PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP BERBASIS KEBUTUHAN DAN POTENSI LOKAL UNTUK MENGATASI PENGANGGURAN :Studi di Kelompok Belajar Usaha Kabupaten Merangin Provinsi Jambi

Arislan, - (2011) PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP BERBASIS KEBUTUHAN DAN POTENSI LOKAL UNTUK MENGATASI PENGANGGURAN :Studi di Kelompok Belajar Usaha Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_pls_0807970_table_of_contents.pdf

Download (278kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_pls_0807970_chapter1.pdf

Download (335kB) | Preview
[img] Text
d_pls_0807970_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
d_pls_0807970_chapter3.pdf

Download (384kB) | Preview
[img] Text
d_pls_0807970_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (769kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
d_pls_0807970_chapter5.pdf

Download (289kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_pls_0807970_bibliography.pdf

Download (269kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya anak putus sekolah dan/atau tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi pengangguran pada usia produktif. Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pendidikan kecakapan hidup yang layak digunakan untuk membekali para penganggur sehingga mampu mangatasi permasalahan sendiri. Output dari implementasi model pendidikan kecakapan hidup adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta perolehan pekerjaan dan/atau peningkatan pendapatan. Penelitian ini dilakukan berangkat dari teori yang dikemukakan oleh Maslow pada tahun 1943 yang dikenal dengan teori kebutuhan. Manusia sebagai salah satu makhluk hidup tidak terlepas dari berbagai kekurangan dan kelemahan, terutama dalam hal kebutuhan yang sifatnya material maupun bersifat spiritual. Sebagai makhluk yang ber-Tuhan, individual, sosial dan unik, manusia tidak bisa terlepas dari keperluan untuk pemenuhan kebutuhan kebutuhan hidup dan hal inilah yang melatar belakangi berbagai macam perilaku manusia, yang membeda-kannya antara satu dengan yang lainnya termasuk kebutuhan akan pendidikan kecakapan hidup. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan "Penelitian Pengembangan" (Research and Development) yang dikemukakan Borg and Gall dan dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Peneltian R & D ini sesungguhnya dilakukan dengan sepuluh langkah. Dari sepuluh langkah tersebut dalam pelaksanaannya dibagi menjadi empat langkah, yaitu: studi pendahuluan, penyusunan desain model konseptual, implementasi, revisi dan model akhir. Setelah terbentuknya model konseptual, maka dilakukan ujicoba di PKBM Amanah Kecamatan Bangko. Implementasi model PKH dilakukan dengan menggunakan desain ekperimental semu atau Pre-Experimental Design satu kelompok dengan Pre-Test dan Post-Test. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas: (1) pengamatan partisipasi/observasi (2) studi dokumentasi; (3) wawancara; (3) angket; dan (4) tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kecakapan hidup (PKH) yang dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal akan lebih efektif jika dibandingkan dengan pelaksanaan secara konvensional. Hal ini dikemukakan terutama oleh pengelola, tutor/instruktur, dan warga belajar. Adapun kompnen model PKH yang dilaksanakan terdiri atas: perencanan, pengorganisasian, pelaksanaan, pembinaan, evaluasi, dan pengembangan. Dari temuan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model PKH dapat diterima secara signifikan untuk mengatasi pengangguran dimana terjadi perubahan sikap dan perilaku serta pengetahuan dan keterampilan warga belajar seteleh mengikuti PKH. Untuk itu direkomendasikan kepada pengelola program PLS untuk melaksanakan model ini dan pada peneliti lanjutan untuk mengintegrasikan dengan kewirausahaan dan perkoperasian untuk kesinambungan program. Against the background of this research by a number of school dropouts and/or unable to continue their education to higher education and be unemployed at productive age. Based on these realities, the study aims to find a model of a decent life skills education is used to equip the unemployed so that they can tackle self problems. Output from the implementation of life skills education model is the increased knowledge and skills and gain employment and/or increased revenue. The research was carried off from the theory propounded by Maslow in 1943 as known as the theory of needs. Humans as one living creature can’t be separated from the various shortcomings and weaknesses, especially in terms of the needs of its material and spiritual. As a godless creature, individual, and unique social, human beings can’t be separated from the need to meet the needs of subsistence and that is the background for a wide range of human behavior, which it distinction between one another, including the need for life skills education. The research was conducted using a "Development Research" (Research and Development) stated Borg and Gall and by using qualitative and quantitative analysis. R & D is actually conducted with ten steps. Of the ten steps in implementation is divided into four steps: preliminary studies, preparation of conceptual model design, implementation, revision and final model. After the formation of a conceptual model, then conducted tests on PKBM Amanah Bangko District. PKH model implementation is done using quasi-experimental design or the Pre-Experimental Design group to the Pre-Test and Post-Test. Data collection techniques used consist of: (1) observation of participation / observation (2) study the documentation, (3) interviews, (3) questionnaire, and (4) tests. The results of this study suggest that life skills education (LSE) is implemented based on local needs and potential will be more effective than the conventional implementation. This is expressed mainly by managers, tutors / instructors, and residents learn. The LSE model implemented consists of: planning, organizing, implementing, coaching, evaluation, and development. From the findings of the research results can be concluded that the model is acceptable (LSE) significantly to cope with unemployment where there is a change in attitude and behavior as well as the knowledge and skills people learn seteleh follow LSE. For it is recommended to program managers to implement the EOS model and the researcher continued to integrate with the entrepreneurial and cooperative for the sustainability of the program

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Additional Information: No Panggil D PLS ARI p-2011
Uncontrolled Keywords: Pendidikan berbasis kebutuhan
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Luar Sekolah S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 12 Jun 2014 01:22
Last Modified: 12 Jun 2014 01:22
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7503

Actions (login required)

View Item View Item