MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGAJUAN MASALAH MATEMATIKA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Suryana, Yusuf (2009) MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGAJUAN MASALAH MATEMATIKA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
t_mtk_029379_table_of-contents.pdf

Download (254kB) | Preview
[img]
Preview
Text
t_mtk_029379_chapter1.pdf

Download (267kB) | Preview
[img] Text
t_mtk_029379_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (361kB)
[img]
Preview
Text
t_mtk_029379_chapter3.pdf

Download (2kB) | Preview
[img] Text
t_mtk_029379_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (384kB)
[img]
Preview
Text
t_mtk_029379_bibliography.pdf

Download (245kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Bagi sebagian pebelajar matematika cenderung dianggap sebagai pelajaran sulit, bahkan ada yang menganggap matematika sebagai “pelajaran” yang menakutkan. Pembelajaran matematika yang cenderung hanya memberikan formula jalan pintas agar pebelajar kelihatan menguasai matematika akhirnya akan membuat pebelajar tidak senang pada matematika karena mereka sebenarnya tidak mengerti apa yang sedang mereka kerjakan. Ketika seorang pebelajar sudah mempunyai kepercayaan diri dan daya kreatif untuk menyelesaiakan masalah, mereka telah siap menerima matematika yang bersifat deduktif. Pebelajar akan benar-benar diajarkan bagaimana berpikir logis dan konsisten secara mandiri. Bila pebelajar mampu memahami hal yang tersulit dalam matematika, berpikir secara logis dan konsisten adalah jalan untuk mempelajari jenis matematika apapun akan terbuka lebar. Pembelajaran matematika seharusnya dapat meningkatkan kemampuan dan kreativitas belajar matematika terutama dalam menyelesaikan masalah matematika. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut perlu suatu pembelajaran yang sesuai, dan pembelajaran pengajuan masalah matematika adalah sesuai dengan kebutuhan pebelajar dalam mempermudah penyelesaian masalah matematika secara bermakna. Untuk memperoleh data kemampuan pengajuan masalah matematika pebelajar, dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: (a) Bagaimana kemampuan pengajuan masalah matematika sebelum dan sesudah pembelajaran dilihat dari tahap sebelum dan selama penyelesaian masalah?, (b) Bagaimana tingkat kompleksitas pertanyaan yang diajukan pebelajar menurut struktur bahasa dan hubungan matematika?,(c) Bagaimana keterkaitan kemampuan pengajuan masalah matematika dengan kemampuan penyelesaian matematika?. Untuk menjawab permasalahan ini dilakukan penelitian eksperimen pada mahasiswa PGSD semester VII di UPI Kampus Tasikmalaya. Hasil penelitian diperoleh bahwa (a) Kemampuan pengajuan masalah matematika pebelajar dilihat dari tahap sebelum dan selama penyelesaian masalah dalam pembelajaran berbasis masalah tergolong baik, yang ditunjukkan oleh besar persentase pertanyaan matematika yang dapat diselesaikan baik dengan informasi baru maupun tanpa informasi baru.(b)Perbedaan kemampuan pengajuan masalah matematika dari kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah signifikan.(c)Kemampuan pengajuan masalah matematika dengan kemampuan penyelesaian matematika pebelajar keterkaitannya cukup kuat. The background of this research is the students of elementary school teacher education’s difficully in learning mathematics. They are not able to explain the mathematics problems logically and to use the mathematics problem-solving thinking. The effect of that problem, they think mathematics is a difficult subject matter. They are not interesting to learn mathematics. To increase their ability, in this research; the teaching model will be modificated by the new one; problem-solving teaching model. This research would like to explain the answers to the following questions. The general question is How the effect of problem-posing model to the students ability in learning mathematics? How are the students’ability in explaining mathematics problem before and after teaching model modificated? How the students make the questions about the problem according to language gramatical and mathematics? How do the students make the correlation between the ability of mathematics problems-posing and the ability of mathematics problem-solving logically? This research used the experimental method to the students of PGSD (Elementary school teacher education) UPI Kampus Tasikmalaya in Semester VII. Based to the research’result; the problem solving teaching model can increase the students’ability in learning mathematics. The students’ability in mathematics problem-solving is better than their ability before using the problem-posing teaching model. They are able to make correlation questions between language gramatical and mathematics’problem logically. They can use the problem solving thinking to do mathematics problems. There is significant correlation between the increasing of students ability in posing mathematics and the problem-solving model. So, the problem solving teaching model is better than the conventional teaching model in increasing the students ability in learning mathematics.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S2)
Additional Information: Nomor Panggil T MTK SUR m-2009
Uncontrolled Keywords: KEMAMPUAN PENGAJUAN MASALAH MATEMATIKA, PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika S-2
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 26 Jun 2014 07:34
Last Modified: 26 Jun 2014 07:34
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/9505

Actions (login required)

View Item View Item