MODEL ANALISIS WACANA JURNALISTIK BERBASIS TEKNIK BINGKAI (FRAMING) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BERWACANA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

Dadang, - (2010) MODEL ANALISIS WACANA JURNALISTIK BERBASIS TEKNIK BINGKAI (FRAMING) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BERWACANA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA). S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_ind_0706681_table_of_content.pdf

Download (249kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_ind_0706681_chapter1.pdf

Download (331kB) | Preview
[img] Text
d_ind_0706681_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (515kB)
[img]
Preview
Text
d_ind_0706681_chapter3.pdf

Download (327kB) | Preview
[img] Text
d_ind_0706681_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
d_ind_0706681_chapter5.pdf

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_ind_0706681_bibliography.pdf

Download (275kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya frekuensi pemakaian wacana jurnalistik dalam buku teks yang dijadikan rujukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Sementara itu, kemampuan para penulis buku dan guru dalam mengklasifikasi dan menganalisis wacana jurnalistik yang layak dipergunakan masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menemukan model analisis wacana jurnalistik yang berbasis teknik bingkai pada buku teks bahasa Indonesia di SMA untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori bingkai (framing) dari Pan dan Kosicki sebagai alat analisis. Teori bingkai (framing) dikembangkan berdasarkan paradigma konstruksionis dari Berger, Luckman, dan Gergen. Wacana jurnalistik dalam paradigma ini bukan bersifat alamiah tetapi dikonstruksi oleh wartawan sesuai dengan bingkai yang dipahaminya. Data penelitian adalah wacana jurnalistik dalam buku teks berjumlah 30 buah wacana yang diambil dari 10 buku teks kelas X, XI, dan XII SMA pada tahun 2008 dan tahun 2009 yang sudah mendapatkan penilaian para ahli dan Pusat Perbukuan (Pusbuk) Kemdiknas. Pengambilan data ini dilakukan secara purposif, dengan mempertimbangkan intensitas (frekuensi), keragaman bidang wacana, dan keragaman tema wacana jurnalistik dalam buku teks. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut ini. (1) Wacana jurnalistik sudah mendapatkan keberterimaan dalam dunia pendidikan, terutama dalam buku teks. Penggunaan wacana jurnalistik dalam 10 buah buku teks sangat tinggi dan sangat beragam dari segi jumlah, topik, sumber, dan pemakaiannya. (2) Wacana jurnalistik dalam buku teks memenuhi kriteria nilai pemberitaan, sekalipun tidak seluruh nilai pemberitaan terpenuhi. Dengan demikian, penulis buku teks harus lebih teliti dalam menggunakan wacana untuk kepentingan buku teks. (3) Konstruksi bingkai wacana jurnalistik dalam buku teks bahasa Indonesia dikemas dalam beragam sudut pandang sesuai dengan topik dan fakta berita. Berdasarkan perangkat bingkai, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dapat ditentukan bingkai masing-masing wacana jurnalistik tersebut. (4) Model analisis wacana jurnalistik dikembangkan dengan fokus pada struktur analisis kategori, sintaksis, skrip, tematik, diksi/frasa, dan retoris. Model ini dikembangkan dalam bentuk desain, yaitu rasional, teori, prinsip, struktur analisis, posisi guru dan siswa, metode dan teknik pembelajaran, fokus dan tujuan pembelajaran, dan evaluasi. This research was based on the high frequent use of journalistic text in Bahasa Indonesia textbooks in teaching Bahasa Indonesia at high schools. On the other hand, the authors and teachers are considered lack of competence in classifying and analyzing journalistic text. The research was aimed at investigating framing technique-based analysis model on journalistic text of Bahasa Indonesia textbooks as a resource in teaching Bahasa Indonesia at high schools. The present research employed qualitative method with framing theory proposed by Pan and Kosicki to analyze. The theory was based on constructionist paradigm proposed by Berger, Luckman, and Gergen. The discourse analyzed in this paradigm is not value free, but constructed by journalists based on their frameworks. The data of the research were 30 journalistic texts of 10 Bahasa Indonesia textbooks ranging from grade X, XI, and XII published in 2008 and 2009. The textbooks had been assessed by experts and The Books Center of National Ministry of Education of Indonesia. The data were purposively collected based on intensity (frequency) and variety on text type and theme. The research showed that (1) journalistic text had been welcome in education arena especially on textbooks. The use of the text in the 10 textbooks investigated was considered high, and various in terms of quantity, topics, resources and their use. (2) The journalistic text used in the textbooks was considered appropriate based on newsworthiness, though not all criteria were covered. Therefore, the authors should be careful in using them. (3) The constructions of the text were packed in different frameworks in regard with their topics and facts. The frame could be analyzed based on its syntax, scripts, themes, and rhetoric of the discourse. (4) The journalistic text analysis model was developed as a result of structure analysis on category, syntax, scripts, themes, diction/phrases, and rhetoric. The model was developed in forms of rationale, theory, principle, structure analysis, role of teachers and students, teaching techniques and methods, learning focus and objectives, and evaluation.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Additional Information: No Panggil D IND DAD m-2010
Uncontrolled Keywords: Analisis Wacana Jurnalistik, kompetensi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Indonesia S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 19 Jun 2014 03:12
Last Modified: 19 Jun 2014 03:12
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7940

Actions (login required)

View Item View Item