PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN UNTUK PENGUATAN KESADARAN MORAL SPIRITUAL MURID SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Muslihudin, (2014) PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN UNTUK PENGUATAN KESADARAN MORAL SPIRITUAL MURID SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. eprint_fieldopt_thesis_type_phd thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
D_PK_0800845_Abstract.pdf

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_0800845_Title.pdf

Download (635kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_0800845_Table_of_Content.pdf

Download (392kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_0800845_Chapter1.pdf

Download (532kB) | Preview
[img] Text
D_PK_0800845_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
D_PK_0800845_Chapter3.pdf

Download (875kB) | Preview
[img] Text
D_PK_0800845_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
D_PK_0800845_Chapter5.pdf

Download (463kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_0800845_Bibliography.pdf

Download (492kB) | Preview
[img] Text
D_PK_0800845_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (606kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya problem kebermaknaan pendidikan agama Islam. Pendidikan agama Islam sejatinya mengembangkan secara bertahap tugas-tugas perkembangan agama anak terutama aspek kesadaran moral-spiritual anak. Faktanya pengelolaan proses pembelajaran pendidikan agama Islam belum menggiring kepada tujuan perkembangan keagamaan anak karena dikelola sebagai kegiatan resitasi dan rote learning yang hanya membidik perkembangan kognisi anak dalam tingkat rendah. Pendidikan agama Islam memerlukan pendekatan yang mengakomodasi secara bersama-sama seluruh tugas perkembangan; spiritual, emosional, intelektual, sosial dan bahkan fisikal. Model pembelajaran untuk penguatan kesadaran moral spiritual (model PKMS) diduga kuat dapat menjadi alternatif pembelajaran pendidikan agama Islam. Bagaimana model PKMS dikembangkan dan seberapa efektif model tersebut dan relevansinya terhadap penguatan kesadaran moral spiritual murid sekolah dasar merupakan permasalahan yang dibidik dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk model pembelajaran pendidikan agama Islam untuk penguatan kesadaran moral spiritual murid sekolah dasar yang ujungnya dapat memperkokoh tugas perkembangan keagamaan anak. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan. Langkah-langkahnya meliputi (a) penelitian pendahuluan untuk mengidentifikasi kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran PAI dan mempotret resepsi murid terhadap proses pembelajaran PAI, (b) hasil penelitian pendahuluan dijadikan dasar untuk mengembangkan model pembelajaran PAI yang dipadukan dengan fondasi teoritik-normatif yang telah ditemukan untuk kemudian diujicobakan secara bertahap sehingga mencapai model yang kokoh, (c) model akhir divalidasi melalui serangkaian eksperimen untuk memperoleh tingkat kebermaknaan model. Uji coba dilakukan secara terbatas dan dilanjutkan dengan uji coba luas yang melibatkan tiga sekolah. Sedangkan uji validasi dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen yang melibatkan tiga SD sebagai kelompok eksperimen (SD-KE) yang mengimplementasikan model PKMS, dan tiga buah SD sebagai kelompok kontrol (SD-KK) yang menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil uji validasi diperoleh temuan kebermaknaan model untuk penguatan kesadaran moral spiritual murid dibanding hasil pretest (∞ ≤ 0.05) dan hasil kelompok kontrol (∞ ≤ 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran PKMS efektif untuk memberikan penguatan kesadaran moral-spiritual murid sekolah dasar, relevan dipergunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, memiliki organisasi pembelajaran yang kokoh dan dapat meningkatkan kinerja guru pendidikan agama Islam. Sehingga dapat dikatakan bahwa model PKMS efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. Hasil penelitian dan ini berimplikasi secara praktis pada peningkatan kemampuan kinerja guru PAI terutama kemampuan mengelola pembelajaran yang lebih terpola, sedangkan secara teoritis model PKMS mendalilkan bahwa pembelajaran agama Islam akan lebih bermakna jika dilaksanakan dengan proses yang mensinergikan kegiatan pengembangan moral-spiritual knowing, moral-spiritual feeling, dan moral-spiritual action serta dilaksanakan dengan pola yang terarah dan sesuai dengan karakteristik materi pendidikan agama Islam. ABSTRACT Islamic education should be intended to prepare religious developmental tasks of children gradually, especially the moral-spiritual awareness of children. There are findings that the learning process of religious Islamic education was not direct meaningfully to improve religious development of children because of learning process was prepared only recitation and rote learning which focused on cognitive development of the children with it is basic level. Religious Islamic education requires an integrated approach which accommodate entirely developmental tasks of children; spiritual, emotional, intellectual, social and physical. The instruction model for strengthening moral-spiritual awareness (model PKMS) allegedly the alternative of teaching model of Islamic education. How PKMS model should be developed and how much the effectiveness of the model and how it significance to strengthen moral-spiritual awareness of elementary student are problem should be underlined in this research. This research intended to product teaching model of religious Islamic education for strengthening moral-spiritual awareness of elementary children which will strengthen religious developmental tasks of children. To attain goals, the research was organized by research and development approach and consists of steps that are; a) preliminary research; to identify teacher competences in organizing learning process and to identify student reception of learning process, b) the results of preliminary research made as basic input to develop learning model which integrated with theoretical and normative foundation was found, and examine the model gradually so the final model should be solid, c) the final model validated through experiments so the meaningful model of religious Islamic education obtained. Model examined in determinated scope and continuous in wide scope which involve three elementaries. While validation experienced by conducted experiment with three school involved as experiment group that facilitates learning process with developed model (PKMS model) and three school as control group with conversion model. Through validated experiment found the meaningful model for strengthening moral-spiritual awareness compared by pretest (∞ ≤ 0.05) and control group (∞ ≤ 0.05). Research indicated that the developed model (PKMS) has an effectiveness for strengthening moral-spiritual awareness of elementary and relevance to be used for religious Islamic education, has an organized instruction as well as solid and should improve teacher performance in religious Islamic education. The outcome supports hypothesis that the developed model can improve instruction quality of religious Islamic education and implicated both practice and theory. In practice the PKMS model improves teacher capability to teach with better instruction and well organized instruction, while theory the model underlined that teaching of religious Islamic education could be meaningful process if it put into practice containing moral-spiritual knowing, moral-spiritual feeling and moral-spiritual action completely, as well as practiced with clearly organized and relevance with characteristic of Islamic material.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (eprint_fieldopt_thesis_type_phd)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Pengembangan Kurikulum S-3
?? IP ??
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pengembangan Kurikulum S-3
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 24 Feb 2014 08:06
Last Modified: 24 Feb 2014 08:06
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/6716

Actions (login required)

View Item View Item