POTENSI USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN CIKANCUNG KABUPATEN BANDUNG

Rohdian Histiyadi, - (2012) POTENSI USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN CIKANCUNG KABUPATEN BANDUNG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
s_geo_0800392_table_of_content.pdf

Download (291kB)
[img] Text
s_geo_0800392_chapter1.pdf

Download (406kB)
[img] Text
s_geo_0800392_chapter3.pdf

Download (616kB)
[img] Text
s_geo_0800392_chapter5.pdf

Download (259kB)
[img] Text
s_geo_0800392_bibliography.pdf

Download (316kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul “Potensi Usaha Peternakan Sapi Potong Di Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung”. Penelitian ini bertujuan untuk: mengidentifikasi faktor-faktor geografis yang mendukung usaha peternakan sapi potong di Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung, mengidentifikasi pola budidaya sapi potong di Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung, dan mengidentifikasi kesejahteraan peternak sapi potong di Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi penduduk mencakup jumlah peternak sapi potong di Kecamatan Cikancung yang memiliki jumlah populasi peternakan sapi potong. Sampel respondennya berjumlah 72 orang dengan menggunakan sampel acak berstrata (stratified random sampling) dengan rumus Taro Yamane. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi geografis mengenai usaha peternakan sapi potong di Kecamatan Cikancung berdasarkan faktor-faktor geografis seperti faktor fisik yaitu lokasi, iklim, topografi, ketersediaan air, pengunaan lahan, dan tanah sangat cocok atau mendukung untuk peternakan sapi potong. Sedangkan untuk faktor sosial yaitu mata pencaharian yaitu 72% bermata pencaharian peternak sapi potong sebagai sampingan, jumlah penduduk perbedaan antara bukan peternak sapi potong dan peternak sapi potong perbedaannya jauh sekali, jadi terdapat peluang untuk ikut berpartisipasi, kepadatan penduduk agraris yaitu 30,65 jiwa/km2, dan keterampilan peternak yaitu 58% di dapatkan ilmu beternak sapi potong dengan cara belajar sendiri. Pola budidaya dari mulai input yaitu modal, bibit, dan tenaga kerja, proses yaitu kandang, pakan, dan pemeliharaan, dan output yaitu hasil, pemasaran, dan keuntungan yaitu berbeda jenisnya sesuai dengan kondisi para peternak rakyat sapi potong. Pola budidaya memiliki jangka waktu memelihara sapi potong yaitu 5 bulan, 6 bulan, 7 bulan, 8 bulan, 1 tahun, dan 3 tahun. Jangka waktu tersebut akan mempengaruhi keuntungan usaha peternakan sapi potong di Kecamatan Cikancung. Apabila semakin cepat waktu, semakin banyak keuntungan yang di peroleh. Sebaliknya apabila semakin lama waktu, semakin sedikit keuntungan yang di peroleh dan bisa mengalami kerugian. Tingkat kesejahteraan peternak di Kecamatan Cikancung masuk kedalam kategori seimbang yaitu tingkat kesejahteraan rendah yaitu 46% dan sedang yaitu 46% yang dilihat dari kriteria pendapatan, konsumsi atau pengeluaran rumah tangga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: ID SINTA Dosen Pembimbing: Wanjat Kastolani : 258204 Jupri : 6681759
Uncontrolled Keywords: Peternakan Sapi, Sapi Potong, Bisnis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Geografi-S1
Depositing User: Zydan Naufal Musyaffa
Date Deposited: 24 Jul 2023 08:23
Last Modified: 24 Jul 2023 08:23
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/94067

Actions (login required)

View Item View Item