IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KEMANDIRIAN BERBASIS NILAI SATYA DAN DARMA PRAMUKA DALAM MEMBENTUK GENERASI MUDA MANDIRI MELALUI KEGIATAN ALAM TERBUKA

Muchtar, Utang Muhamad (2011) IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KEMANDIRIAN BERBASIS NILAI SATYA DAN DARMA PRAMUKA DALAM MEMBENTUK GENERASI MUDA MANDIRI MELALUI KEGIATAN ALAM TERBUKA. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_pls_0808911_table_of_contents.pdf

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_pls_0808911_chapter1(1).pdf

Download (359kB) | Preview
[img] Text
d_pls_0808911_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
d_pls_0808911_chapter3.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text
d_pls_0808911_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (710kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
d_pls_0808911_chapter5.pdf

Download (285kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_pls_0808911_bibliography.pdf

Download (277kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini berawal dari permasalahan perilaku generasi muda saat ini sebagai dampak dari era globalisasi, pesatnya pertumbuhan penduduk serta berkembangnya pembangunan negara saat ini. Hal ini baik positif maupun negative sangat berpengaruh terhadap perilaku individu, keluarga serta komunitas dalam masyarakat . Dampak negatif yang bertentangan dengan norma, etika, dan nilai budaya yang sangat terasa dan nampak pada perilaku dan kehidupan dalam masyarakat. Dampak tersebut juga nampak pada kualitas kemandirian generasi muda kita yang makin menurun dari waktu ke waktu. Untuk mengatasi dampak ini, diperlukan model pembelajaran yang dapat membentuk karakter serta mengembangkan kemampuan melalui pendidikan nilai dan keterampilan hidup agar dapat menjadikan generasi muda kita yang tangguh dan mandiri. Teori dan konsep yang melandasi penelitian ini meliputi teori tentang pendidikan, khususnya pendidikan nilai serta pendidikan nonformal yang diletakkan pada tatanan pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berlandaskan pada teori pembentukan watak atau karakter, teori pembelajaran, teori nilai kemandirian serta teori yang menopang proses pembentukan dan pengembangan kemandirian melalui kegiatan di alam terbuka. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan metode gabungan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Dengan menggunakan dua metode ini, diharapkan akan mampu menggambarkan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis nilai Satya dan Darma Pranuka pada kegiatan di alam terbuka sangat efektif dalam membentuk generasi muda mandiri. Untuk mengukur efektivitas model ini, peneliti menggunakan analisis Pearson correlation dan 15,0 versi program SPSS. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi pengembangan kemandirian generasi muda merupakan faktor alam dan sistem pendidikan itu sendiri. Metode kepramukaan merupakan model pembelajaran kemandirian berbasis nilai Satya dan Darma Pramuka yang dilaksanakan di alam terbuka. Kegiatan di alam terbuka berupa kegiatan berkemah, pengembaraan dan survival sangat efektif dalam membentk dan mengembangkan kemandirian generasi muda. Untuk itu diperlukan keterpaduan “ trimitra “ pendidikan (guru, pembina pramuka, dan orang tua) serta pemahaman tentang kepramukaan sebagai pendidikan nonformal. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan di alam terbuka melalui kepramukaan sangat efektif dalam mengembangkan kemandirian generasi muda dan kegiatan ini menjadi solusi masalah generasi muda saat ini. Gerakan Pramuka merupakan pendidikan nonformal yang turut menyumbang, memperkaya dan memperkuat pendidikan formal dan pendidikan informal ABSTRACT The backgrounds of this research originating from the problem of young generation behaviours as the impact of globalization era, the great citizen growth, and the increasing number of country’s development. These have either positively or negatively affected the individuals, families, and the communities in the societies. The negative impacts of those which are contrary to the norms, ethics, and cultural values are clearly sensed and noticed in the forms of behavior and life in the society. These impacts are also noticed in our young generation autonomy quality which is gradually decreasing from time to time. To overcome these impacts, it is necessary to develop a learning model that can form characters and develop abilities based on the educational values and life skills to make a tougher and more independent young generations. The theoretical and conceptual foundations of this study were the educationa theories especially the educational values, nonformal education for a lifelong education. The theoretical and conceptual foundations are based on the character and behavioural theory, learning theory, independence value theory and the theory propping up the process of independence development through outdoor activities. In this study, the researcher used the combination of qualitative and quantitative methods. By using these two methods, it is expected to describe the effectiveness of the Scout Promise and Law values-based learning model implementation in outdoor activities to develop young generation independence. To measure the effectiveness of this model, the researcher used the Pearson correlation analysis and 15.0 version of SPSS program. The findings of this study showed that the main factors affecting the development of young generation independence were natural factors and the educational system itself. The scouting method is of independence development learning models that used the Scouts Promise and Law based learning values, conducted in outdoor. The outdoor activities such as camping, wandering, and survival are very effective to develop young generation independence. That is why, it is important to have a good comprehension of “trimitra” education (teacher, scout leaders, and parents) and an understanding of scouting as a nonformal education. Based on the research findings, it is concluded that outside activities through scouting are very effective in developing young generation independence and these activities become young generation problems solution. The Scouting Movement as a nonformal education can strengthen formal education and informal education

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Additional Information: No Panggil D PLS MUC i-2011
Uncontrolled Keywords: Model Pembelajaran,Management
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Luar Sekolah S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 12 Jun 2014 01:27
Last Modified: 12 Jun 2014 01:27
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7505

Actions (login required)

View Item View Item