PENGEMBANGAN PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI MASYARAKAT TRANSMIGRASI BERBASIS POTENSI LINGKUNGAN: Studi Pengembangan Model Pelatihan Tenaga Kerja Bangunan pada Kawasan KTM Lunang Silaut Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat

HERMAN, Nanang Dalil (2010) PENGEMBANGAN PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI MASYARAKAT TRANSMIGRASI BERBASIS POTENSI LINGKUNGAN: Studi Pengembangan Model Pelatihan Tenaga Kerja Bangunan pada Kawasan KTM Lunang Silaut Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_adpend_0808961_table_of_content.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_adpend_0808961_chapter1.pdf

Download (299kB) | Preview
[img] Text
d_adpend_0808961_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (637kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
d_adpend_0808961_chapter3.pdf

Download (733kB) | Preview
[img] Text
d_adpend_0808961_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (472kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
d_adpend_0808961_chapter5.pdf

Download (268kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_adpend_0808961_bibliography.pdf

Download (282kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Berdasarkan asas relevansi dengan pembangunan masyarakat, PLS memiliki makna untuk menjawab tuntutan pembangunan masyarakat dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia. Pembangunan masyarakat transmigran terfokus pada peningkatan sosial ekonomi, disamping perlunya pendidikan yang dilaksanakan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Untuk itu, pendekatan pendidikan berdasarkan potensi lingkungan dapat menjadi salah satu alternatif bagi peningkatan kompetensi masyarakat transmigran. Pendidikan dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa dan menerapkan prinsip pembelajaran partisipatif yaitu: berasal dari kebutuhan peserta didik, berorientasi pada tujuan, belajar berdasarkan pengalaman, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan “Penelitian Pengembangan” Langkah penelitian yang dilaksanakan adalah (1) studi pendahuluan, terdiri dari studi pustaka dan survei lapangan; (2) pengembangan, terdiri dari penyusunan draf model konseptual pelatihan tenaga kerja bangunan; revieu melalui FGD; (3) Pengujian model konseptual melalui ujicoba dengan metode eksperimen one-group Pretest-postest Design. Hasil penelitian ini adalah : (1) Gambaran kondisi eksisting wilayah transmigrasi Lunang Silaut: (a) Berdasarkan kondisi geologi termasuk pada kawasan rawan terjadi bencana alam, terutama gempa bumi; (b) Mata pencaharian sebagian besar masyarakat adalah pertanian, perkebunan dan peternakan dengan komoditi unggulan kelapa sawit, jagung, dan sapi; (c) Masyarakat berasal dari beberapa suku bangsa di Indonesia diantaranya suku jawa, minang, bugis, dan sunda; (d) Jarak wilayah transmigrasi Lunang Silaut terhadap Ibu kota Kabupaten (200 km) dan Ibu kota Propinsi Sumatera Barat (300 km), menyebabkan perkembangan di wilayah tersebut tergolong lambat, padahal banyak potensi yang dapat dikembangkan di wilayah tersebut. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menjadikan wilayah transmigrasi tersebut menjadi kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM). (2) Kompetensi masyarakat transmigrasi terdiri dari : (a) Kompetensi untuk mendukung pengembangan fisik kawasan; (b) Kompetensi untuk mendukung pengembangan usaha; (c) Kompetensi untuk mendukung pengembangan masyarakat. Kompetensi untuk mendukung pengembangan fisik kawasan merupakan prioritas utama yang harus dikembangkan. Salah satu bentuk peningkatan kompetensi tersebut adalah pelatihan tenaga kerja bangunan pada KTM Lunang Silaut tentang konstruksi bangunan tahan gempa bagi kelompok buruh bangunan (KBB) di wilayah transmigrasi Lunang Silaut. (3) Kegiatan pelatihan telah dapat meningkatkan pengetahuan buruh bangunan mengenai konstruksi bangunan tahan gempa sebesar 39%. Pengetahuan awal mereka sebelum kegiatan pelatihan sebesar 41% dan setelah mengikuti kegiatan pelatihan sebesar 80%; (4) Gain yang dinormalisasi sebesar 66% dan termasuk kategori sedang. Implementasi model pelatihan tenaga kerja bangunan dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan membangun sesuai kaidah konstruksi bangunan tahan gempa pada masyarakat transmigrasi dengan tingkat efektivitas sebesar 66% dan tergolong kategori sedang. DEVELOPMENT OF TRANSMIGRANTS COMMUNITY COMPETENCY IMPROVEMENTS PROGRAM BASED ON THE POTENTIAL ENVIRONMENTAL (Development Study of Building Manpower Training Model in the Regions KTM Lunang Silaut, Pesisir Selatan District, West Sumatra Province) Nanang Dalil Herman (039820) Abstract Based on the principle of relevance to community development, the PLS has a meaning to answer the demands of community development by utilizing the available resources. Transmigrants community development focused on improving the social economy, in addition to the need for education is carried out of, by and for the community. The approach based on potential environmental education can be one alternative for enhancing the competence of the community of transmigrants. Education carried out with adult learning approach and apply the principles of participatory learning, namely: is derived from the needs of learners, goal-oriented, learning from experience, and centered on the learner. The study was conducted with the approach of "Research and Development." Research steps undertaken were (1) preliminary study, consists of literature study and field survey, (2) the development, consist of draft conceptual model preparation of training for the building work; review by FGD; (3) Testing a conceptual model through a trial with the experimental method One-group Pretest-posttest design. The results of this study are: (1) description of existing conditions Lunang Silaut transmigration areas: (a) Based on geological conditions, including in areas prone to earthquakes natural disasters, (b) The livelihood is agriculture, horticulture and animal husbandry with commodity palm oil, corn and cow, (c) The occupant came from several ethnic groups in Indonesia, including Javanese, Minang, Bugis and Sunda; (d) The distance of Lunang Silaut transmigration areas from the capital district (200 km) and the capital of West Sumatra ( 300 km), led to the development classified as slow, but a lot of potential can be developed in the region. One solution offered was to make the transmigration area into the Independent Integrated City area (KTM). (2) Competence of transmigrants society consists of: (a) Competencies to support the physical development of the region, (b) Competencies to support business development, (c) Competencies to support community development. Competencies to support the physical development of the region is a priority that must be developed. One form of increased competency is training building workers at the KTM Lunang Silaut of earthquake resistant building construction for the group of construction laborers (KBB). (3) training activities have been able to increase knowledge about the construction workers building earthquake resistant buildings by 39%. Their prior knowledge before the training activity by 41% and after participating in training activities amounted to 80%. (4) the normalized gain of 66% and the moderate category. Implementation of workforce training model building using a participatory approach proved effective in improving knowledge, attitudes, and skills to build according to rules of earthquake resistant buildings construction in the community of transmigrants with the level 66% of effectiveness and were categorized as medium.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Additional Information: No Panggil D_PLS HER p-2010
Uncontrolled Keywords: Transmigrasi, Kompetensi, Lingkungan
Subjects: L Education > LC Special aspects of education
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Luar Sekolah S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 11 Jun 2014 07:23
Last Modified: 11 Jun 2014 07:23
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7460

Actions (login required)

View Item View Item