PERENCANAAN KARIR SISWA SMA DAN KETERKAITANNYA DENGAN ORIENTASI NILAI, ASPIRASI KARIR ORANG TUA,DAN KESEMPATAN YANG TERSEDIA Dl DALAM MASYARAKAT : Studi Deskriptif - AnaHtik pada Siswa Kelas HI SMA Negeri se Kabupaten Kupang

Margaretha, Dhiu (2013) PERENCANAAN KARIR SISWA SMA DAN KETERKAITANNYA DENGAN ORIENTASI NILAI, ASPIRASI KARIR ORANG TUA,DAN KESEMPATAN YANG TERSEDIA Dl DALAM MASYARAKAT : Studi Deskriptif - AnaHtik pada Siswa Kelas HI SMA Negeri se Kabupaten Kupang. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_BP_8932124_Title.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BP_8932124_Abstract.pdf

Download (372kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BP_8932124_Table_Of_Content.pdf

Download (350kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BP_8932124_Chapter1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
T_BP_8932124_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
T_BP_8932124_Chapter3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
T_BP_8932124_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
T_BP_8932124_Chapter5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_BP_8932124_Bibliography.pdf

Download (441kB) | Preview

Abstract

Perencanaan karir merupakan salah satu aspek esensial dalam perkembangan kepribadian individu, dan yang harus menjadi kepedulian pendidikan maupun bimbingan dan konseling. Kecakapan mengambil keputusan mengenai aspekaspek karir yang akan ditempuh, merupakan esensi perencanaan karir. Sedangkan keputusan yang diambil seseorang mengenai aspek-aspek karir yang akan ditempuh itu tidak lepas dari timbangannya terhadap berbagai faktor yang ada dalam tatanan kehidupan masyarakat yang merupakan sumber nilai dan tempat tersedianya berbagai hal yang dapat dimanfaatkan oleh individu bagi pengembangan dirinya. Berkaitan dengan perencanaan karir ini, ada berbagai keresahan yang menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mempersiapkan karirnya masih rendah, yang tampak dalam berbagai masalah baik berkaitan dengan pemilihan jenis studi lanjutan, pemilihan rencana pekerjaan, dan aspek-aspek karir lainnya, maupun yang berkaitan dengan ketidaksiapan para lulusan SMA dan sekolah kejuruan memasuki pendidikan lanjutan atau dunia kerja. Keresahan ini memberikan isyarat bagi dunia pendidikan (dalam hal ini sekolah menengah), untuk mengemban tugas pengembangan kemampuan siswa dalam merencanakan karirnya, baik melalui kegiatan-kegiatan instruksional maupun kegiatan bimbingan dan konseling. Berkaitan dengan keresahan itulah, maka kepedulian studi ini terletak pada persoalan yang telah didiskusikan di atas, yaitu tentang perencanaan karir siswa SMA dan keterkaitannya dengan orientasi nilai, aspirasi karir orang tua, dan kesempatan yang tersedia di dalam masyarakat. Persoalan pokok yang menjadi fokus dan kepedulian studi ini, dirumuskan sebagai berikut : pWtf»imanakah P_ro_f_il perencanaan karir siswa SJiA^ dan apakah orientasi nilai siswa, aspirasi karir orang tna^ dan kP.RP.mpatan vang tersedia di dalam. masyarakat merupakan fgkt.nr-faktor vang bprhnhnngan dengan perencanaan karir si swa SMA?- Studi terhadap permasalahan tersebut dilakukan secara deskriptif-analitik, yang artinya menggambarkan keadaan yang sedang berlangsung mengenai perencanaan karir siswa dengan faktor-faktor yang terkait; selanjutnya dianalisis secara deskriptif, komparatif, korelatif, dan dilakukan pembahasan untuk merumuskan kesimpulan yang dilengkapi dengan implikasi dan rekomendasinya. Berdasarkan hasil uji hipotesis dan bukti statistis yang dipadukan dengan hasil analisis logis tentang kecenderungan-kecenderungan yang tampak dalam studi ini, maka temuan dan kesimpulan dari studi ini dirumuskan sebagai berikut : Perencanaan karir siswa SMA Negeri di Kabupaten Kupang berada pada tahap eksplorasi, yang tampak dalam upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangka mempersiapkan diri untuk masa depan, dengan menjajagi dan menyelidiki berbagai alternatif kemungkinan yang dijumpai dan masalah yang dihadapi dalam situasi sosial di mana ia terlibat sepenuhnya sebagai pribadi yang sedang bersiap untuk menghadapi kehidupan masa depan. Dalam hal ini walaupun tahap perencanaan karir mereka masih berada pada tahap eksplorasi, namun sudah menunjukkan bahwa dalam diri siswa telah tumbuh kesadaran akan pentingnya persiapan untuk kehidupan di masa depan, yang tampak dalam upaya-upaya yang telah dilakukannya. Perbedaan latar belakang intensitas layanan bimbingan dan konseling yang diperoleh dan dimanfaatkan siswa di sekolah, menjadi sumber yang melatarbelakangi perbedaan perencanaan karir siswa. Hal ini mengisyaratkan bahwa intensitas layanan bimbingan dan konseling yang ada di sekolah mempunyai andil dalam membantu siswa merencanakan karirnya. Dalam merencanakan karir tersebut, segi manfaat dan hasil, nilai-nilai yang berpusat pada perolehan pengetahuan secara obyektif dan menekankan pemikiran logis, dan kehidupan sosial dengan segala bentuknya merupakan dasar yang cukup kuat bagi mereka untuk menentukan alternatif keputusan dalam bertindak dan mempersiapkan masa depan. Sedangkan di pihak lain, keinginan dan harapan orang tua serta berbagai sumber yang tersedia di dalam masyarakat merupakan dua kekuatan yang mendukung persiapan karir siswa. Dalam hal ini terungkap keterkaitan yang erat antara perencanaan karir siswa dengan orientasi nilai, aspirasi karir orang tua, dan kesempatan yang tersedia di dalam masyarakat. Bila temuan ini didekati kembali dari sudut pendekatan perkembangan karir, maka tampak adanya keselarasan, di mana perkembangan diri seseorang ditentukan oleh faktor-faktor fisik dan psikologisnya, serta oleh kondisi-kondisi lingkungannya. Bila konsep ini dikaitkan kembali dengan perencanaan karir sebagai wilayah studi bimbingan dan konseling, maka temuan studi di atas membawa implikasi tertentu dalam kaitannya dengan pengembangan konsep maupun layanan bimbingan dan konseling. Secara teoritis implikasinya merujuk pada konsep bimbingan dan konseling yang bukan semata-mata merujuk pada proses pemecahan masalah klien (walaupun hal ini penting bagi klien), melainkan harus juga merujuk pada proses membantu klien menyiapkan diri untuk dapat melaksanakan tugas hidupnya sebagai pribadi dalam kaitannya dengan lingkungan sosialnya; yang dalam hal ini. Dengan demikian fungsi utama layanan bimbingan dan konseling adalah mengembangkan dan meningkatkan skill individu dalam proses persiapan diri untuk dapat melaksanakan tugas hidupnya dengan peranan tertentu yang harus dimainkan, dalam lingkup kehidupan tertentu yang dimasukinya, dan dengan peristiwa hidup tertentu yang dialaminya, dengan terlebih dahulu memahami dan memanfaatkan faktor-faktor pribadi yang dimilikinya, serta .emahami dan memanfaatkan faktor-faktor sosial dan budaya yang ada di sekelilingnya. Agar fungsi utama layanan bimbingan dan konseling itu dapat tercapai, maka diperlukan upaya-upaya yang praktis dan operasional dalam pengembangan konsep dan layanan bimbingan dan konseling, yang menjadi tugas utama semua pihak yang terkait, khususnya pembimbing di SMA, kepala sekolah, serta personil sekolah lainnya yang berkaitan langsung dengan layanan bimbingan. dan konseling di sekolah. Selain itu, dibutuhkan penelitian yang luas dan mendalam mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan bimbingan dan konseling itu sendiri (khususnya di sekolah), dan yang berkaitan dengan individu yang menjasi subyek yang dibantu (dalam hal ini siswa), dengan mengindahkan berbagai keterbatasan yang terdapat dalam studi ini.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: ?? 370 ??
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Bimbingan dan Konseling S-2
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 27 Aug 2013 08:52
Last Modified: 27 Aug 2013 08:52
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/830

Actions (login required)

View Item View Item