EFEKTIVITAS SISTEM PENDAYAGUNAAN SARJANA ILMU KEPERAWATAN DI PROPINSI JAWA BARAT : Kajian khusus pada lulusan program B di Propinsi Jawa Barat tahun 1997-2001 )

Putriarti, (2013) EFEKTIVITAS SISTEM PENDAYAGUNAAN SARJANA ILMU KEPERAWATAN DI PROPINSI JAWA BARAT : Kajian khusus pada lulusan program B di Propinsi Jawa Barat tahun 1997-2001 ). S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_ADPEN_009658_Title.pdf

Download (213kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_009658_Abstract_Eng.pdf

Download (262kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_009658_Abstract_Indo.pdf

Download (297kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_009658_Table_Of_Content.pdf

Download (324kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_009658_Chapter1.pdf

Download (759kB) | Preview
[img] Text
T_ADPEN_009658_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_009658_Chapter3.pdf

Download (697kB) | Preview
[img] Text
T_ADPEN_009658_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (4MB)
[img] Text
T_ADPEN_009658_Chapter5.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_009658_Chapter6.pdf

Download (539kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_009658_Bibliography.pdf

Download (342kB) | Preview
[img] Text
T_ADPEN_009658_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (625kB)

Abstract

Program Studi Ilmu Keperawatan ( PSIK ) adalah suatu pendidikan tinggi di bidang kesehatan yang relatif baru dikembangkan pada tingkat universitas pada tahun 1994, dimana sebelumnya sejak tahun 1962 diselenggarakan di Akademi Perawatan dengan jenjang diploma tiga ( D3 ). Sering terjadi perdebatan tentang masalah yang berkaitan dengan profesionalisme pelayanan dan asuhan keperawatan dikaitkan dengan kompetensi professional perawat. Keperawatan sebagai bagian integral dari system pelayanan kesehatan dalam hampir 2 ( dua ) decade belakangan ini sedang mengalami perubahan yang cepat dan mendasar. Didorong oleh kebutuhan masyarakat akan pelayanan dan asuhan keperawatan yang lebih bermutu, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perubahan dalam system pelayanan kesehatan melalui pendekatan Primary Health Care yang digagas oleh para ahli kesehatan di PBB ( WHO ). Sistem pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau seluruh penduduk dan bermutu sangat memerlukan perawat yang memenuhi kriteria profesional. Titik masuk bagi professional keperawatan adalah pengembangan pendidikan perawat yang memenuhi kriteria professional, akademik terkait dengan system pendidikan tinggi nasional. Pada masa lalu pc.ididikan perawat sepenuhnya ditangani oleh Departemen Kesehatan, dengan orientasi pendidikan kedinasan yaitu untuk memenuhi kebutuhan tenaga- tenaga kesehatan sesuai dengan program- program kesehatan yang ada. Keperawatan sepenuhnya dianggap sebagai bagian pelayanan medik ( kedokteran ) dengan sifat pelayanan dan asuhan keperawatan ditujuka untuk membantu atau menunjang pelayanan medik. Pelayanan dan asuhan keperawatan pada masa lalu didasarkan pada keterampilan prosedural untuk melaksanakan tindakan- tindakan yang merupakan kelanjutan tindakan medik dan berlangsung dalam kurun waktu yang lama sehingga sangat berpengaruh pada proses perencanaan, pengorganisasian dan struktur ketenagaan di lingkungan organisasi kesehatan. Dalam pekerjaan sehari- hari tidak ada tindakan mandiri perawat karena tindakan keperawatan lebih bersifat penugasan untuk membantu dokter. Kondisi dan situasi pekerjaan yang demikian itulah yang membuat kesan terbinanya sikap dan pandangan bahwa tugas perawat adalah " pembantu dokter". Keluhan- keluhan yang muncul dari masyarakat dan pasien tentang perawat yang judes, kurang sopan, tidak ramah, pencurian obat- obatan milik pasien dan perilaku lainnya yang dianggap melawan hukum. Padahal setiap perawat dituntut untuk memiliki dan menerapkan nilai- nilai moral dalam praktik seperti yang tercantum di dalam kode etik profesi. Dalam Undang- undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, menjelaskan bahwa " pelaksanaan pengobatan dan atau keperawatan berdasarkan ilmu kedokteran dan atau ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu Sejak keperawatan diterima dan diakui sebagai pelayanan professional dan bukan lagi sebagai pembantu pelayanan medik melalui Lokakarya Nasional tentang Keperawatan ( 1983 ) dan kemudian dikukuhkan dalam Undang- undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan maka pengakuan akan pentingnya tenaga keperawatan dalam upaya kesehatan pada umumnya dan upaya- upaya penyembuhan pasien pada khususnya merupakan hal yang mendapatkan perhatian sungguh- sungguh. Kepuasan pasien tidak saja ditentukan oleh fasilitas dan peralatan yang canggih dengan bangunan rumah sakit atau puskesmas yang megah serta tersedianya dokter ahli, namun mutu asuhan keperawatan juga merupakan faktor penentu. Dalam menghadapi era kesejagatan, khususnya kesepakatan pasar bebas di lingkungan negara- negara ASEAN seperti AFTA yang berkaitan dengan percepatan liberalisasi sector jasa termasuk jasa pelayanan keperawatan, mengharuskan peningkatan kualitas pelayanan keperawatan melalui proses profesionalisasi untuk mampu bersaing dengan perawat- perawat luar negeri. PSIK UNPAD sebagai program pendidikan tinggi kesehatan meluluskan seorang professional perawat berkewajiban untuk selalu mengembangkan dalam segi- segi ke ilmuan, ke profesian , organisasi dan manajemen pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu lulusannya.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Administrasi Pendidikan
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Pendidikan S-2
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 26 Aug 2013 07:20
Last Modified: 26 Aug 2013 07:20
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/813

Actions (login required)

View Item View Item