PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

Fauzi, Muhammad Amin (2011) PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_mtk_0806723_table_of_contents.pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_mtk_0806723_chapter1.pdf

Download (314kB) | Preview
[img] Text
d_mtk_0806723_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (705kB)
[img]
Preview
Text
d_mtk_0806723_chapter3.pdf

Download (563kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_mtk_0806723_chapter5.pdf

Download (281kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_mtk_0806723_bibliography.pdf

Download (300kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran matematika adalah rendahnya kemampuan koneksi matematis (KKM) siswa SMP dan kurangnya kemandirian belajar siswa (KBS) sebagai hasil dari proses pembelajaran yang menempatkan KBS sebagai objek daripada sebagai subyek. Permasalahan KKM dan KBS menarik untuk dikaji karena terkait dengan perencanaan, monitoring, dan evaluasi bagi setiap orang membutuhkannya untuk mencapai keberhasilan. Keberhasilan dalam suatu pembelajaran tidak terlepas pada model pembelajarannya. Pembelajaran dengan pendekatan metakognitif grup (PPMG) atau pembelajaran dengan pendekatan metakognitif klasikal (PPMK) memfasilitasi dan membekali siswa untuk membangun pengetahuannya secara aktif sebagai kelompok experimen, dan pembelajaran dengan pendekatan matematika biasa (PB) sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini berbentuk kuasi eksperimen dengan disain kelompok kontrol pretes-postes, yang bertujuan untuk membandingkan peningkatan kemampuan koneksi matematis dan kemandirian belajar siswa sekolah menengah pertama (SMP). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP negeri di kota bandung dengan sampel adalah siswa SMP negeri 12 Bandung dari sekolah level tinggi dan SMP negeri 15 Bandung sekolah level sedang berjumlah 262 orang siswa, terdiri dari 126 siswa sekolah level tinggi dan 136 siswa sekolah level sedang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan awal matematis, tes kemampuan koneksi matematis, skala kemandirian belajar matematika siswa, lembar observasi pembelajaran, lembar perasaan siswa setelah pembelajaran, pedoman wawancara, profil siswa, bahan ajar dan catatan harian lapangan serta dokumen terkait dengan proses pembelajaran berlangsung. Analisis data yang digunakan adalah uji t, ANOVA satu jalur, dan ANOVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data, hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1) secara keseluruhan, KKM dan KBS siswa yang mendapat pembelajaran PPMG dan pembelajaran PPMK memperoleh peningkatan yang secara signifikan lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Namun demikian, N-Gain KKM siswa yang mendapat pembelajaran PPMG dalam kategori sedang sementara N-Gain KKM siswa yang mendapat pembelajaran PPMK dan pembelajaran PB termasuk dalam kategori rendah, 2) Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran (PPMG, PPMK, dan PB) dengan level sekolah (tinggi, dan sedang) atau pendekatan pembelajaran dengan KAM terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa, 3) Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan level sekolah terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa namun tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan awal matematika terhadap peningkatan kemandirian belajar matematika siswa. Analisis terhadap data observasi, wawancara, data perasaan siswa menunjukkan bahwa pembelajaran PPMG dan pembelajaran PPMK dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, mengekplorasi pengetahuan, kemampuan refleksi dan bertanya lanjut, serta pengetahuan tentang keterkaitan antar konsep persamaan garis lurus dan sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV). One of problems that occurs in mathematics learning is mathematical connection ability (MCA) of Junior High School Students that is low and student’s self regulation learning as well (SRL) as a result from learning process that placing MCA as an object than as subject. The problems of MCA and SRL are interested to examined because related with planning, monitoring, and evaluation for everybody who need them to become success. Success in a learning is not detached from its learning model. Learning with group meta cognitive approach (GMA) or learning with classical meta cognitive approach (CMA) facilitate this matter to build its knowledge actively as experiment group, and learning with usual mathematic approach (UMA) as control group. This study in the form of quasi experiment with pre test-post test control group design, that aim to compare the enhancement of mathematical connection ability and self regulation learning of junior high school students. Population in this study are public junior high school students in Bandung City with samples are students of public Junior High School 12 Bandung from high level school and public Junior High School 15 Bandung of medium level school as much as 262 students, consist of 126 students of high level school and 136 students of medium level school. Research instrument that is used are prior knowledge test, mathematical connection ability test, students’ mathematics scale of self-regulation, learning observation sheet, student feeling sheet after learning, interview manual, student profile, teaching material and field daily note and document related to under learning process. Data analysis that is used are test-t, one-way ANOVA, and two-way ANOVA. Based on data analysis, result that is obtained from this study are: 1) in a whole, MCA dan SRL of students who learn under GMA and CMA get enhancement that is significantly higher than students who get conventional learning. Nevertheless, MCA N-Gain of students who learn under GMA in medium category, whereas MCA N-Gain of students learn GMA and UMA in low category, 2) There is no interaction between learning approach (GMA, CMA and UMA) with school level (high and medium) or learning approach with MCA toward the enhancement of student’s mathematical connection ability, 3) There is interaction between learning approach with school level toward the enhancement of students’ self-regulation learning, however, there is no interaction between learning approach with initial mathematical ability toward the enhancement of students’ self regulation learning. Analysis result of observation data, interview, students’ feeling shows that GMA and CMA learning can enhance students' learning activity, explore knowledge, reflection ability and questioning, as well as knowledge about relationship between straight line equation concept and system of linear equation in two variables.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Additional Information: No Panggil D MTK FAU p-2011
Uncontrolled Keywords: Koneksi Matematis,Metakoknigtis
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 24 Jun 2014 03:19
Last Modified: 24 Jun 2014 03:19
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/8043

Actions (login required)

View Item View Item