PELATIHAN SISTEM JAMINAN MUTU BERDASARKAN HACCP (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PELAKU USAHA TANI DALAM MENGOLAH PRODUK (Studi Deskriptif di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang)

Siti Teni Nurlela, - (2010) PELATIHAN SISTEM JAMINAN MUTU BERDASARKAN HACCP (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PELAKU USAHA TANI DALAM MENGOLAH PRODUK (Studi Deskriptif di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
s_pls_054439_table_of_content(1).pdf

Download (254kB)
[img] Text
s_pls_054439_chapther1(1).pdf

Download (282kB)
[img] Text
s_pls_054439_chapther3(1).pdf

Download (290kB)
[img] Text
s_pls_054439_chapther5(1).pdf

Download (254kB)
Official URL: https://perputakaan.upi.edu

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah masih banyaknya para pelaku usaha tani yang tidak memperhatikan kualitas produk yang diolah dan dihasilkannya. Mereka hanya mengejar keuntungan dengan cara memasarkan produknya di pasaran tanpa mempertimbangkan mutu produk tersebut. Ditambah pula adanya tuntutan pasar bebas (era globalisasi) yang menuntut para pelaku usaha tani untuk lebih terampil dalam mengolah dan memasarkan produknya dalam rangka persaingan (competition), baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, tidak dilakukannya identifikasi kebutuhan latihan karena pelatihan ini sudah terakreditasi A memberikan sebuah wacana untuk melihat bagaimana proses pelatihan dilaksanakan; di samping peningkatan kualitas dan kuantitas lulusan/alumni peserta pelatihan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karenanya, diselenggarakanlah pelatihan sistem jaminan mutu berdasarkan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha tani dalam mengolah produk di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk memperoleh data dan informasi mengenai (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) evaluasi; dan (4) implementasi rencana tindak lanjut pelatihan sistem jaminan mutu berdasarkan HACCP untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha tani dalam mengolah produk di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. Landasan teori dalam penelitian ini berhubungan dengan konsep-konsep: (1) konsep pelatihan, (2) konsep manajemen pelatihan, (3) konsep jaminan mutu, dan konsep HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu dengan melakukan observasi partisipasif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Subjek penelitiannya berjumlah 5 (lima) orang, yakni satu orang penyelenggara, satu orang fasilitator, dan tiga orang peserta pelaku usaha tani. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) perencanaan pelatihan sistem jaminan mutu berdasarkan HACCP diawali dengan identifikasi kebutuhan latihan. Akan tetapi, karena pelatihan ini sudah terakreditasi A mulai tahun 2004, maka identifikasi kebutuhan sudah tidak dilakukan lagi. Karenanya, langsung dilakukan tahap koordinasi antara penyelenggara dan fasilitator serta dinas/lembaga pertanian di daerah; (2) pelaksanaan pembelajaran dalam pelatihan ini diawali dengan pembagian peserta menjadi empat kelompok permanen, yakni kripdol, mandiri, garuda, dan maju sejahtera dengan jumlah enam dan tujuh orang tiap kelompok. Kemudian fasilitator memberi materi mengenai kebijakan mutu produk hortikultura hingga penerapan sistem HACCP. Setelah itu diadakan diskusi dan tanya jawab mengenai kasus dan permasalahan yang muncul. Lalu tiap kelompok melaksanakan simulasi dari tiap-tiap materi serta diberi penugasan. Setelah pembelajaran klasikal selesai, peserta melakukan praktek di laboratorium pengolahan hasil, dan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa perusahaan yang telah menerapkan sistem HACCP; (3) evaluasi yang dilakukan dalam pelatihan ini terdiri atas evaluasi penyelenggaraan, fasilitator, dan peserta yang mencakup evaluasi tingkat pemahaman materi dan penguasaan materi (tes awal dan tes akhir); dan (4) implementasi rencana tindak lanjut, yang merupakan perencanaan kegiatan yang sudah diaplikasikan dalam kurun waktu tiga bulan oleh peserta pelatihan pelaku usaha tani, di samping penyelenggara dan fasilitator. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa program pelatihan sistem jaminan mutu berdasarkan HACCP telah berhasil meningkatkan pengetahuan, wawasan, sikap, dan keterampilan para peserta, khususnya pelaku usaha tani dalam mengolah produk dengan menerapkan sistem HACCP sebesar 50% dalam waktu 3 (tiga) bulan pascapelatihan. Kata kunci: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, rencana tindak lanjut, pelatihan, mutu, HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, rencana tindak lanjut, pelatihan, mutu, HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Fawwaz Nabil Azaria
Date Deposited: 13 Jul 2023 14:02
Last Modified: 13 Jul 2023 14:02
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/92464

Actions (login required)

View Item View Item