AUDIT ENERGI LISTRIK DAN ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG B3 PEMDA KABUPATEN BEKASI DENGAN METODE BENCHMARKING

Annisa Ratna Dewi, - (2021) AUDIT ENERGI LISTRIK DAN ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG B3 PEMDA KABUPATEN BEKASI DENGAN METODE BENCHMARKING. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_TE_1708119_Title.pdf

Download (2MB)
[img] Text
S_TE_1708119_Chapter 1.pdf

Download (334kB)
[img] Text
S_TE_1708119_Chapter 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (974kB)
[img] Text
S_TE_1708119_Chapter 3.pdf

Download (724kB)
[img] Text
S_TE_1708119_Chapter 4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_TE_1708119_Chapter 5.pdf

Download (431kB)
[img] Text
S_TE_1708119_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

ABSTRAK Energi listrik yang digunakan pada kehidupan sehari-hari merupakan suatu kebutuhan. Konsumsi energi listrik pada gedung perkantoran umumnya lebih besar dibandingkan rumah tinggal. Penggunaan energi yang semakin menipis dan terbatas, dibutuhkan efisiensi penggunaan energi atau penghematan penggunaan energi. Sama halnya dengan penggunaan energi listrik pada gedung B3 Pemda Kabupaten Bekasi yang mengkonsumsi energi listrik sebesar 10151,184 kWh/bulan. Padahal penggunaannya dapat di minimalisir agar lebih hemat karena pekerja yang hadir hanya 70%. Sedangkan pada saat keadaan normal, penggunaan energi listrik mencapai 12980,304 kWh/bulan dengan kapasitas daya yang dimiliki yaitu sebesar 13200 VA. Penyebab yang membuat penggunaan energi secara boros yaitu keteledoran pada sebagian pegawai. Audit energi menjadi langkah untuk mengetahui penggunaan energi listrik yang memiliki tujuan untuk memperoleh penghematan energi yang dikonsumsi pada bangunan gedung dengan tidak mempengaruhi tingkat kenyamanan para pekerja pada bangunan tersebut. Audit energi ini dilakukan pada gedung B3 Pemda Kabupaten Bekasi dengan menggunakan metode Benchmarking yang berguna dalam membandingkan gedung yang sama dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan penghematan energi pada bangunan gedung. Penghematan energi ini dilakukan dengan cara mengurangi jumlah jam operasi pada peralatan elektronik yang tidak perlu digunakan sehingga dapat menghemat konsumsi energi listrik. Selain itu, pengurangan jumlah alat elektronik yang tidak terlalu dibutuhkan juga perlu dilakukan. Berdasarkan analisis untuk potensi penghematan energi, peneliti akan menggunakan metode atau langkah-langkah guna memprediksi berapa persen peluang potensi penghematan energi. Jadi, total dari keseluruhan langkah yang dilakukan untuk mencapai penghematan konsumsi energi listrik yaitu sebesar 51.632,52 kWh/tahun, sehingga yang awalnya nilai IKE mencapai 262,86 kWh/m2/tahun yang berarti boros, dan setelah dilakukan penghematan energi menjadi 174,60 kWh/m2/tahun yang menandakan bahwa sudah masuk kedalam kategori efisien. Kata kunci: audit energi, benchmarking, penghematan energi   ABSTRACT Electrical energy used in everyday life is a necessity. Electrical energy consumption in office buildings is generally greater than residential homes. The use of energy is dwindling and limited, energy efficiency is needed or energy use savings are needed. It is the same with the use of electrical energy in the Bekasi Regency Government B3 building which consumes 10151.184 kWh of electrical energy/month. Even though its use can be minimized to be more efficient because only 70% of the workers present. Meanwhile, under normal conditions, the use of electrical energy reaches 12980,304 kWh/month with a power capacity of 13200 VA. The cause of the wasteful use of energy is the negligence of some employees. Energy audit is a step to determine the use of electrical energy which has the aim of obtaining energy savings consumed in buildings without affecting the comfort level of the workers in the building. This energy audit was conducted on the Bekasi Regency Government B3 building using the Benchmarking method which is useful in comparing the same building with the aim of knowing the energy saving ability of the building. This energy saving is done by reducing the number of operating hours on electronic equipment that does not need to be used so that it can save electrical energy consumption. In addition, it is necessary to reduce the number of electronic devices that are not really needed. Based on the analysis for potential energy savings, researchers will use methods or steps to predict what percentage of potential energy savings opportunities are. So, the total of all steps taken to achieve savings in electrical energy consumption is 51,632.52 kWh/year, so that initially the IKE value reached 262.86 kWh/m2/year which means wasteful, and after saving energy it became 174.60 kWh/m2/year which indicates that it has entered the efficient category. Keywords: energi audit, benchmarking, energi saving

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: audit energi, benchmarking, penghematan energi
Subjects: L Education > L Education (General)
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Teknik Elektro > Program Studi Teknik Tenaga Elektrik
Depositing User: Annisa Ratna Dewi
Date Deposited: 09 Sep 2021 07:14
Last Modified: 09 Sep 2021 07:14
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/66400

Actions (login required)

View Item View Item