TINJAUAN ATAS KOSAKATA SERAPAN ASING DALAM BAHASA INDONESIA DARI SEGI MORFOLOGI (Studi Deskriptif terbadap Pemakaian Nomina dan Adjektiva Serapan Asing dalam Media Massa)

Nunung Sitaresmi, - (2000) TINJAUAN ATAS KOSAKATA SERAPAN ASING DALAM BAHASA INDONESIA DARI SEGI MORFOLOGI (Studi Deskriptif terbadap Pemakaian Nomina dan Adjektiva Serapan Asing dalam Media Massa). S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
T_BIND_969564_title.pdf

Download (418kB)
[img] Text
T_BIND_969564_chapter1.pdf

Download (229kB)
[img] Text
T_BIND_969564_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
T_BIND_969564_chapter3.pdf

Download (136kB)
[img] Text
T_BIND_969564_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)
[img] Text
T_BIND_969564_chapter5.pdf

Download (233kB)
[img] Text
T_BIND_969564_bibliography.pdf

Download (189kB)
[img] Text
T_BIND_969564_appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran yang lengkap tentang bentuk kata kosakata serapan asing (khusus nomina dan adjektiva) dalam media massa tulis. Analisis nomina dan adjektiva untuk mengetahui ciri-ciri, baik ciri morfologis maupun ciri sintaksis, bentuk kata nominadan adjektiva, serta pemakaiaraiya dalamkalimat Untuk mencapai tujuan ini, peneliti mengambil sampel nomina dan adjektiva dari mediamassa tulis (surat kabar Pikiran Rakyat dan Kompas) yang diambil dari artikel dan tajuk rencana Nomina berjumlah 124 buah kata dan adjektiva berjumlah 90 buah kata Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkualitati£ Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa media massa tulis (surat kabar Pikiran Rakyat danKompas) banyak menggunakan nomina dan adjektiva serapan asing, khususnya yang diserap dari bahasa Inggris dan Belanda karena bahasa Indonesia memperkaya dirinya menjadi bahasa ilmu, teknologi, dan politik. Frekuensi pemakaian nomina sebanyak 540 kali (48,30%) dan adjektiva 578 kali (51,70%). Dengan melihat frekuensi pemakaiannya berarti adjektiva lebih Bering digunakan oleh pembuat artikel dan tajuk rencana daripada nomina Hal ini terjadi karena adjektiva digunakan oleh pembuat artikel dan tajuk rencana untuk menyatakan pergeseran makna, persamaan makna, dan penjelas (atribut) bagi nomina Bentuk nomina dan adjektiva yang diserap lebih banyak bentuk tuninan (bersufiks) daripada bentuk dasar (tunggal). Secara morfologis, nomina dibubuhi oleh akhiran -is, -tas, -si, -isme, dan -isasi yang berasal dari akhiran asing -ist, -ty, -cy (-tion), -ism, dan -ization (Ing) atau akhiran -ist, -teit, - tie. dan -isme (Bid). Secara sintaksis nomina dapat berfungsi sebagai S, P, 0, Pel, K. Di samping itu, nomina dapat diberi kata ingkar T>ukan' dan diperluas oleh kata bilangan. Secara morfologis, adjektiva dapat dibubuhi oleh akhiran -if, -al, -is, -ik, dan -istis yang berasal dari akhiran asing -ive, -al, -ical, dan -istic (Ing) atau akhiran-ief, -eel, -aal, -isch, -iek, dan -istisch (Bid). Secara sintaksis adjektiva dapat berfungsi sebagai P dan Pel. Di samping itu, adjektiva dapat diberi keterangan penguat dan pembanding. Dari pemakaian nomina dan adjektiva tersebut ternyata pemakai bahasa (pembuat artikel dan tajuk rencana) belum memahami dan menguasai kosakata serapan asing dengan baik. Hal ini didukung dengan ditemukannya kesalahan dalam penggunaannya Kesalahan menggunakan nomina sebanyak 44 buah kata (35,48%). Frekuensi kesalahannya sebanyak 231 kali (42,78%) dan kesalahan menggunakan adjektiva sebanyak 25 buah kata (27,28%). Frekuensi kesalahannyasebanyak 183 kali (31,66%).

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: Studi Deskriptif
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Indonesia S-2
Depositing User: muhammad widhianto abdillah
Date Deposited: 29 Aug 2022 08:31
Last Modified: 29 Aug 2022 08:31
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/74423

Actions (login required)

View Item View Item