MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH :Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa SMA di Kabupaten Bima

Mikrayanti, - (2012) MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH :Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa SMA di Kabupaten Bima. S2 thesis, Universitas pendidikan indonesia.

[img]
Preview
Text
t_mat_0909909_table_of_content.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text
t_mat_0909909_chapter1.pdf

Download (332kB) | Preview
[img] Text
t_mat_0909909_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (354kB)
[img]
Preview
Text
t_mat_0909909_chapter3.pdf

Download (341kB) | Preview
[img] Text
t_mat_0909909_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (275kB)
[img]
Preview
Text
t_mat_0909909_chapter5.pdf

Download (260kB) | Preview
[img]
Preview
Text
t_mat_0909909_bibliography.pdf

Download (298kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini mengkaji masalah peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional pada sekolah kategori baik, cukup dan kurang. Selain itu, diungkap pula hubungan antara kemampuan penalaran dan komunikasi matematis, serta sikap siswa terhadap pembelajaran matematika, pembelajaran berbasis masalah dan soal-soal penalaran dan komunikasi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas XI di Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2011/2012. Sampel penelitiannya adalah Siswa SMA kelas XI masing-masing mewakili sekolah kategori baik, cukup dan kurang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes kemampuan penalaran dan komunikasi matematis, skala sikap siswa, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji t, uji t', uji U Mann-Whitney. Analisis kualitatif dilakukan untuk menelaah aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran, serta sikap siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional pada sekolah kategori baik, cukup dan kurang. (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional pada sekolah kategori baik, cukup dan kurang. (3) Terdapat hubungan antara kemampuan penalaran dan komunikasi matematis. (4) Secara umum, siswa menunjukkan sikap positif terhadap pembelajaran matematika, pembelajaran berbasis masalah, dan soal-soal penalaran dan komunikasi matematis. The study was based on the problems of lack ability students' mathematical reasoning and communication. To overcome this, the research carried out by using problem-based learning approach.This study examines the improvement of mathematical reasoning ability and communication between students who have math learning with problem-based learning approach and conventional learning in schools categories of good, sufficient and less. In addition, it also revealed the relationship between communication skills and mathematical reasoning, as well as students' attitudes toward learning mathematics, and problem-based learning problems of mathematical reasoning and communication. Quasi-experimental with Nonequivalent Control Group Design by using purposive sampling techniques. The population in this study were all high school students in class XI Bima Lessons Year 2011/2012. Research samples are class XI grade high school students representing each category of good schools, adequate and less. The results showed that, (1) There is a difference in the increase of mathematical reasoning ability between students who have math learning with problem-based learning approach and conventional learning in schools categories of good, sufficient and less. (2) There is a difference in the increase mathematical communication skills between students who have math learning with problem-based learning approach and conventional learning in schools categories of good, sufficient and less. (3) There is a strong relationship between communication skills and mathematical reasoning. (4) In general, students showed positive attitudes towards learning mathematics, problem-based learning, and problems of mathematical reasoning and communication.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: Nomor Panggil S MAT MIK m-2012
Uncontrolled Keywords: Kemampuan penalaran, matematis
Subjects: Q Science > QA Mathematics
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika S-2
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 18 Jun 2014 12:41
Last Modified: 18 Jun 2014 12:41
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7810

Actions (login required)

View Item View Item