MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI IMPLEMENTASI METODE SAS PADA SISWA KELAS 1 SDN KUTAMANIS CIANJUR

Castini, - (2011) MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI IMPLEMENTASI METODE SAS PADA SISWA KELAS 1 SDN KUTAMANIS CIANJUR. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

WarningThere is a more recent version of this item available.
[img] Text
s_a0651_0810141_chapter1(1).pdf

Download (249kB)
[img] Text
s_a0651_0810141_chapter3(1).pdf

Download (275kB)
[img] Text
s_a0651_0810141_chapter5(1).pdf

Download (240kB)
[img] Text
s_a0651_0810141_bibliography(1).pdf

Download (238kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi perlunya peningkatan kemampuan siswa dalam membaca permulaan. Kemampuan membaca permulaan siswa yang masih dinilai rendah serta penggunaan metode yang digunakan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar yang biasa dilakukan. Ini menjadi rendahnya hasil kemampuan siswa dalam membaca. Upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan siswa pada membaca permulaan di SD kelas I, maka dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui implementasi metode SAS, menggunakan 4 komponen penelitian tindakan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi dalam suatu sistem yang saling terkait dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang valid. Penelitian ini dilakukan di SDN Kutamanis Cianjur yang dilakukan dalam 2 siklus. Hasil yang diperoleh pada penelitian siklus I kemampuan membaca permulaan pada asfek intonasi sebanyak 3,3% (1 orang) mendapat kualifikasi sangat baik (SB) 56,6% (17 orang ) mendapat kualifikasi baik (B) 40 % (12 orang ) mendapat kualifikasi cukup (C), hasil membaca permulaan pada asfek lafal sebanyak 4 orang siswa (13,3 % )mendapat kualifikasi sangat baik (SB),13 orang mendapat kualifikasi baik (B) (43,3 %) 13 orang siswa (43,3 %) mendapat kualifikasi cukup (C) dan hasil kemampuan membaca permulaa pada siklus II yang mendapat kualifikasi sangat baik (SB) pada asfek intonasi sebanyak 28 orang (93,3 %), 2 orang siswa (6,6 %) mendapat nilai baik (B).Hasil kemampuan membaca permulaan siswa pada asfek intonasi 27 orang siswa (90 %) mendapat kualifikasi sangat baik (SB), 3 orang siswa ( 10 % ) mendapat kualifikasi baik (B). Hasil kemampuan membaca permulaan siswa pada asfek kelancaran sebanyak 24 orang (80 %) mendapat kualilfikasi sangat baik (SB), 6 orang siswa (20 %) mendapat kualifikasi baik (B) dan tidak ada siswa yang mendapat kualifikasi cukup (C) pada asfek intonasi, lafal, dan kelancaran. Meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui implementasi metode sas dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar membaca permulaan siswa dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran membaca permulaan dengan implementasi metode SAS berhasil dilaksanakan.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: Penelitian ini dilatar belakangi perlunya peningkatan kemampuan siswa dalam membaca permulaan. Kemampuan membaca permulaan siswa yang masih dinilai rendah serta penggunaan metode yang digunakan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar yang biasa dilakukan. Ini menjadi rendahnya hasil kemampuan siswa dalam membaca. Upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan siswa pada membaca permulaan di SD kelas I, maka dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui implementasi metode SAS, menggunakan 4 komponen penelitian tindakan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi dalam suatu sistem yang saling terkait dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang valid. Penelitian ini dilakukan di SDN Kutamanis Cianjur yang dilakukan dalam 2 siklus. Hasil yang diperoleh pada penelitian siklus I kemampuan membaca permulaan pada asfek intonasi sebanyak 3,3% (1 orang) mendapat kualifikasi sangat baik (SB) 56,6% (17 orang ) mendapat kualifikasi baik (B) 40 % (12 orang ) mendapat kualifikasi cukup (C), hasil membaca permulaan pada asfek lafal sebanyak 4 orang siswa (13,3 % )mendapat kualifikasi sangat baik (SB),13 orang mendapat kualifikasi baik (B) (43,3 %) 13 orang siswa (43,3 %) mendapat kualifikasi cukup (C) dan hasil kemampuan membaca permulaa pada siklus II yang mendapat kualifikasi sangat baik (SB) pada asfek intonasi sebanyak 28 orang (93,3 %), 2 orang siswa (6,6 %) mendapat nilai baik (B).Hasil kemampuan membaca permulaan siswa pada asfek intonasi 27 orang siswa (90 %) mendapat kualifikasi sangat baik (SB), 3 orang siswa ( 10 % ) mendapat kualifikasi baik (B). Hasil kemampuan membaca permulaan siswa pada asfek kelancaran sebanyak 24 orang (80 %) mendapat kualilfikasi sangat baik (SB), 6 orang siswa (20 %) mendapat kualifikasi baik (B) dan tidak ada siswa yang mendapat kualifikasi cukup (C) pada asfek intonasi, lafal, dan kelancaran. Meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui implementasi metode sas dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar membaca permulaan siswa dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran membaca permulaan dengan implementasi metode SAS berhasil dilaksanakan.
Uncontrolled Keywords: KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN, IMPLEMENTASI METODE SAS, SISWA KELAS 1 SDN KUTAMANIS CIANJUR
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Depositing User: Fawwaz Nabil Azaria
Date Deposited: 28 Jul 2023 09:31
Last Modified: 28 Jul 2023 09:31
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/95483

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item