BIMBINGAN PENGEMBANGAN KONSEP DIRI SISWA TUNANETRA TINGKAT LANJUTAN PERTAMA DISLBN A BANDUNG

Bagio, Y. Tri (2013) BIMBINGAN PENGEMBANGAN KONSEP DIRI SISWA TUNANETRA TINGKAT LANJUTAN PERTAMA DISLBN A BANDUNG. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_BP_9696068_Title.pdf

Download (239kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BP_9696068_Abstract.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BP_9696068_Table_Of_Content.pdf

Download (280kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BP_9696068_Chapter1.pdf

Download (635kB) | Preview
[img] Text
T_BP_9696068_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
T_BP_9696068_Chapter3.pdf

Download (533kB) | Preview
[img] Text
T_BP_9696068_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
T_BP_9696068_Chapter5.pdf

Download (704kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BP_9696068_Bibliography.pdf

Download (284kB) | Preview
[img] Text
T_BP_9696068_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (7MB)

Abstract

Konsep diri siswa tunanetra dipengaruhi oleh latar belakang ketunanetraan. Memperhatikan kondisi tersebut, intervensi layanan bimbingan sangat diperlukan dalam membina kepribadian dan mengembangkan konsep diri serta membantu proses perkembangan. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan "bagaimana bentuk bimbingan dan konseling yang sesuai untuk mengembangkan konsep diri siswa tunanetra di tingkat Lanjutan Pertama SLBN A Bandung?" Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan program bimbingan bagi pengembangan konsep diri siswa tunanetra di tingkat Lanjutan Pertama SLBN A Bandung. Program bimbingan dimaksud dikembangkan berdasarkan temuan empiris tentang harapan siswa dan pelaksanaan layanan bimbingan di lokasi penelitian melalui teknik angket, wawancara, serta studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SLBN A Bandung belum memenuhi kebutuhan perkembangan siswa tunanetra, termasuk dalam hal perkembangan konsep diri. Hal tersebut dapat dilihat dari substansi layanan bimbingan dan konseling yang belum menyentuh kebutuhan siswa serta penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling yang kurang mampu memberdayakan lingkungan perkembangan. Harapan siswa tunanetra tentang program bimbingan dan konseling, mengisyaratkan perlunya pola bimbingan dan konseling yang berkelanjutan, sistematis (terjadwal), multi konteks (pemberdayaan lingkungan perkembangan siswa), dan bermuatan materi bimbingan yang mampu mengembangkan pribadi siswa secara komprehensif. Program bimbingan yang dimunculkan merupakan bagian integral dari layanan bimbingan yang ada di SLBN A Bandung, tetapi dilaksanakan dalam paket tersendiri; program bimbingan yang dirumuskan terdiri dari layanan dasar umum bimbingan, bimbingan responsif, bimbingan perencanan individual, dan dukungan sistem.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Subjects: ?? 370 ??
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Bimbingan dan Konseling S-2
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 27 Aug 2013 08:54
Last Modified: 27 Aug 2013 08:54
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/851

Actions (login required)

View Item View Item