitoring luasan hutan mangrove ini bisa dilakukan secara digital dengan teknologi penginderaan jauh. Citra Satelit Landsat 8 merupakan sebuah citra penginderaan jauh yang terdapat 2 sensor yaitu Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensor (TIRS). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan luasan lahan mangrove dan mengidentifikasi penyebab perubahan luasan lahan mangrove pada tahun 2018 dan 2022 di Desa Lontar. Penelitian ini menggunakan metode klasifikasi terbimbing (supervised classification) dikarenakan sesuai dengan data lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas persebaran mangrove di pesisir Desa Lontar telah mengalami peningkatan di tahun 2018 dan 2022. Tercatat luas mangrove pada tahun 2018 sebesar 32,94 ha. Kemudian mengalami peningkatan luasan mangrove pada tahun 2022 sebesar 39,12 ha. Terjadi peningkatan luasan sebesar 6,18 ha dikarenakan penanaman rutin dan dengan adanya kontribusi dari pihak luar seperti adanya komunitas pelestarian mangrove, kegiatan mahasiswa peduli lingkungan dan pihak luar seperti UPI Kampus Serang yang ikut memberikan bantuan untuk upaya melestarikan ekosistem mangrove di pesisir Desa Lontar. Hasil uji ketelitian dari klasifikasi citra sebesar 88%, sehingga hasil klasifikasi citra ini memiliki tingkat akurasi yang cukup baik. Kata kunci: Klasifikasi Terbimbing, Landsat 8, Monitoring, Pemetaan Mangrove, SIG ABSTRACT Mangrove is a plant that can live in coastal waters or on the shoreline. Lontar Village is part of the Tirtayasa District area in the western part of Serang Regency which is 30 km from the Regency Capital. The area of Lontar Village is 5.45 km² with the majority of the population working as fishermen and fishponds. The distribution of mangroves in Lontar Village is quite wide. However, the high level of abrasion in the area results in a large amount of environmental degradation. Thus, the surrounding community replanted several mangrove trees to maintain sustainability and prevent greater abrasion. Monitoring activities on mangrove area is very important to do to prevent wider abrasion on Lontar Beach. This mangrove forest area monitoring activity can be done digitally with remote sensing technology. The Landsat 8 Satellite Image is a remote sensing image that has 2 sensors, namely the Operational Land Imager (OLI) and the Thermal Infrared Sensor (TIRS). The purpose of this study was to analyze changes in mangrove land area and identify the causes of changes in mangrove land area in 2018 and 2022 in Lontar Village. This study uses a supervised classification method because it is in accordance with field data. The results of this study indicate that the area of mangrove distribution on the coast of Lontar Village has increased in 2018 and 2022. The area of mangroves in 2018 was recorded at 32.94 ha. Then there will be an increase in the mangrove area in 2022 of 39.12 ha. There was an increase in area of 6.18 ha due to routine planting and with contributions from external parties such as the existence of a mangrove conservation community, student activities concerned with the environment and outside parties such as the UPI Campus of Serang who helped provide assistance in efforts to preserve the mangrove ecosystem on the coast of Lontar Village. The results of the accuracy test of the image classification are 88%, so that the results of this image classification have a fairly good level of accuracy. Keywords: GIS, Landsat 8, Mangrove Mapping, Monitoring, Supervised Classification

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Klasifikasi Terbimbing, Landsat 8, Monitoring, Pemetaan Mangrove, SIG
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: UPI Kampus Serang > S1 Sistem Informasi Kelautan
Depositing User: SHELLY JANU SETYANING TYAS
Date Deposited: 30 Aug 2023 03:16
Last Modified: 30 Aug 2023 03:16
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/98570

Actions (login required)

View Item View Item