ANALISIS KEMAMPUAN PEMBELAJAR BAHASA JEPANG UPI TERHADAP KATA TUNJUK KORE SORE ARE

Andreany, Meirina (2013) ANALISIS KEMAMPUAN PEMBELAJAR BAHASA JEPANG UPI TERHADAP KATA TUNJUK KORE SORE ARE. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_JEP_0902620_Title.pdf

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JEP_0902620_Abstract.pdf

Download (355kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JEP_0902620_Table of Content.pdf

Download (279kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JEP_0902620_Chapter1.pdf

Download (447kB) | Preview
[img] Text
S_JEP_0902620_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (620kB)
[img]
Preview
Text
S_JEP_0902620_Chapter3.pdf

Download (364kB) | Preview
[img] Text
S_JEP_0902620_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (856kB)
[img]
Preview
Text
S_JEP_0902620_Chapter5.pdf

Download (271kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JEP_0902620_Bibliography.pdf

Download (271kB) | Preview
[img] Text
S_JEP_0902620_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (212kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Kata tunjuk merupakan kata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan maksud untuk menunjuk suatu objek. Objek yang dimaksud dapat berupa objek konkret ataupun objek abstrak. Terdapat perbedaan antara kata tunjuk dalam bahasa Jepang dengan kata tunjuk dalam bahasa Indonesia. Kata tunjuk dalam bahasa Indonesia hanya memiliki dua jarak dimensional, sedangkan kata tunjuk dalam bahasa Jepang memiliki tiga jarak dimensional yaitu Kore, Sore dan Are. Tidak terdapat kesulitan saat menunjuk benda konkret, tetapi terkadang ada kesulitan saat menunjuk benda abstrak. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis meneliti permasalahan tersebut dengan judul “Analisis Kemampuan Pembelajar Bahasa Jepang UPI Terhadap Kata Tunjuk Kore Sore Are”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penggunaan dan kemampuan pemahaman terhadap kata tunjuk Kore Sore Are, kemudian membandingkan kemampuan pembelajar bahasa Jepang dalam penggunaan dan pemahaman kata tunjuk tersebut. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah melalui tes dan angket. Hasil penelitian ini adalah kemampuan seluruh responden terhadap kata tunjuk Kore, Sore, dan Are berdasarkan fungsi menunjuk objek abstrak dan objek konkret adalah sangat kurang. Kemampuan penggunaan kata tunjuk Kore dan Are adalah kurang. Kemampuan penggunaan kata tunjuk Sore adalah sangat kurang. Sedangkan kemampuan pemahaman kata tunjuk Kore, Sore, dan Are adalah cukup. Dibandingkan dengan menunjuk objek konkret, kemampuan memahami dan menggunakan dalam menunjuk objek abstrak adalah kurang. Selain itu, penulis membandingkan kemampuan mahasiswa tingkat satu, tingkat dua, dan tingkat tiga terhadap penggunaan dan pemahaman kata tunjuk Kore Sore Are, dan diperoleh hasil bahwa kemampuan tingkat satu sangat kurang, kemampuan tingkat dua kurang, dan tingkat tiga cukup. Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat 1 dan tingkat 2, serta tingkat 1 dan tingkat 3, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat 2 dan tingkat 3. Berdasarkan data yang telah diperoleh, kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi adalah dikarenakan responden belum memahami bagaimana menggunakan kata tunjuk Kore, Sore, ataupun Are dalam menunjuk objek abstrak. Kata kunci : Kore, Sore, Are, Kemampuan, Kata Tunjuk Demonstrative is a word that used in daily conversation to designate an object. That object means concrete object or abstract object. There are differences between Bahasa’s demonstrative with Japanese’s demonstrative. There are only two dimension spatial in Bahasa’s demonstrative “Ini” and “Itu”. In other way, Japanese’s demonstrative has three dimension spatial in demonstrative Kore, Sore, and Are. This research’s tittle is “an analysis of Indonesia University of Education Japaneses language learners’s understanding ability of demonstrative kore sore are”. This research’s purposes is to describe the demonstrative kore sore are, and to compare the using ability and understanding ability of Japanese languange learner about that demonstrative. This research’s object is 10 person from first grade, 10 person from second grade, and 10 person from third grade, as a whole 30 person from Indonesia University of Education from Japanese Languange of Education Program. The result of this research is ability of demonstrative Kore is very decrease. Ability of demonstrative Sore is very decrease. And ability of demonstrative Are is very decrease. Using ability of demonstrative Kore is decrease. Using ability of demonstrative Sore is very decrease. And using ability of demonstrative Are is decrease. Whereas, understanding ability of demonstrative Kore is enough. Understanding ability of demonstrative Sore is enough. And the understanding ability of demonstrative Are is enough. Also in this research, writer compared the using ability and the understanding ability of demonstrative Ko So A from the first grade student, the second grade student, and the third grade student, and the result is the first grade student’s ability is very decrease, the second grade student’s ability is decrease, and the third grade student’s ability is enough. From the data that writer’s got, the reason that the mistakes happened is because the sample are not yet understand about the differences of demonstrative Ko So A, which is has 3 dimension spatial, with their mother tongue, Bahasa, which has only 2 dimension spatial. Keyword : Kore, Sore, Are, Ability, Demonstrative 指示代名詞はものを指しに用いられる。具体物の他に抽象的なことにも用いられるため、指示代名詞を使用するに当たって誤用が生じることが多い。特にインドネシア人学習者にとっては指示代名詞は難しい項目の一つである。なぜなら、インドネシア語には指示代名詞は二種類しかなく、話者と近いものを指す指示代名詞と話者と離れたものを指す指示代名詞である。一方、日本語には三つに分け、「これ」「それ」と「あれ」である。 具体的なものを指す時に用いられる指示代名詞の使い方はそれほど難しくない、しかし抽象的なことを指す時に用いられる指示代名詞は難しい。それを背景に筆者は「インドネシア教育大学の日本語学習者における指示代名詞の「これ」「それ」「あれ」の能力分析」を調べる必要がある。本研究ではインドネシア人日本語学習者の理解および運用能力を分析する。 サンプルは一年性から10名であり、二年性から10名であり、三年性から10名であり、全部インドネシア教育大学の日本語教育学科の学習者は30名である。調査方法はテストとアンケートを使用した。調査の結果は機能によるの指示代名詞の「これ」「それ」「あれ」の能力は非常に低い。「これ」の運用能力は低い。「それ」の運用能力は非常に低い。「あれ」の運用能力は低い。それに「これ」の理解能力は低い。しかし「それ」と「あれ」の理解能力は中である。 また、本研究では、筆者が一年性と二年性と三年性の運用能力と理解能力を比べると、その結果は一年性の能力は非常に低い。二年性の能力は低い。三年性の能力は中である。一年生と二年生の能力と、一年生と三年生の能力は有意さがある。しかし、二年生と三年生の能力は有意さがない。 データによると、誤用の原因はサンプルが抽象的なものを指す時に、「これ」か「それ」か「あれ」かを使用するのがまだ分かっていない。 キーワード:これ、それ、あれ、能力、指示代名詞

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 14 Feb 2014 01:43
Last Modified: 14 Feb 2014 01:43
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/6476

Actions (login required)

View Item View Item