PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MULTIMEDIA MELALUI ”VALUING PROCESS” MENUJU MASYARAKAT MELEK MEDIA :Studi Etnografis pada Pengguna Internet di HU Pikiran Rakyat Bandung

Wakhudin, - (2009) PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MULTIMEDIA MELALUI ”VALUING PROCESS” MENUJU MASYARAKAT MELEK MEDIA :Studi Etnografis pada Pengguna Internet di HU Pikiran Rakyat Bandung. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_pu_0607862_table_of_contents.pdf

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_pu_0607862_chapter1.pdf

Download (354kB) | Preview
[img] Text
d_pu_0607862_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (864kB)
[img]
Preview
Text
d_pu_0607862_chapter3.pdf

Download (476kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_pu_0607862_chapter5.pdf

Download (294kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_pu_0607862_bibliography.pdf

Download (255kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Globalisasi ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan teknologi informasi merupakan yang paling fenomenal. Derasnya arus informasi tidak serta merta bermanfaat bagi bangsa Indonesia, sebagian bahkan dapat menyebabkan kontra¬pro¬duktif. Jika ingin maju di masa mendatang, bangsa ini harus cerdas memilih informasi yang bernilai dan pintar menghindari informasi yang kontraproduktif. Pe¬ne¬li¬tian ini pada ujungnya bermakud menyempurnakan sebuah model pembelajaran mul¬ti¬media yang selama ini dilaksanakan di HU Pikiran Rakyat Bandung bagi generasi muda, sehingga pada gilirannya generasi muda tersebut dapat memanfaatkan teknologi secara bernilai dan mampu menolak sis negatif teknologi tersebut. Proses pendidikan yang demikian disebut literasi media, atau melek media. Penelitian dilakukan bertolak dari teori yang dikemukakan Kirs¬chen¬baum (1977) tentang proses menuju kebernilaian (valuing pro¬cess) yaitu proses di mana seseorang meningkatkan kehidupannya secara umum atau keputusan secara khusus yang mempunyai nilai positif untuk di¬rinya, kemudian ia berbuat konstruktif dalam konteks sosial. Valuing process terdiri atas lima dimensi, yang masing-masing me¬la¬kukan proses psikologis sedemikian rupa, sehingga menyebabkan seseorang menjadi melek media. Lima dimensi ter¬sebut adalah dimensi berpikir, dimensi rasa, di¬men¬si memilih, dimensi komu¬nikasi, dan dimensi berbuat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode etnografi sebagaimana dikemukakan Spradley (1997) untuk menggambarkan budaya berinternet di HU Pikiran Rakyat Bandung. Penelitian dilakukan terhadap lima orang yang telah melek media (media literate) di lingkungan redaksi HU Pikiran Rakyat di Jln. Sukarno-Hatta 147 Bandung. Hasil penelitian terhadap lima pengguna internet di HU Pikiran Rakyat yang sudah melek media menunjukkan, mereka selalu berpikir sebelum meng¬akses informasi dari berbagai sumber multi¬media. Sebab, berpikir merupakan salah satu cara agar manusia menjadi semakin baik dalam membuat kepu¬tusan. Mereka menjadikan rasa sebagai pen-dorong yang efektif untuk mengakses multimedia yang produktif. Sebaliknya, rasa tertentu dapat menjadi penghalang bagi berpikir irasional. Lima pengguna internet yang sudah melek media di HU Pikiran Rakyat Bandung selalu selektif dalam memilih informasi yang bernilai dari berbagai pilihan. Mereka juga selalu ber¬komunikasi dengan orang lain berkaitan dengan penggunaan internet. Berkomunikasi mendorong mereka mengakses informasi yang bernilai. Lima orang yang melek media ternyata tidak jadi begitu saja, melainkan melalui proses perbuatan. Dengan keterampilan berbuat, pada akhirnya mereka dapat meyakinkan diri bahwa informasi yang mereka akses memang bernilai. Pengembangan model pembelajaran multimedia yang berbasis nilai dapat menjadikan pengguna internet mampu mengakses informasi yang bernilai dan menghindari informasi yang kontraproduktif. Model ini merupakan penyempurnaan dari model pembelajaran multimedia yang selama ini dilakukan HU Pikiran Rakyat. Model yang ada dapat digu-nakan untuk pelatihan dan pembelajaran multimedia, sedangkan model yang mutakhir lebih dititikberatkan untuk memberikan keterampilan bagi generasi muda dalam meng-akses informasi yang bernilai dan mengabaikan serta meninggalkan informasi yang kontraproduktif. Globalization is marked by science and knowledge development. The information technology development is the most phenomenal one. Ingoing rapid information not only has benefit mean¬ing to people of Indonesia, but some also has caused contra productive. To advance in near futu¬re, this nation should be cleverer in choosing valuable information and smarter in avoiding contra productive information. This research in the end is to prefect a multimedia learning module that during this time is being done in Pikiran Rakyat Newspaper by high school student (SLTP and SLTA). In the beginning, this learning module is focused on how youth using multimedia and to introduce the important of multimedia in the future. While the module being perfected offers accrual about how to youth be able to choose and filter worthy and also worthless information for themselves. The new model offered is a formulation from research that is being completed to five media literate people at Pikiran Rakyat Newspaper Jln. Soekarno-Hatta 147 Bandung. Using ethnography, those people were observed and interviewed regarding their success to become media literate people. The study was made using Kirschenbaum perspective (1977) concerning valuing process, a process that someone advances his/her live generally or option especially which has positive judgment for them, so that the person does constructive doing in social context. Valuing process consist of five dimensions, each performs physiological process to evolve people to media literate. Those five dimensions are dimension to think, to taste, to choose, to communicate, and to act. The result of the study to those five internet users in Pikiran Rakyat Bandung that have become media literate people, they always think before information accessing from multimedia sources. It’s because thinking is one way for human to advance in deciding. By using good reason, they could abandoned the contra productive information. They use feeling to effective booster to access productive multimedia. In contrary, a feel could be a obstacle to think irrationally. In choosing valuable information the five persons are more selective. They also communicates to others concerning internet using. Communicating pushes them to access worthy information. To become media literate people, of course through process of acting. By the skill of acting, in the end they ensure themselves that the information they accessed it really meaningful instead contra productive ones. The skill covers academically, professionally, and personal ware.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Additional Information: No Panggil D PU WAK p-2009
Uncontrolled Keywords: Multi Media
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 25 Jun 2014 01:06
Last Modified: 25 Jun 2014 01:06
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/8330

Actions (login required)

View Item View Item