PENGARUH ORIENTASI POLITIK TERHADAP PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA SISWA SLTA PADA PELAKSANAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2011

Mulyani, Heny (2011) PENGARUH ORIENTASI POLITIK TERHADAP PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA SISWA SLTA PADA PELAKSANAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2011. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
t_pkn_0908499_table_of_contents.pdf

Download (260kB) | Preview
[img]
Preview
Text
t_pkn_0908499_chapter1.pdf

Download (299kB) | Preview
[img] Text
t_pkn_0908499_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (416kB)
[img]
Preview
Text
t_pkn_0908499_chapter3.pdf

Download (405kB) | Preview
[img] Text
t_pkn_0908499_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
t_pkn_0908499_chapter5.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
t_pkn_0908499_bibliography.pdf

Download (257kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Indonesia merupakan negara yang menggunakan sistem demokrasi, dimana rakyat memiliki peran penting dalam urusan negara. Salah satu karakteristik yang menandai sistem politik demokrasi adalah adanya partisipasi politik yang berkualitas, yaitu dengan pemberian suara secara cerdas oleh warga negara dalam pelaksanaan pemilu maupun pemilukada. Namun kondisi saat ini tidak mudah mewujudkan partisipasi yang berkualitas cerdas tersebut karena masih banyak warga negara yang belum paham akan hak dan kewajiban politik yang sesungguhnya. Hal tersebut terutama terjadi di kalangan pemilih pemula siswa SLTA yang merupakan kelompok warga negara muda yang baru pertama kali mengikuti pemilihan. Partisipasi pemilih pemula dalam pemilu dan pemilukada masih hanya sekadar memilih atau asal ikut tanpa diikuti dengan kepahaman, kesadaran, dan tidak lebih dari sekedar aksi ritual yang lebih mensyaratkan untuk digugurkan dan tanpa makna. Salah satu aspek yang dapat mempengaruhi partisipasi politik adalah budaya politik yang merupakan pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap politik. Dimana orientasi politik merupakan suatu cara pandang dari suatu golongan masyarakat dalam suatu struktur masyarakat, yang terdiri dari orientasi kognitif yang berhubungan dengan pengetahuan politik, orientasi afektif berhubungan dengan perasaan sistem politik, dan orientasi evaluatif berhubungan dengan keputusan politik. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan teknik survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kognitif, orientasi afektif, dan oriantasi evaluatif berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap partisipasi politik pemilih pemula siswa SLTA pada pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Cianjur tahun 2011. Orientasi kognitif memiliki nilai korelasi dan pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan orientasi afektif dan evaluatif. Hal ini agak sedikit merisaukan karena terdapat kemungkinan para pemilih pemula siswa SLTA ini masih dapat di mobilisasi oleh pihak-pihak tertentu. Indonesia is a country with democratic systems where people have an important role in affairs of the state. One of the characteristics which marked the political system of democracy is the existence of a quality of political participation, namely by voting intelligently by citizens in conducting Pemilu and Pemilukada. But these current conditions are not easy, to achieve the participation that is qualified as intelligent because there are many citizens who do not understand their rights and obligations of the real politics. It is especially occurs among high school student voters which is a group of young citizens who for the first time followed the election. In general this study aims to describe and to analyze the effect of political orientation toward political participation of senior high school student voters at elections of Cianjur local government 2011 This study is based on the theory of the political orientation of Almond and Verba which states that political orientation is a point of view of a community group in a community structure that consists of cognitive orientation, affective orientation, and evaluative orientations. And also the theory of political participation of Huntington and Nelson which states that political participation is the involvement or participation in political activities. The approach in this research is quantitative. As for the methods used in this research is a descriptive analysis method with survey techniques. The result in this research showed that cognitive orientation, affective orientation, and evaluative orientation are effect positively and significantly towards political participation of senior high school student voters at elections of Cianjur local government 2011. The cognitive orientation has a correlation value and greater effect than the effective orientation and evaluative. This case is a bit troubling knowing that there is a possibility that the voters of the high school students can still be mobilized by certain parties.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S2)
Additional Information: Nomor Panggil T PKN MUL p-2011
Uncontrolled Keywords: ORIENTASI POLITIK TERHADAP PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA SISWA SLTA
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Kewarganegaraan S-2
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 27 Jun 2014 02:57
Last Modified: 27 Jun 2014 02:57
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/9131

Actions (login required)

View Item View Item