EFEKTIVITAS TEKNIK PELATIHAN MELALUI PENGHAYATAN PENGALAMAN (EXPERIENTIAL LEARNING) TERHADAP PENINGKATAN KOHESIVITAS KELOMPOK KERJA UNIT KEGIATAN MAHASISWA

Lestari, Triana (2014) EFEKTIVITAS TEKNIK PELATIHAN MELALUI PENGHAYATAN PENGALAMAN (EXPERIENTIAL LEARNING) TERHADAP PENINGKATAN KOHESIVITAS KELOMPOK KERJA UNIT KEGIATAN MAHASISWA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PSI_0906412_Title.pdf

Download (131kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0906412_Abstract.pdf

Download (230kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0906412_Table of Content.pdf

Download (168kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0906412_Chapter1.pdf

Download (169kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0906412_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (373kB)
[img]
Preview
Text
S_PSI_0906412_Chapter3.pdf

Download (373kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0906412_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (617kB)
[img]
Preview
Text
S_PSI_0906412_Chapter5.pdf

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0906412_Bibliography.pdf

Download (300kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0906412_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (5MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai persoalan organisasi pada beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tingkat Universitas di Universitas Pendidikan Indonesia, yang mempengaruhi kualitas hubungan pribadi anggota dengan sesama (kohesivitas kelompok), yang berakibat pada semakin tidak efektifnya penyelenggaraan kegiatan keorganisasian dalam UKM tersebut. Penelitian ini memfokuskan pada bagaimana pelatihan dengan metode experiential learning dapat meningkatkan kohesivitas kelompok tersebut. Pelatihan ini menggunakan metode quasi experimental pre test-post test control group design dan mengacu pada teori kohesivitas Carron dan teori pembelajaran experiential learning David Kolb. Partisipan dalam penelitian ini adalah 30 orang anggota UKM Tarung Derajat Satuan Latihan UPI yang dikelompokkan menjadi dua kelompok kecil, yaitu 15 orang anggota kelompok kontrol dan 15 orang anggota kelompok eksperimen. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi alat ukur GEQ (Group Environment Questionnaire) yang diadaptasi dari teori kohesivitas Carron. Analisis data yang digunakan adalah uji-t sampel berpasangan (paired sample t-test). Namun, dikarenakan kohesivitas awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diketahui tidak setara. Maka, peneliti hanya menguji perbedaan skor dalam satu kelompok saja, yaitu pengujian perbedaan rata-rata skor kohesivitas sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan skor kohesivitas antara kelompok eksperimen yang diberi perlakukan metode experiential learning dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan apapun. Namun peningkatan skor kohesivitas kelompok eksperimen setelah diberikannya pelatihan dengan metode experiential learning ini menjadi tidak signifikan, karena disertai penurunan skor pada kelompok kontrol yang belum dapat dipastikan faktor penyebab penurunan skor kohesivitas kelompok tersebut, dikarenakan kelompok ini tidak mendapatkan perlakuan apapun dari peneliti. Kemungkinan, masih terdapat faktor-faktor lain yang mungkin meningkatkan dan atau menurunkan tingkat kohesivitas kelompok selama proses eksperimen berlangsung, dimana peneliti tidak mampu memperhitungkan dan mengendalikannya. Adapun, hasil analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, menunjukan bahwa aspek yang paling mempengaruhi kohesivitas kelompok UKM Tarung Derajat satlat UPI adalah ketertarikan individu terhadap tugas-tugas di organisasi/ Individual Attractions to the Group Task (ATGT). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi mahasiswa Jurusan Psikologi UPI dalam mengembangkan penelitian eksperimental lainnya. Kata kunci : Experiential Learning, kohesivitas kelompok, UKM Tarung Derajat Satlat UPI, Psikologi Industri dan Organisasi. Triana Lestari (0906412). The Effectiveness of Training Technique Through Experiential Learning in Enhancing Cohesiveness of Work Group in Student Organization (UKM). A Paper, Department of Psychology FIP UPI, Bandung (2014). The background of this research is that there are many organization problems in some UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa, or Student’s Organization) in Indonesia University of Education. The problem is influencing the quality of personal relationships with others members (group cohesiveness), so it is will increasing ineffectivity in implementation of organizational activities in the UKM. This research focuses on how experiential learning’s method can increase the cohesiveness of group. This research used quasi experimental pretest-posttest control group design method, and refers to the Carron Cohesiveness’s theory and learning theory of experiential learning by David Kolb. The participants in this study are 30 members of UKM Tarung Derajat in Indonesia University of Education and they are grouped into two small groups that are 15 members of the control group and 15 members of the experimental group. An instrument used in this study is a modification of GEQ (Group Environment Questionnaire) that was adapted from the theory of cohesiveness Carron. The data analysis which is used is paired samples t-test. However, because the early cohesiveness experimental group and a control group are not equivalent. So, researcher have only tested the difference scores in one group only, that is the average difference in cohesiveness test scores before and after treatment. The results showed the difference in scores between the experimental group cohesiveness were given treatment method of experiential learning and the control group who were not given any treatment. However the increase in the cohesiveness of experimental group scores after get the training by the method of experiential learning is becoming insignificant, because it is accompanied by a decrease in scores for the control group were still unidentified factors which is causing the decline in group cohesiveness scores. In addition, the group was not given any treatment by the researcher. It is still many chance to become factors that may increase or decrease the rate and group cohesiveness during the experiment lasted, where the researcher is not able to estimate and control its. Meanwhile, the results of descriptive quantitative analysis and descriptive qualitative, showed that the most influential aspect of group cohesiveness of UKM Tarung Derajat in Indonesia University of Education is the Individual Attractions to the Group Task (ATGT). The result of this research is expected to be a reference for students in Department of Psychology UPI in developing other experimental studies. Kata kunci : Experiential Learning, Group Cohesiveness, UKM Tarung Derajat Satlat UPI, Industrial and Organizational Pyscyhology.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 02 Apr 2014 04:30
Last Modified: 02 Apr 2014 04:30
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7171

Actions (login required)

View Item View Item