MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN BAHASA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN JENJANG SDLB : Penelitian Subjek Tunggal pada Siswa SDLB-C di Kota Bandung)

Sofiyanti, Ai (2010) MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN BAHASA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN JENJANG SDLB : Penelitian Subjek Tunggal pada Siswa SDLB-C di Kota Bandung). eprint_fieldopt_thesis_type_phd thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_ind_056485_table_of_content.pdf

Download (262kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_ind_056485_chapter1.pdf

Download (311kB) | Preview
[img] Text
d_ind_056485_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
d_ind_056485_chapter3.pdf

Download (326kB) | Preview
[img] Text
d_ind_056485_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
d_ind_056485_chapter5.pdf

Download (273kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_ind_056485_bibliography.pdf

Download (257kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan bahwa pengajaran bahasa Indonesia bagi siswa tunagrahita ringan kurang menarik perhatian siswa. Begitupun keterampilan berbicara siswa tunagrahita ringan banyak yang mengalami hambatan, dan kosakata bahasa Indonesianya pun sedikit. Guru bahasa Indonesia mengajarkan keterampilan berbicara pada umumnya membosankan, monoton, mendominasi pembicaraan, kurang kreatif dan jarang menggunakan media. Oleh karena itulah, dibutuhkan model pembelajaran berbicara bahasa Indonesia yang menarik bagi siswa tunagrahita ringan. Model permainan bahasa ini dipandang sangat menarik dan perlu, sebab model permainan bahasa ini merupakan model pembelajaran yang bernuansakan Pakem. Secara umum, rumusan masalah penelitian ini adalah apakah model permainan bahasa efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa tunagrahita ringan? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan berbicara siswa tunagrahita ringan melalui penerapan model permainan bahasa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Subjek Tunggal dengan desain penelitian A1-B-A2. Desain subjek tunggal ini difokuskan pada data individu sebagai sampel penelitian. Perbandingan tidak dilakukan antarindividu atau kelompok, namun dibandingkan pada subjek yang sama dalam kondisi yang berbeda. Subjek penelitian berjumlah sembilan orang bertempat di SPLB Cipaganti kota Bandung. Hasil penelitian ini adalah: a) model permainan bahasa efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa tunagrahita ringan, karena model ini mempunyai karakteristik pembelajaran yang menyenangkan, membangkitkan motivasi belajar, ramah terhadap siswa, mengaktifkan pikiran, rasa, emosi, fisik, mengembangkan imajinasi siswa, mengembangkan sikap spontanitas, sportif, kompetitif, solidaritas sesama teman; b) proses pembelajaran mengaktifkan siswa dan guru; c) penggunaan media kartu gambar dan gambar yang berwarna dan menarik memberikan motivasi belajar yang tinggi bagi siswa tunagrahita ringan; dan d) secara umum terdapat peningkatan yang signifikan keterampilan berbicara siswa tunagrahita ringan pada kondisi baseline 1 sebelum intervensi dengan kondisi baseline 2 setelah intervensi dilakukan, walaupun hasilnya berbeda-beda. This research is motivated by facts on the ground that the teaching of Bahasa Indonesia for mentally retarded students less attracts students' attention. Their speaking skills experience barriers and even have little Indonesian language vocabulary as well. In general, Bahasa Indonesia teachers teach speaking skills boring, monotonous, and dominated the conversation, less creative and rarely use the media. Hence, there is a need of model of learning to speak Indonesian language that is attractive mild mentally retarded students. Language game model is considered very attractive and necessary because this language game model is learning model that is active, creative, effective and enjoyable. In general, the formulation of this research is whether the language game model effectively improves mild mentally retarded students' speaking skills? Based on the formulation of the problem, an objective of this research is to improve mild mentally retarded students' speaking skills through the application of the model language game. This research used Single Subject Research method with research design A1-A2-B. The single subject design was focused on individual data as the sample of study. Comparisons are not made between individuals or groups, but compared to the same subject under different conditions. The subject of the research is nine students of SDLB Cipaganti Bandung. The results of this study were: a) model of language games is effective to improve mild mentally retarded students 'speaking skills, because this model has the characteristics of learning which is enjoyable, motivational learning, student-friendly, turn of mind, feeling, emotion, physical, develop students' imagination, develop spontaneity attitude, sportive, competitiveness, solidarity among friends; b) the process of learning enable students and teachers; c) use of media picture cards and color and interesting pictures provide a high learning motivation for mild mentally retarded students; and d) in general there is significant improvement of speaking skills of mild mentally retarded students on the baseline condition 1 before intervention with the baseline condition 2 after the intervention though the results vary.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (eprint_fieldopt_thesis_type_phd)
Additional Information: No Panggil D IND SOF m-2010
Uncontrolled Keywords: Bahasa,Berbicara
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Indonesia S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 19 Jun 2014 04:05
Last Modified: 19 Jun 2014 04:05
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7983

Actions (login required)

View Item View Item