PENGEMBANGAN EDU-EKOWISATA HUTAN MANGROVE JEMBATAN PELANGI DESA LONTAR KECAMATAN TIRTAYASA KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN RAINBOW BRIDGE, LONTAR VILLAGE, TIRTAYASA DISTRICT, SERANG REGENCY, BANTEN PROVINCE

Fitri Ratnasari, - (2023) PENGEMBANGAN EDU-EKOWISATA HUTAN MANGROVE JEMBATAN PELANGI DESA LONTAR KECAMATAN TIRTAYASA KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN RAINBOW BRIDGE, LONTAR VILLAGE, TIRTAYASA DISTRICT, SERANG REGENCY, BANTEN PROVINCE. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_PKP_1907850_Titel.pdf

Download (1MB)
[img] Text
S_PKP_1907850_Chapter1.pdf

Download (235kB)
[img] Text
S_PKP_1907850_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (224kB)
[img] Text
S_PKP_1907850_Chapter3.pdf

Download (1MB)
[img] Text
S_PKP_1907850_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_PKP_1907850_Chapter5.pdf

Download (107kB)
[img] Text
S_PKP_1907850_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: https://repository.upi.edu

Abstract

PENGEMBANGAN EDU-EKOWISATA HUTAN MANGROVE JEMBATAN PELANGI DESA LONTAR KECAMATAN TIRTAYASA KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN Oleh: Fitri Ratnasari Program studi Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kampus Daerah Di Serang Universitas Pendidikan Indonesia Pembimbing: Agung Setyo Sasongko, S.Kel., M.Si Ahmad Satibi, S.Pd., M.Pd ABSTRAK Provinsi Banten memiliki ekowisata hutan mangrove jembatan palangi tepatnya di Desa Lontar Kecamatan Tirtayasa. Ekowisata jembatan pelangi merupakan ekowisata yang memiliki potensi yang diperlukannya pengembangan dengan stategi pengembangan. Dengan banyaknya permasalahan yang ada dan terlihat secara langsung. Dengan hal tersebut peneliti tertarik tentang penelitian Pengembangan Edu-Ekowisata Hutan Mangrove Jembatan Pelangi Desa Lontar Kecamtan Tirtayasa Banten. Peneliti memiliki 2 tujuan yaitu Menganalisis kesesuaian lahan ekowisata mangrove Jembatan Pelangi Desa Lontar Kecamatan Tirtayasa Banten, Merekomendasikan strategi pengembangan ekowisata mangrove sebagai ekowisata berbasis edukasi dan berkelanjutan. Penelitaian ini menggunakan metode penelitan kualitatif bertujuan untuk mengetahui tingkah laku masyarakat, gerakan sosial, kehidupan budaya dan fungsional organisasi yang ada, dengan desain penelitian yang digunakan yaitu kualitataf deskriptif dan instrumen yang digunakan berupa observasi, wawancara serta studi dokumen. Dalam pengambilan data penulis menggunakan data primer untuk mengambil data secara langsung dilokasi penelitian serta data sekunder yang didapatkan dari jurnal, buku dan pemerintah setempat. Analisis yang diguankan berupa analisis SWOT dengan didukung dengan data-data yang telah ditemukan dari hasil obeservasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil yang didapatkan dari penelitian berupa penambahan serta memperbaiki sarana dan prasarana pendukung ekowisata, adanya kerjasama antara pengelola, pemerintah dan masyarakat sekitar dalam pengembangan jembatan Pelangi, menambah pohon-pohon mangrove dengan jenis yang lebih banyak, meningkatkan Indeks Kesesuian Wisata dan pemeliharaan fasilitas yang sudah ada. Kata Kunci: Ekowisata, Mangrove, Pengembangan, SWOT RAINBOW BRIDGE, LONTAR VILLAGE, TIRTAYASA DISTRICT, SERANG REGENCY, BANTEN PROVINCE By: Fitri Ratnasari Marine and Fisheries Education Study Program, Regional Campus in Serang Universitas Pendidikan Indonesia Supervisor: Agung Setyo Sasongko, S.Kel., M.Si Ahmad Satibi, S.Pd.,M.Pd ABSTRACT Banten Province has rainbow bridge mangrove forest ecotourism, precisely in Lontar Village, Tirtayasa District. Rainbow bridge ecotourism is an ecotourism that has the potential that requires development with a development strategy. The development of the mangrove Edu-tourism area is useful for maintaining ecological functions, acting as a buffer area by maintaining the stability of the ecosystem in the coastal area. The purpose of the study was to analyze the suitability of mangrove ecotourism land in Jembatan Pelangi, Lontar Village, Tirtayasa Banten District, and recommend strategies for developing mangrove Edu-ecotourism as an educationbased and sustainable ecotourism. The qualitative research method aims to determine community behavior, social movements, cultural life and functional existing organizations, with the research design used being descriptive qualitative and the instruments used are observation, interviews, questionnaires and document studies. In collecting data, the author uses primary data to collect data directly at the research location and secondary data obtained from journals, books and local governments. The analysis used is SWOT analysis supported by data that has been found from observations, interviews, questionnaires, and document studies. The results of observations show that the Rainbow Bridge Edu-ecotourism area gets a tourism suitability index of 59% with a category of S3 (conditionally suitable) so that the area is suitable for tourism. Keywords: Ecotourism, Mangrove, Development, SWOT

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: UPI Kampus Serang > S1 Pendidikan Kelautan dan Perikanan
Depositing User: Fitri Ratnasari
Date Deposited: 30 Aug 2023 03:16
Last Modified: 30 Aug 2023 03:16
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/98399

Actions (login required)

View Item View Item