KUALITAS AIR PADA PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN CI KAPUNDUNG HULU KABUPATEN BANDUNG

Wida Herlina, - (2008) KUALITAS AIR PADA PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN CI KAPUNDUNG HULU KABUPATEN BANDUNG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_GEO_994543_Title.pdf

Download (75kB)
[img] Text
S_GEO_994543_Abstract.pdf

Download (163kB)
[img] Text
S_GEO_994543_Table_of_content.pdf

Download (129kB)
[img] Text
S_GEO_994543_Chapter1.pdf

Download (276kB)
[img] Text
S_GEO_994543_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_GEO_994543_Chapter3.pdf

Download (277kB)
[img] Text
S_GEO_994543_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img] Text
S_GEO_994543_Chapter5.pdf

Download (87kB)
[img] Text
S_GEO_994543_Bibliography.pdf

Download (48kB)
[img] Text
S_GEO_994543_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (723kB)
Official URL: http://repository.upi.edu/

Abstract

Daerah Aliran Sungai yang seharusnya dijadikan fungsi konservasi, daerah tangkapan hujan (Catchment Area) dan didominasi oleh tanaman hutan kini banyak dialih fungsikan untuk kegiatan pertanian dan pemukiman. Kenyataan ini mempengaruhi kualitas lingkungan, salah satu diantaranya Kualitas Air Ci Kapundung. Padahal keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I No. 38/1991 menyebutkan bahwa Sungai Ci Kapundung diperuntukkan sebagai bahan baku air minum. Dengan dasar itulah penelitian ini memfokuskan kajiannya pada masalah "Bagaimana dampak perubahan penggunaan tersebut terhadap Kualitas Air Ci Kapundung”. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dengan pendekatan survei. Adapun pengumpulan datanya terdiri dari studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan analisis laboratorium. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari populasi wilayah dan populasi penduduk yang terdapat di DAS Ci Kapundung Hulu, Sedangkan sampelnya diambil pada satuan lahan sebelum aktivitas pertanian/pemukiman dan setelah adanya aktivitas pertanian/pemukiman, Setelah sampel air didapatkan kemudian diuji di laboratorium untuk kemudian di cocokkan dengan Standar Baku Mutu Air Minum berdasarkan SK. pemerintah (SK Menkes no 907 thn 2002). Dari penelitian di peroleh hasil bahwa telah terjadi perubahan penggunaan lahan selama 10 tahun terakhir (data 1992-2002) pada thn 1992 luas hutan mencapai 5272 Ha dan terus berkurang hingga pada tahun 2002 menjadi 4741 Ha. Berarti telah terjadi pengurangan seluas 558 Ha. Adapun untuk kualitas air yang diuji, padatitik satuan lahan hutan dengan tife kawasan hutan bertekstur lempung liat pasiran dengan kemiringan lereng curam didapatkan hasil: kekeruhan air mencapai 16 NTU, warna 30 TCU, tidak berbau dan tidak berasa, unit pH nya 5,77 yang berarti basa, kesadahannya tinggi, karena dinilai kandungan kapurnya (CaCO,) juga tinggi. Kandungan Fe, Mangan dan Natrium masih memenuhi syarat begitu pula dengan kadar Sulfat, Nitrat dan zat terlarut. Pada sampel 1 hanya Sulfida nya saja yang tinggi, hal ini terkait dengan aktivitas vulkanik disekitar daerah tersebut. Secara kuantitatif terdapat perbedaan yang agak mencolok terutama dari parameter yang diukur. Pada sampel 2 dengan tife kawasan pemukiman bertekstur lempung liat campuran dengan kemiringan curam. Tingkat kekeruhan air pada daerah mencapai 17,0 NTU/L (maksimun 5 NTU) begitu pula warna air mencapai 4 kali lipat dari seharusnya. Kekeruhan dan warna air disebabkan karena kemiringan lereng tinggi dan kandungan bahan Organik Bau dan rasa tidak terdeteksi, kesadahan air masih memenuhi syarat, logam Magnesium, Besi dan Mangan pun masih pada taraf normal bahkan dibawah batas maksimun. Kadar pH sampel 2 mencapai 7,21 masih di perbolehkan sedangkan unsur-unsur yang lain khlorida, Sulfat, Nitrit dan zat terlarut masih sesuai, kecuali kandungan Silika yang dipastikan karena daerah tersebut merupakan daerah vulkanik. Sebagai saran untuk treatment pada hasil yang didapatkan tersebut diantaranya, penambahan pH air untuk sampel 1, sedangkan proses pengendapan dan penyaringan diperlukan untuk menghilangkan kekeruhan dan warna pada sampel 2. terdapat keterkaitan antara penggunaan lahan dengan kualitas air, salah satu contoh semakin rapatnya tutupan vegetasi pada morfologi hutan akan banyak mengendapkan muatan sedimen sehingga kualitas air secara fisik akan lebih baik di banding dengan daerah yang kurang penutupan vegetasinya.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: kualitas air, pengggunaan lahan, aliran hulu
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Geografi
Depositing User: Nurul Aini Afandi
Date Deposited: 14 Nov 2022 07:37
Last Modified: 14 Nov 2022 07:37
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/83054

Actions (login required)

View Item View Item